SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (11)
Basmalah : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
1. Maknanya : Aku memulai dengan menyebut nama Allah, mengingat-Nya, dan menyucikan-Nya sebelum melakukan apa pun, sambil memohon pertolongan kepada-Nya dalam segala urusanku, sebab Dialah Tuhan yang disembah dengan benar, Yang luas rahmat-Nya, Yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, Dialah yang memberi segala kenikmatan, baik yang besar maupun yang kecil, Dialah yang senantiasa memberikan karunia, rahmat, dan kemurahan.
2. Hikmahnya : Allah Ta'ala memulai surah al-Faatihah dan semua surah dalam Al-Qur'an (kecuali surah at-Taubah) dengan basmalah, untuk mengingatkan bahwa apa yang ada di dalam setiap surah itu adalah kebenaran dan janji yang benar bagi umat manusia-Allah SWT menepati semua janji dan belas kasih yang terkandung di dalam surah itu, juga untuk mengimbau kaum mukminin agar mereka memulai semua perbuatan dengan basmalah supaya mendapat pertolongan dan bantuan Allah, serta supaya berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman yang memulai perbuatan mereka dengan menyebut nama Tuhan-tuhan atau pemimpin-pemimpin mereka. Sebagian ulama berkata: Sesungguhnya bismillaahir-rahmaanir-rahiim mencakup seluruh isi syariat sebab kalimat ini menunjukkan kepada dzat dan sifat.
3. Apakah ia merupakan ayat dari surah yang bersangkutan?
(Para ulama berbeda pendapat apakah basmalah termasuk ayat dari surah al-Faatihah dan surah-surah lain atau bukan? Di sini ada tiga pendapat. Mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa basmalah bukan ayat dari surah al-Faatihah maupun surah-surah lainnya, kecuali surah an-Naml di bagian tengahnya. Dalilnya adalah hadits Anas r.a., ia berkata: "Aku dulu menunaikan shalat bersama Rasulullah saw., Abu Bakar, Umar, serta Utsman, dan tak pernah kudengar salah satu dari mereka membaca bismil-laahir-rahmaanir-rahiim.”? Artinya, penduduk Madinah dulu tidak membaca basmalah dalam shalat mereka di Masjid Nabawi. Hanya saja mazhab Hanafi berkata: Orang yang shalat sendirian hendaknya membaca bismillaahir-rahmaanir-rahiim ketika mulai membaca al-Faatihah, dalam setiap rakaat, dengan suara samar. Jadi, ia termasuk Al-Qur'an, tetapi bukan bagian dari surah, melainkan berfungsi sebagai pemisah antara tiap surah. Sementara itu mazhab Maliki berkata: Basmalah tidak boleh dibaca dalam shalat wajib, baik yang bacaannya keras maupun yang bacaannya samar, baik dalam surah al-Faatihah maupun surah-surah lainnya, tetapi ia boleh dibaca dalam shalat sunnah. Al-Qurthubi berkata: "Yang benar di antara pendapat-pendapat ini adalah pendapat Malik, sebab Al-Qur'an tidak dapat ditetapkan dengan hadits aahaad, cara menetapkan Al-Qur'an hanyalah dengan hadits mutawatir yang tidak diperdebatkan oleh para ulama.” Namun pernyataan ini kurang tepat sebab mutawatir-nya setiap ayat bukanlah suatu keharusan.
Abdullah ibnul-Mubarak berpendapat bahwa basmalah adalah ayat dari setiap surah, dengan dalil hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, ia berkata: Pada suatu hari, tatkala Rasulullah saw. sedang berada bersama kami, beliau tertidur sekejap lalu mengangkat kepalanya sembari tersenyum. Kami pun bertanya, "Mengapa Anda tertawa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, "Baru saja diturunkan sebuah surah kepadaku.” Lalu beliau membaca:
"Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (al-Kautsar: 1-3)
Adapun mazhab Syafi'i dan Hambali berkata: Basmalah adalah ayat dari al-Faatihah, harus dibaca dalam shalat. Hanya saja mazhab Hambali, seperti mazhab Hanafi, berkata: Ia dibaca dengan suara samar, tidak dengan suara keras. Sedangkan mazhab Syafi'i berkata: Ia dibaca dengan suara samar dalam shalat yang bacaannya samar, dan dibaca dengan suara keras dalam shalat yang bacaannya keras, dan ia pun dibaca dengan suara keras dalam shalat yang bacaanya keras.
Dalil mereka bahwa ia merupakan ayat dalam surah al-Faatihah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Daraquthni dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
"Apabila kalian membaca al-hamdu lillaahi rabbil-aalamiin (yakni surah al-Faatihah), bacalah bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Surah al-Faatihah adalah ummul-qur'an, ummul-kitab, dan sab'ul-matsaani: dan bismillaahir-rahmaanirrahiim adalah salah satu ayatnya.”
Sanad hadits ini shahih.
Dalil mazhab Syafi'i bahwa ia dibaca dengan suara keras adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw. dulu membaca bismil-laahir-rahmaanirrahiim dengan suara keras.? Alasan lainnya, karena basmalah ini dibaca sebagai salah satu ayat Al-Qur'an-dengan dalil bahwa ia dibaca sesudah ta'awudz-, maka cara membacanya adalah dengan suara keras, sama seperti ayat-ayat al-Faatihah yang lain.
