AN-NISAA' (44)
AN-NISAA': 58-59
MANHAJ HUKUM ISLAM MELAKSANAKAN AMANAH, MENYAMPAIKAN HAK KEPADA YANG BERHAK, MENETAPKAN HUKUM DENGAN ADIL, TAAT KEPADA ALLAH, RASUL DAN JUGA KEPADA PARA PEMIMPIN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*a. Ayat 58:*
*Ibnu Abbas* berkata, "Ketika Rasulullah saw. berhasil membebaskan kota Mekah, beliau mengundang Utsman bin Thalhah. Sesampainya Utsman di hadapan beliau, beliau pun berkata: "Berikan kunci Ka'bah kepadaku!" Kemudian Utsman mengambil kunci tersebut. Ketika dia hendak menyerahkan kunci itu kepada Nabi, al-Abbas berkata, "Saya bersumpah. Pasrahkan kunci tersebut dan tugas menyediakan air minum untuk jamaah haji kepadaku!" Mendengar ucapan al-Abbas itu, Utsman pun menggenggam kembali kuncinya. Namun Rasul kembali berkata kepadanya, "Wahai Utsman berikan kunci itu kepadaku!" Akhirnya Utsman menyerahkan kunci itu kepada Nabi dan berkata, "Ini kuncinya saya serahkan dengan dasar amanah Allah". Lalu rasul membuka pintu Ka'bah dan kemudian keluar lagi dan melakukan thawaf. Setelah itu turunlah Malaikat Jibril yang memerintahkan untuk mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman. Lalu Rasul memanggil Utsman bin Thalhah dan menyerahkan kunci Ka'bah kepadanya sembari membaca ayat (۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا) hingga akhir ayat.
AN-NISAA' (43)
AN-NISAA': 56-57
SIKSAAN BAGI ORANG KAFIR DAN PAHALA BAGI ORANG MUKMIN
TAFSIR DAN PENJELASAN
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya, khususnya Al-Qur'an yang merupakan kitab terakhir yang paling jelas dan paling sempurna akan disiksa di dalam neraka. Kemudian Allah juga menerangkan bahwa hukuman itu akan kekal. Siksaan pedih tersebut adalah setiap kali kulit mereka terbakar hingga sudah tidak dapat merasakan sakit, Allah akan menukar dengan kulit baru yang masih berfungsi dengan baik dan dapat merasakan sakitnya siksa. *Rasul bersabda:*
AN-NISAA' (42)
AN-NISAA': 49-55
CONTOH LAIN DARI PERBUATAN AHLUL KITAB DAN JUGA BALASANNYA
[Bagian 2/2]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
2. Allah sama sekali tidak akan melakukan kezaliman. Ini dipertegas dalam *firman-Nya*: (وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا). Arti kata (فَتِيلًا) adalah benda serupa benang yang berada di antara pecahan isi kurma. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan (فَتِيلًا) adalah kulit tipis yang berada di antara isi kurma dan buahnya. Kata ini digunakan untuk menggambarkan jumlah yang sedikit dan yang tidak berarti sama sekali. Kalimat yang sama dengan adalah kalimat: _"Dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."_ *(an-Nisaa: 124)*
AN-NISAA' (41)
AN-NISAA': 49-55
CONTOH LAIN DARI PERBUATAN AHLUL KITAB DAN JUGA BALASANNYA
[Bagian 1/2]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*a. Ayat 49:*
*Imam Ibnu Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas* bahwa dia berkata, "Pada masa dulu orang-orang Yahudi melakukan sembahyang dengan anak-anak mereka dan mereka juga mempersembahkan kurban. Setelah itu mereka menyangka bahwa diri mereka telah bersih dari kesalahan dan dosa. Kemudian Allah menurunkan ayat (أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ)
Halaman 130 dari 186