AL-BAQARAH (24)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 119 - 121]
PERINGATAN AGAR TIDAK MENGIKUTI KAUM YAHUDI DAN NASRANI
Surah al-Baqarah Ayat 119-121
Agama Allah dan aturan-aturan yang dibebankan-Nya kepada manusia adalah mudah, tidak sulit. Cirinya yang utama ada dua: masuk akal (logis), dan pelaksanaan kewajiban disesuaikan dengan kemampuan, tidak menyusahkan. Misi para nabi bukanlah untuk memaksa manusia supaya beriman dan menerima akidah yang benar, melainkan terbatas pada penyampaian dan penjelasan. Barangsiapa ingin beriman, silakan, dan barangsiapa ingin kafir, juga silakan. Setelah menyampaikan, Nabi saw. tidak dimintai pertanggungjawaban atas mereka, beliau tidak dihukum lantaran kafirnya orang yang kafir sesudah beliau memberi kabar gembira dan peringatan.
AL-BAQARAH (23)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 116 - 118]
KEBOHONGAN-KEBOHONGAN AHLI KITAB DAN KAUM MUSYRIKIN DENGAN MENISBATKAN ANAK KEPADA ALLAH DAN MEMINTA-NYA BERBICARA DENGAN MANUSIA
Untuk menjawab panggilan iman diperlukan pemfungsian akal, keterbukaan pikiran, kejernihan jiwa, dan pemahaman tentang fakta-fakta alam meskipun secara sederhana. Juga perlu membebaskan diri dari tendensi-tendensi dan hawa nafsu pribadi, serta tidak melawan. Apabila faktor-faktor ini telah terpenuhi, cahaya iman segera menyinari hati sehingga jiwa penuh dengan kegembiraan, kebahagiaan, dan ketenangan.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (ar-Rad: 28)
AL-BAQARAH (22)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 111 - 115]
KAUM YAHUDI DAN NASRANI: PANDANGAN MASING-MASING TENTANG LAWANNYA
Surah al-Baqarah Ayat 111-113
Masing-masing kelompok dari kaum Ahli Kitab seharusnya beriman kepada kitab kelompok lain, kemudian mereka semua beriman kepada Al-Qur'an, sebab mereka mengetahui pokok-pokok agama dan wahyu, mengakui prinsip kenabian, dan memercayai adanya Tuhan: berbeda dengan orang-orang kafir bangsa Arab, yang musyrik dan menyembah berhala, sebab mereka tidak punya kitab suci.
AL-BAQARAH (21)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 104 - 110]
ETIKA BERBICARA KEPADA NABI SAW., DAN PIHAK YANG MENENTUKAN BELIAU MENJADI RASUL
Surah al-Baqarah Ayat 104-105
Dua ayat ini menyebutkan sebagian dari keburukan kaum Yahudi, sebagaimana diterangkan di atas. Tujuannya adalah melarang kaum muslimin melakukan hal-hal yang serupa dengan perbuatan kaum Yahudi, mengokohkan akidah mereka bahwa sumber kebaikan, rahmat, dan hak memilih siapa yang pantas menerima tugas kenabian dan kerasulan adalah Allah Ta'ala. Maka dari itu tidak boleh seseorang merasa dengki kepada orang lain lantaran Allah memberikan karunia-Nya kepada orang itu. Ayat pertama diawali dengan *firman-Nya* _"Hai orang-orang yang beriman"_ Seruan ini adalah yang pertama kalinya dipakai untuk memanggil kaum mukminin dalam surah ini, di antara 88 tempat dalam Al-Qur'an yang menyebutkan seruan ini yang menunjukkan betapa Allah memperhatikan kaum mukminin. Seruan ini juga mengingatkan mereka bahwa iman menuntut pemiliknya agar menerima perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dengan sepenuh ketaatan dan sebaik-baiknya pelaksanaan.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 219 dari 248