Mengenai apakah basmalah terhitung sebagai ayat dalam surah-surah lain, perkataan Imam Syafi'i tidak menentu, pernah beliau berkata bahwa basmalah adalah ayat dalam setiap surah, tetapi pernah pula beliau berkata bahwa ia terhitung ayat dalam surah al-Faatihah saja. Pendapat yang paling benar adalah basmalah merupakan ayat dalam setiap surah, sama seperti dalam al-Faatihah, dengan dalil bahwa para sahabat dahulu sepakat menulisnya di awal setiap surah kecuali surah at-Taubah, dan kita tahu bahwa di dalam mushaf mereka tidak mencantumkan tulisan apa pun yang bukan bagian dari Al-Qur'an. Namun meski ada perbedaan pendapat seperti di atas, umat Islam sepakat bahwa basmalah merupakan ayat dalam surah an-Naml, juga sepakat bahwa basmalah boleh ditulis pada permulaan buku-buku ilmu pengetahuan dan surah-surah. Jika buku itu adalah buku kumpulan syair, asy-Sya'bi dan az-Zuhri melarang menulis basmalah di awalnya, sedangkan Sa'id bin Jubair dan mayoritas ulama generasi muta'akhkhiriin membolehkannya.
Keutamaan Basmalah
Ali karramal-laahu wajhahu pernah berkata tentang bacaan bismillaah bahwa ia dapat menyembuhkan segala penyakit dan dapat meningkatkan efek obat. Bacaan ar-rah-maan akan memberi pertolongan kepada setiap orang yang beriman kepada-Nya, dan ini adalah nama yang tidak boleh dipakai oleh selain Allah. Adapun ar-rahiim memberi pertolongan bagi setiap orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh.
Catatan : Nash Al-Qur'an saya cantumkan sesuai dengan rasm (cara penulisan) mushaf Utsmani. Contohnya: (وَأُوْلُوْا) dan (يَتْلُوْا) yang mana di akhirnya ada alif. Misalnya lagi (الصَلَواةَ) dan (يُرِيْكُمْ). Sedangkan menurut kaidah imla' modern, dalam dua kata pertama tidak ditulis alif, sedangkan dua kata terakhir ditulis begini: (الصَلَاةُ) dan (يَرَاكُمْ). Adapun dalam bagian penjelasan atau penafsiran, saya mengikuti kaidah-kaidah imla' yang baru. Saya juga tidak meng-i'raab sebagian kata yang sudah diketahui, misalnya dalam surah al-Mursalaat ayat 16 dan 17: (أَلَمْ نُهْلِكِ ٱلْأَوَّلِينَ ١٦ ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ ٱلْـَٔاخِرِينَ ١٧), saya tidak meng-i'raab kalimat nutbi'uhum yang merupakan fi'il mudhaari' marfu, sebab ia adalah kalaam musta'naf (kalimat pembuka), bukan kalimat yang majzuum seperti nuhlik.
Harapan, Doa, dan Tujuan
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat, serta semua orang yang mengikuti beliau.
Ya Allah, jadikanlah semua hal yang telah ku pelajari-baik yang masih ku ingat maupun yang sudah kulupa-dan yang ku ajarkan sepanjang hidupku, yang ku tulis atau ku susun menjadi buku,#) yang merupakan limpahan karunia-Mu, goresan pena yang kupakai menulis, kilatan ide, buah karya akal, keletihan jiwa siang malam, cahaya bashirah (mata hati) dan mata kepala, pendengaran telinga, dan kepahaman hati... sebagai simpanan pahala bagiku di sisiMu, yang mana amal itu kulakukan dengan ikhlas karena-Mu, dan demi meninggikan kalimat-Mu, menyebarkan agama-Mu, dan memudahkan ilmu pengetahuan bagi mereka yang ingin belajar sesuai dengan metode modern.
================
#) Antara lain 20 buah kajian (untuk al-Mausuw'atul-Fiqhiyyah di Kuwait, untuk Mu'assasah Aalul Bait di Yordania, untuk Mujamma'ul-Fiqhil-Islaamiy di Jeddah—Mausuu'atul-Fiqhi-, dan untuk al-Mausuw'atul-Arabiyyatus-Suuriyyah), tiga buah ensiklopedi: Ushuulul-Fiqhil-Islaamiy (dua jilid), al-Fiqhul-Islaamiy wa Adillatuhu (10 jilid), dan tafsir ini yang difokuskan pada fiqih kehidupan yang luas di dalam al-Qur'anul Karim. Selain itu beliau juga telah menyusun beberapa kitab lain.
================
Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala sesuatu yang menodai amalku: riya', sum'ah (mencari reputasi), atau syuhrah (mengejar popularitas). Ya Allah, aku mengharapkan pahala yang luas dari sisi-Mu, maka terimalah amalku yang sedikit ini di dalam ganjaran-Mu yang banyak, sesungguhnya aku hidup pada zaman yang tidak memungkinkan bagiku untuk melakukan jihad seperti yang dilakukan salafus saleh-semoga Allah meridhai mereka. Ya Allah, balaslah amalku ini dengan pahala yang berlimpah dan manfaat yang didambakan selama aku masih hidup dan sesudah aku mati serta hingga hari pembeberan amal di hadapan-Mu. Ya Allah, beratkanlah timbangan amalku dengan amal ini, dan berilah aku keselamatan dengan karunia dan kasih-Mu pada hari Kiamat, hari ketika seseorang tidak dapat menolong orang lain dan urusan pada waktu itu berada di tangan Allah. Kabulkanlah doaku, wahai Tuhan yang Maha Pemurah. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.====
Prof. Dr. Wahbah Musthafa az-Zuhailiy
Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
