AL-BAQARAH (20)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 102 - 103]
(Bagian 2)
KAUM YAHUDI MEMPRAKTEKKAN SIHIR, SULAP, DAN MANTERA
HUKUM SIHIR
Mempelajari sihir tidak terlarang. Yang terlarang adalah mempraktekkannya. Seseorang pernah berkata kepada Umar ibnul Khaththab, "Fulan tidak mengenal kejahatan.” Umar menyahut, "Wajar kalau ia terjerumus ke dalam kejahatan.” Ibnu Katsir mengutip perkataan ulama Mu'tazilah yang bernama Abu Abdullah ar-Razi: "Para ulama muhaqqiqiin sepakat bahwa menguasai ilmu sihir tidaklah jelek dan tidak pula terlarang.”
Di antara sihir ada yang membuat pelakunya menjadi kafir. Contohnya, sihir yang mereka klaim: mengubah bentuk manusia menjadi rupa hewan, menempuh jarak jauh yang normalnya dicapai dalam tempo sebulan hanya dalam waktu semalam, dan terbang di udara. Setiap orang yang melakukan hal ini bertujuan membuat orang-orang percaya bahwa ia benar, dan ini adalah kekafiran. Tukang sihir ini dibunuh sebab ia kafir kepada para nabi: ia mengklaim dirinya dapat melakukan seperti mukjizat mereka.
AL-BAQARAH (19)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 102 - 103]
(Bagian 1)
KAUM YAHUDI MEMPRAKTEKKAN SIHIR, SULAP, DAN MANTERA
Sihir, asalnya adalah penyamaran dengan tipu daya dan permainan khayalan. Artinya, tukang sihir melakukan beberapa hal sehingga orang yang disihir membayangkan hal-hal tersebut berbeda dengan kenyataannya, seperti orang yang melihat fatamorgana dari kejauhan sehingga terbayang olehnya bahwa itu adalah air, atau seperti orang yang naik kapal yang melaju dengan kencang sehingga terbayang olehnya bahwa pepohonan dan gunung-gunung yang dilihatnya ikut melaju bersamanya.
AL-BAQARAH (18)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 97 - 101]
SIKAP KAUM YAHUDI TERHADAP JIBRIL, MIKAIL, DAN PARA RASUL
Surah al-Baqarah Ayat 97-98
Banyak dalih yang dikemukakan kaum Yahudi atas keengganan mereka untuk beriman kepada Muhammad saw. dan kepada Al-Qur'an. Sebelumnya mereka pernah berkata bahwa mereka beriman kepada Taurat saja, ingkar kepada kitab lainnya. Mereka juga berkata bahwa mereka pasti selamat di akhirat sebab mereka adalah umat pilihan Allah dan para kekasih-Nya. Di sini, mereka berkata bahwa Jibril, malaikat pembawa wahyu kepada Muhammad, adalah musuh mereka dan, karena itu, mereka tidak mau beriman kepada apa yang dibawanya. Maka Allah Ta'ala menyanggah klaim-klaim mereka, menggugurkan hujjah-hujjah mereka, dan menampakkan kontradiksi mereka. Dia menjelaskan kepada mereka bahwa memusuhi Allah, para malaikat-Nya, dan para rasul-Nya menjadi sebab yang jelas dan pasti bagi turunnya hukuman atas mereka di dunia dan akhirat. Hal ini mengandung ancaman keras, serta mengungkapkan bahwa kaum Yahudi adalah musuh kebenaran dan kerasulan yang diutus Tuhan, mereka adalah musuh Al-Qur'an dan kitab-kitab samawi lainnya, sebab memusuhi pembawa wahyu (Jibril), memusuhi Muhammad saw., dan memusuhi kitab-kitab samawi terhitung sebagai permusuhan kepada semua malaikat dan kepada seluruh nabi dan kitab suci, karena tujuan dari semua itu satu, yaitu memberi petunjuk kepada manusia dan membimbing mereka ke jalan kebaikan, juga karena misi semua nabi itu sama, tujuan mereka satu. Maka dari itu tidak boleh membedabedakan antara para malaikat, para rasul, dan semua kitab. Seluruhnya berasal dari satu sumber dan bertujuan mewujudkan kebaikan yang sama, menyeru kepada pengesaan Allah, ibadah kepada-Nya, komitmen dengan pokok-pokok akhlak dan sifat-sifat utama, yang merupakan ciri kemajuan individu dan jamaah.
SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (11)
Basmalah : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
1. Maknanya : Aku memulai dengan menyebut nama Allah, mengingat-Nya, dan menyucikan-Nya sebelum melakukan apa pun, sambil memohon pertolongan kepada-Nya dalam segala urusanku, sebab Dialah Tuhan yang disembah dengan benar, Yang luas rahmat-Nya, Yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, Dialah yang memberi segala kenikmatan, baik yang besar maupun yang kecil, Dialah yang senantiasa memberikan karunia, rahmat, dan kemurahan.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 220 dari 248