SUPLEMEN

SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (10)

SUPLEMEN

Al-Qur'an terdiri atas tiga puluh juz. Surah-surah Al-Quran berjumlah 114 surah.

Ayat-ayatnya berjumlah 6236 menurut ulama Kufah, atau 6666 menurut selain mereka. Ia terdiri atas hal-hal berikut.

- Perintah: 1000
- Larangan: 1000
- Janji: 1000
- Ancaman: 1000
- Kisah dan berita: 1000
- Ibrah dan perumpamaan: 1000
- Halal dan haram: 500
- Doa: 100
- Naasikh dan mansuukh: 66


Ist'adzahA'uudzu billaahi minasysyaithaanir-rajiim

1. Maknanya: Aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung dari kejahatan setan yang terkutuk dan tercela agar dia tidak menyesatkanku atau merusak diriku dalam urusan agama atau dunia, atau menghalangiku melakukan perbuatan yang diperintahkan kepadaku atau mendorongku melakukan perbuatan yang terlarang bagiku, sesungguhnya hanya Tuhan semesta alam saja yang dapat menghalangi dan mencegahnya. Kata syaithaan (setan) adalah bentuk tunggal dari kata syayaathiin. Setan disebut demikian karena ia jauh dari kebenaran dan selalu durhaka. Ar-rajiim artinya yang dijauhkan dari kebaikan, dihinakan, dan yang dikenai kutukan dan cacian.

2. Allah SWT memerintahkan kita berz-isti'adzah ketika memulai membaca Al-Qur'an. Dia berfirman :

"Apabila kamu membaca Al-Qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (an-Nahl: 98)

Yakni: Apabila kamu hendak membaca Al-Qur'an, bacalah isti'adzah. Dia juga berfirman:

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (al-Mu'minuun: 96-98)

Ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an menjadikan penolakan perbuatan buruk dengan perbuatan baik sebagai cara untuk mengatasi setan dari jenis manusia, dan menjadikan isti'adzah sebagai cara untuk mengatasi setan dari jenis jin.

Sebagai aplikasi perintah ini, di dalam Sunnah Nabi saw. terdapat riwayat dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa apabila memulai shalat, Nabi saw. membaca doa iftitah lalu berucap:

(أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيمِ - مِنْ هَمزِهِ وَنَفْخِهِ ونَفْثِهِ)

"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, dari dorongannya, tiupannya, dan semburannya'”

Ibnul Mundzir berkata: "Ibnu Mas'ud meriwayatkan bahwa sebelum membaca Al-Qur'an, Nabi saw. biasanya berucap: _Auudzu bil-laahi minasy-syaithaanir-rajiim_ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).”

Mengenai bacaan ta'awudz, kalimat inilah yang dipegang oleh jumhur ulama sebab kalimat inilah yang terdapat di dalam Kitabullah. 

3. Hukum membaca isti'adzah, menurut jumhur ulama, adalah mandub (sunnah) dalam setiap kali membaca Al-Qur'an di luar shalat.

Adapun di dalam shalat, mazhab Maliki berpendapat bahwa makruh membaca ta'awudz dan basmalah sebelum al-Faatihah dan surah, kecuali dalam shalat qiyamul-lail (tarawih) di bulan Ramadhan. Dalilnya adalah hadits Anas: "Nabi saw., Abu Bakar, dan Umar dulu memulai shalat dengan bacaan al-hamdu lil-laahi rabbil'aalamiin.”?

Mazhab Hanafi mengatakan: Bacaan ta'awudz dilakukan dalam rakaat pertama saja.

Sedangkan mazhab Syafi'i dan Hambali berpendapat bahwa disunnahkan membaca ta'awudz secara samar pada awal setiap rakaat sebelum membaca al-Faatihah.

Para ulama berijma' bahwa ta'awudz bukan bagian dari Al-Qur'an, juga bukan termasuk ayat di dalamnya.

[Selanjutnya: Basmalah : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim ]

Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login