AN-NISAA' (2)
AN-NISAA' 2
MENYERAHKAN KEMBALI HARTA ANAK YATIM DAN HARAMNYA MEMAKAN HARTA ANAK YATIM
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Muqatil dan al-Kalbi* berkata, "Ayat ini turun berkaitan dengan seorang laki-laki dari Ghathafan yang memegang harta banyak milik putra saudara laki-lakinya yang telah yatim. Ketika si yatim telah mencapai usia akil baligh, ia meminta hartanya yang ada pada pamannya tersebut, namun si paman tidak mau menyerahkannya. Lalu keduanya pergi mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat ini. Ketika mendengar ayat ini, maka si paman langsung berkata, "Kami taat kepada Allah SWT dan kepada Rasul-Nya, kami berlindung kepada Allah SWT dari dosa besar." Lalu ia pun menyerahkan kepada si anak hartanya. Lalu Rasulullah saw. berkata, "Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya dan dengannya ia kembali seperti ini, maka berarti ia telah menempati surganya." Ketika si anak telah menerima hartanya, maka selanjutnya harta tersebut ia sedekahkan di jalan Allah SWT. Lalu Rasulullah saw. berkata, "Telah tetap pahala dan dosa yang ada masih tetap." Lalu para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui bahwa pahalanya telah tetap, lalu bagaimana bisa dosa yang ada juga masih tetap, padahal ia menginfakkannya di jalan Allah SWT?" Lalu *Rasulullah saw. berkata*, _"Pahalanya telah tetap bagi si anak dan ayahnya tetap menanggung dosa."_
AN-NISAA' (1)
AN-NISAA' 1
KESATUAN ASAL-USUL MANUSIA, KESATUAN SUAMI ISTRI DAN IKATAN KELUARGA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini menunjukkan kepada banyak hukum, yaitu sebagai berikut:
1. Kewajiban untuk selalu menjaga ketakwaan, berarti menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Allah SWT menguatkan perintah bertakwa ini untuk mendorong kepada takwa. *Pertama*, sebagai bentuk _at-Targhiib_ (dorongan) Allah SWT menggunakan kata *Rabb* yang menunjukkan arti _tarbiyah, 'inayah_, memberi nikmat dan kebaikan. Kemudian sebagai bentuk _at-Tarhiib_ (menakut-nakuti), Allah SWT menggunakan _lafzhul jalaalah_ (Allah) yang menunjukkan arti _al-Haibah_ (rasa takut disertai hormat) dan _al-Jalaal_ (keagungan). Hal ini sesuai dengan ayat:
AN-NISAA'
SURAH AN-NISAA'
Surah an-Nisaa' adalah salah satu surah Madaniyyah, terdiri dari 176 ayat. Surah an-Nisaa' adalah surah Al-Qur'an yang keempat.
SURAH AN-NISAA' ADALAH SURAH MADANIYYAH
Imam Bukhari meriwayatkan dari sayyidah Aisyah r.a., ia berkata, "Surah an-Nisaa' tidak turun kecuali saya sudah hidup bersama dengan Rasulullah saw". Sayyidah Aisyah r'a. memulai hidupnya dengan Rasulullah saw. pada bulan Syawal tahun pertama Hijriyah.
ALI 'IMRAN (58)
ALI 'IMRAN 196-200
ORANG-ORANG KAFIR, ORANG-ORANG YANG BERTAKWA, ORANG-ORANG YANG BERIMAN DARI KELOMPOK AHLI KITAB DAN BALASAN MASING-MASING
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Sebab turunnya ayat 196:*
Ayat ini turun berkaitan dengan kaum musyrik kota Makkah, mereka memiliki kehidupan yang makmur, mereka sukses di dalam berdagang dan hidup bahagia. Lalu ada sebagian kaum Mukminin berkata, "Seperti yang kami lihat, para musuh Allah SWT itu hidup enak dan makmur; sedangkan kami binasa karena kelaparan dan kesulitan hidup." Lalu turunlah ayat ini.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 182 dari 248