SURAH ALI 'IMRAN 187-189

ALI 'IMRAN (56)

ALI 'IMRAN 187-189

PENGAMBILAN JANJI DARI AHLI KITAB BAHWA MEREKA AKAN MENERANGKAN KITAB SUCI KEPADA MANUSIA, SIKAP MEREKA YANG GEMAR DIPUJI KARENA SESUATU YANG SEBENARNYA TIDAK MEREKA LAKUKAN

SEBAB TURUNNYA AYAT

*Sebab Turunnya Ayat 188:*
*Imam Bukhari dan Imam Muslim* meriwayatkan melalui jalur *Humaid bin Abdurrahman bin Auf,*

"Bahwa Marwan berkata kepada penjaga pintunya, "wahai Rafi', pergilah kamu menemui, Ibnu Abbas r.a. dan katakan kepadanya, "Sungguh jika setiap orang dari kami yang merasa gembira dengan apa yang telah ia lakukan dan senang untuk dipuji atas sesuatu yang tidak dilakukannya, akan diadzab, maka sungguh kita semua tentunnya akan diadzab." Lalu Ibnu Abbas r.a. berkata, " Apa hubungan kalian dengan ayat ini (ayat 185 surah Ali 'Imran)? Sesungguhnya ayat ini tidak lain turun diperuntukkan bagi Ahli Kitab. Nabi Muhammad saw. bertanya kepada mereka tentang suatu hal, namun mereka menyembunyikannya dan tidak,  menyampaikannya kepada beliau, akan tetapi mereka menyampaikan kepada beliau sesuatu yang  lain yang tidak benar. Lalu mereka pergi dengan seolah-olah membuktikan dan mengatakan kepada beliau bahwa mereka telah menyampaikan kepada beliau apa yang belia tanyakan dan mereka ingin dipuji atas apa yang telah lakukan tersebut serta mereka merasa gembira dengan apa yang telah mereka lakukan itu, ayitu menyembunyikan kebenaran apa yang ditanyakan oleh beliau kepada mereka."

*Imam Bukhari dan Imam Muslim* meriwayatkan dari *Abu Sa'id al-Khudri:*

"Bahwa ada beberapa orang munafik pada masa Rasulullah saw. jika betiau pergi berperang, maka mereka sengaja tidak ikut dan mereka gembira dengan ketidaksertaan mereka tersebut. Lalu Ketika Rasulullah SAW Kembali, maka mereka berapologi, bersumpah-sumpah dan meminta maaf kepada Rasulullah SAW dan mereka ingin dipuji atas apa yang tidak mereka lakukan, lalu turunlah ayat ini".

Di dalam tafsir, *Abdurrazzaq* meriwiyatkan dari *Zaid bin Aslam* bahwa *Rafi' bin Khadij dan Zaid bin Tsabit* suatu Ketika berada bersama Marwan. Lalu Marwan berkata, "Wahai Rafi' dalam hal apa ayat ini (ayat 188 surah Ali 'Imran) turun?" Rafi' berkata: "Ayat tersebut turun berkaitan dengan beberapa orang munafik, jika Rasulullah saw. pergi perang, maka mereka meminta maaf kepada beliau seraya berkata, "Kami tidak ikut bersama kalian tidak lain dikarenakan ada suatu kesibukan, sungguh sebenarnya kami sangat ingin ikut bersama kalian." Lalu turunlah ayat ini." Namun Marwan tidak setuju dengan penjelasan Rafi' ini, sehingga hal ini membuat Rafi' sedih dan gelisah.

Lalu ia berkata kepada Zaid bin Tsabit, "Saya mengingatkanmu kepada Allah, apakah kamu mengetahui apa yang saya katakana tersebut?" Zaid bin Tsabit berkata, "Benar".

*Al-Hafizh Ibnu Hajar* berkata, "Kedua riwayat ini dimungkinkan untuk dikomparasikan, yaitu bahwa ayat ini turun berkaitan dengan kedua kelompok tersebut, yaitu kelompok Ahli Kitab yang menyembunyikan kebenaran dan kelompok kaum munafik yang tidak ikut pergi berperang."

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini mengandung kecaman, peringatan, bantahan, pengingkaran dan penyangkalan. Ayat ini mencela dan mengecam Ahli Kitab yang diperintahkan untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw. dan menjelaskan berita tentang diri dan sifat-sifat beliau, namun mereka malah menyembunyikannya. *Ada tiga kewajiban yang bisa dipahami dari ayat ini*, yaitu,

1. Ulama berkewajiban menjelaskan dan mengajarkan kitab Allah SWT kepada manusia serta menerangkan kandungan-kandungannya berupa nasihat, petunjuk dan rahasia-rahasia hukum baik yang bersifat khusus maupun umum.

2. Kewajiban menjelaskan agama (Islam) kepada kaum Muslimin agar mereka memahami agama secara benar dan menyadari bahwa agama adalah satu-satunya jalan atau solusi untuk menyelamatkan umat dari kemunduran, kelemahan dan kerusakan.

3. Menjelaskan hukum-hukum agama kepada non-Muslim dan mengajak mereka kepada jalan yang lurus, supaya mereka bisa mendapatkan petunjuk.

Ayat ini juga mengandung peringatan agar jangan sampai rneniru perilaku kaum Ahli Kitab dan kaum munafik yang menyembunyikan kebenaran, mengubah dan memalsukan arti serta maksud-maksud yang terkandung di dalam kitab suci yang diturunkan serta sengaja tidak ikut pergi berjihad dengan membuat alasan-alasan yang dusta.

Begitu juga, ayat ini mengandung bantahan dan sangkalan terhadap kaum Yahudi yang menisbatkan kemiskinan kepada Allah SWT dan menisbatkan keadaan kaya kepada diri mereka atau dengan kata lain, menyatakan bahwa Allah SWT miskin sedangkan mereka kaya, bantahan dan sangkalan tersebut adalah bahwa sesungguhnya Allah SWT pemilik langit dan bumi beserta isinya, Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu dan memiliki kekuasaan yang meliputi segala sesuatu.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login