AN-NISAA' (76)
AN-NISAA': 148-149
MENGUTARAKAN KEJELEKAN SECARA TERANG-TERANGAN, MEMAAFKAN PERBUATAN TIDAK BAIK, MENAMPAKKAN AMAL PERBUATAN BAIK DAN MENUTUP-NUTUPINYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Hannad bin Sariy* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia mengatakan, turunnya ayat (۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ) dilatarbelakangi oleh kasus ada seorang laki-laki menyambut kedatangan seorang tamu di Madinah, namun ia tidak menjamunya dengan baik. Lalu si tamu pun pergi, lalu ia pun membicarakan apa yang dialaminya itu, kemudian ia diberi rukhshah untuk membicarakannya. Yakni, ayat ini turun sebagai pemberian rukhshah untuk mengeluh dan melakukan pengaduan. Hal yang senada juga diriwayatkan oleh *Ibnu Juraij*.
AN-NISAA' (75)
AN-NISAA': 142-147
BEBERAPA SIKAP ORANG-ORANG MUNAFIK YANG LAIN DAN HUKUMAN MEREKA, LARANGAN MENJALIN PATRON _(MUWAALAAH)_ DENGAN ORANG-ORANG KAFIR
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hukum-hukum penting sebagai berikut.
1. Kemunafikan dan riya adalah dua fenomena yang selalu ditemukan pada setiap umat dan zaman. Kemunafikan adalah menyembunyikan kekafiran dan pura-pura menampakkan keislaman. Sedangkan riya adalah menampakkan suatu perbuatan baik supaya dilihat oleh orang-orang, bukan karena mengikuti perintah Allah SWT.
AN-NISAA' (74)
AN-NISAA': 137-141
SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK, BALASAN MEREKA, DAN SIKAP MEREKA TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Jika orang kafir mau beriman, kekafirannya yang terdahulu diampuni. Namun jika ia kembali kafir lagi, kekafirannya yang pertama tidak diampuni. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh *Imam Muslim* dalam _Shahih_-nya dari *Ibnu Mas'ud*, ia berkata.
_"Ada sejumlah orang berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami perbuat pada masa jahiliyyah?’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Adapun salah seorang dari kalian yang berbuat baik ketika Islam, maka ia tidak dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya pada masa jahiliyyah. Dan barangsiapa berbuat buruk, maka ia akan dimintai pertanggung jawaban atas amal perbuatan yang ia lakukan ketika jahiliyyah dan Islam.’”_ *(HR Muslim)*
AN-NISAA' (73)
AN-NISAA': 135-136
ADIL DALAM MENEGAKKAN HUKUM DAN MENJALANKAN PERADILAN, MEMBERIKAN KESAKSIAN DENGAN BENAR, BERIMAN KEPADA ALLAH SWT, RASUL, DAN KITAB-KITAB SAMAWI
Sebab Turunnya Ayat 135
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *as-Suddi*, ia berkata, "Tatkala ayat ini turun, ada dua orang yang berperkara kepada Rasulullah saw. Salah satunya adalah orang kaya dan yang satunya lagi adalah orang miskin. Waktu itu, Rasulullah saw. berada di pihak si miskin, beliau melihat bahwa si miskin tidak menzalimi si kaya. Lalu Allah SWT menolak melainkan beliau harus menegakkan keadilan kepada si miskin maupun si kaya.
Halaman 122 dari 186