SURAH ALI 'IMRAN 181-184

ALI 'IMRAN (54)

ALI 'IMRAN 181-184

SEBAGIAN BENTUK KEBURUKAN KAUM YAHUDI BERUPA MENISBATKAN KEFAKIRAN KEPADA ALLAH SWT DAN PENDUSTAAN MEREKA TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW.

SEBAB TURUNNYA AYAT

*Sebab Turunnya Ayat 181:*
*Ibnu Ishaq dan Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.,* ia berkata, "Suatu ketika, Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. masuk ke dalam al-Midraas, dan menemukan kaum Yahudi sedang berkumpul di dekat seorang laki-laki yang bernama Finhash, lalu ia berkata kepada Abu Bakar ash-Shiddiq r.a., "Wahai Abu Bakar; kami tidak butuh kepada Allah SWT, akan tetapi Allah SWT Yang sebenarnya butuh kepada kami. Seandainya Allah SWT memang Maha Kaya, tentunya Dia tidak akan meminta pinjaman kepada kami seperti yang disangkakan oleh sahabat kamu, Muhammad." Mendengar perkataan itu, Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. langsung marah dan menampar muka Finhash. Lalu Finhash datang mengadu kepada Rasulullah saw. dan berkata, "Wahai Muhammad, lihatlah apa yang telah dilakukan
oleh sahabatmu Abu Bakar kepadaku." Lalu Rasulullah saw berkata, "Wahai Abu Bakar apa yang mendorongmu melakukan hal itu terhadapnya?" Lalu Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, ia telah mengucapkan perkataan yang besar; ia mengatakan bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah miskin sedangkan mereka adalah kaya dan tidak butuh kepada-Nya." Namun Finhash tidak mengakui hal tersebut, lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, "Ketika Allah SWT menurunkan ayat, (مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا) _"Siapakah yqng mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik"_ kaum Yahudi datang menemui Rasulullah saw. dan berkata, "Wahai Muhammad, Tuhanmu ternyata miskin, Dia meminta kepada para hamba-Nya." Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Tidak ada sebuah bangsa di dunia ini yang pernah melakukan kejahatan yang keji seperti yang dilakukan oleh bangsa yahudi. Kejahatan yang mereka lakukan tidak hanya terbatas pada manusia saja, akan tetapi hingga terhadap Allah SWT dan para rasul. Mereka berkata, "Sesungguhnya Allah SWT miskin dan kami kaya." Mereka membunuh para Nabi tanpa salah dan tanpa alasan yang benar. Oleh karena itu, di dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengecam dan mengancam mereka dengan adzab api neraka atas perbuatan dan kejahatan mereka.

Baik para leluhur kaum yahudi maupun keturunannya semuanya setuju dan mendukung bentuk-bentuk kejahatan tersebut. Oleh karena itu, Al-Qur'an menisbatkan kejahatan-kejahatan yang sebenarnya dilakukan oleh para leluhur kaum Yahudi tersebut kepada keturunan Yahudi yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw.. Padahal jarak antara mereka dengan para leluhur mereka yang melakukan kejahatan tersebut sekitar 700 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa, rela terhadap kemaksiatan adalah sebuah kemaksiatan. *Abu Dawud* meriwayatkan dari *al-'Urs bin 'Umairah al-Kindi* dari *Rasulullah saw beliau bersabda:*

_"Jika ada sebuah kemaksiatan dilakukan di muka bumi, maka orang yang menyaksikannya lalu membencinya atau mengingkarinya, maka ia berarti seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyaksikannya, lalu ia rela terhadap kemaksiatan tersebut, maka berarti ia seperti orang yang menyaksikannya."_

Di antara kejahatan-kejahatan kaum Yahudi adalah kebohongan yang sangat jelas yang mereka buat-buat terhadap Allah SWT, yaitu perkataan mereka, bahwa Allah SWT memerintahkan dan menurunkan kitab kepada mereka di antara isinya tertulis, mereka jangan beriman kepada seorang rasul yang mengaku bahwa ia memang utusan Allah SWT, sebelum ia mendatangkan kurban yang dimakan api. Hal ini termasuk bentuk mukjizat yang membuktikan kebenaran seorang rasul. 

Lalu Allah SWT membantah dan mementahkan klaim dan kebohongan yang mereka buat-buat tersebut dengan menegaskan bahwa mukjizat-mukjizat yang ada pada diri Nabi Muhammad saw. sudah menjadi bukti nyata dan kuat akan kebatilan dan kebohongan klaim mereka tersebut. Begitu juga halnya dengan mukjizat-mukjizat Nabi Isa a.s.. Dan barangsiapa yang diketahui kebenaran dan kejujurannya, maka wajib membenarkannya.

Namun masalahnya di sini adalah masalah pembangkangan dan penentangan, bukan masalah puas dan percaya dengan bukti kebenaran, hujjah dan dalil, karena seandainya masalahnya adalah masalah yang kedua, maka jelaslah urusannya dan jelaslah jalan yang ada. Manusia pada masa lalu, sekarang dan kapan pun sama, ada sebagian yang tunduk menerima kebenaran dan merespons panggilannya seperti yang dilakukan banyak dari umat manusia yang di antaranya adalah sebagian kaum Yahudi yang menerima dakwah Islam dan Al-Qur'an.

Namun ada pula sebagian manusia yang secara terang-terangan menantang dan menolak kebenaran, membela kebatilan dan kesesatan, berpaling dari seruan Allah SWT yang penuh kebaikan dan yang pasti membawa kebaikan, kemanfaatan dan menjamin kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login