AN-NISAA' (48)
AN-NISAA': 69-70
PAHALA TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ath-Thabrani dan Ibnu Mardawaih* meriwayatkan dengan jalur sanad yang cukup baik _(laa ba'sa bih)_ hingga ke Aisyah, di mana dia berkata, "Ada seorang laki-laki dating kepada Nabi saw. dan bekata, Ya Rasulullah, sesungguhnya kamu lebih saya cintai ketimbang diriku sendiri, dan kamu lebih saya cintai ketimbang anakku. Saya tadi berada di rumah dan teringat dirimu, lalu saya tidak sabar ingin berjumpa dan melihatmu. Namun apabila aku mengingat bahwa nanti saya akan mati dan kamu juga akan mati, saya tahu bahwa kamu nanti akan berada di surga bersama para nabi. Sementara itu jika saya memang nanti masuk ke surga, saya khawatir tidak dapat melihatmu (karena tempatnya berbeda)". Nabi tidak membalas ucapan orang tersebut hingga turunlah Malaikat Jibril dengan membawa ayat ini."
AN-NISAA' (47)
AN-NISAA': 66-68
CINTA NEGARA DAN DISIPLIN MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN RASULNYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
Suatu hari *Tsabitbin Qaisbin Syammas* dan seorang Yahudi saling membangga-banggakan dirinya. Orang Yahudi tersebut berkata, "Demi Allah. Kalau Allah menyuruh kami bunuh diri, maka kami akan melakukannya." Tsabit pun berkata, "Demi Allah. Kalau Allah menyuruh kami bunuh diri, maka kami akan melakukannya." Kemudian turunlah ayat (مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًۭا) yang artinya, _"dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)"._
AN-NISAA' (46)
AN-NISAA': 64-65
KEWAJIBAN TAAT KEPADA RASULULLAH SAW
SEBAB TURUNNYA AYAT
Imam hadits yang enam menceritakan bahwa *Abdullah bin Zubair* berkata, "Suatu hari Zubair berselisih dengan seorang Anshar dalam masalah saluran air di daerah al-Hurrah. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Zubair, "Siramkan air itu (ke kebunmu) wahai Zubair, kemudian alirkan ke tetanggamu." Namun, orang Anshar itu berkata, "Wahai Rasulullah apakah kamu menetapkan itu karena Zubair adalah kerabatmu." Mendengar itu wajah Rasul pun berubah dan beliau pun berkata, "Siramkan air itu (ke kebunmu) wahai Zubair kemudian tutup pintu air ke kebunmu supaya air itu kembali mengalir di parit, lalu alirkan air itu ke tetanggamu." Lalu Zubair mengambil haknya (mengairi kebunnya) dengan sempurna. Padahal sebelumnya Rasul mengisyaratkan mereka berdua untuk mempermudah urusan ini (tidak perlu ketat dalam menuntut hak).
AN-NISAA' (45)
AN-NISAA': 60-63
ANGGAPAN DAN SIKAP KAUM MUNAFIK
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Sebab Turunnya Ayat 60:*
*Ibnu Abi Hatim dan ath-Thabrani* meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari *Ibnu Abbas* bahwa dia berkata, "Abu Barzah al-Aslami adalah seorang dukun, dia menjadi hakim bagi orang-orang Yahudi yang sedang bersengketa, kemudian ada juga orang-orang Islam yang sedang bersengketa mendatangi Abu Barzah dan meminta dia untukmemutuskan hukuman. Lalu Allah menurunkan ayat (أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟) hingga (أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا).
Halaman 129 dari 186