YUUNUS (32)
Surah Yuunus Ayat 83-87
BAGIAN KETIGA: BERIMANNYA SEKELOMPOK BANI ISRAIL KEPADA DAKWAH MUSA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:
Walaupun adanya mukjizat yang sangat luar biasa dari Musa dan kemenangannya atas para penyihir dimana tongkatnya dapat memakan semua apa yang telah didatangkan oleh para penyihir berupa alat-alat sihir mereka, tidak banyak yang beriman dari kaumnya itu kecuali sekelompok kecil dari anak-anak bani Israil, dan sesungguhnya setelah perjalanan waktu yang panjang orang-orang yang tua itu mati dan yang tersisa adalah anakanak muda itu, merekalah yang beriman. Ada yang mengatakan bahwak kelompok kecil itu dari kaum Fir’aun, di antara mereka adalah yang beriman dari keluarga Fir'aun, dan penjaga gudang Fir'aun dan istrinya, dan perempuan penyisir rambut anak Fir'aun dan istri penjaga gudangnya.
YUUNUS (31)
Surah Yuunus Ayat 79-82
BAGIAN KEDUA: FIR’AUN MENDATANGKAN PARA PENYIHIR UNTUK MELAWAN SERUAN MUSA A.S.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ini adalah sebuah pertarungan antara yang hak dan yang batil, antara mukjizat dan sihir, dan mukjizat itu adalah ayat atau tanda-tanda llahiyah di luar kebiasaan yang ada yang dengannya Allah SWT mendukung kebenaran para nabi dan supaya manusia mendapat kepuasan hati untuk memercayai da’wah dan seruannya. Adapun sihir itu adalah pemutarbalikan dan penipuan yang tidak ada kebenarannya sama sekali, maka dia tidak akan bisa berbuat apa-apa di hadapan sesuatu yang hakiki yang tidak ada di dalamnya sedikit pun bentuk pemutarbalikan kebenaran.
Dan makna ini terkandung dalam ayat (إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ ٱلْمُفْسِدِينَ) maksudnya bahwa tipu daya sihir tidak bisa membuat kemudharatan kepada seseorang. Maka dari itu para ulama berpendapat "Tak ada yang terkena sihir kecuali Allah SWT akan menjaganya dari sihir itu.”
YUUNUS (30)
Surah Yuunus Ayat 75-78
KISAH MUSA A.S. DAN FIR'AUN BAGIAN PERTAMA: DIALOG ANTARA MUSA DAN FIR'AUN
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ وَهَـٰرُونَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ بِـَٔايَـٰتِنَا فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًۭا مُّجْرِمِينَ ٧٥
*Artinya*: _Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Hārūn kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa._
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰذَا لَسِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ ٧٦
*Artinya*: _Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran 1# dari sisi Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata"._
1#- Maksudnya, tanda-tanda kekuasaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā
قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَـٰذَا وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّـٰحِرُونَ ٧٧
*Artinya*: Musa berkata, "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan"._
YUUNUS (29)
Surah Yuunus Ayat 74
KEBIASAAN UMAT-UMAT TERDAHULU DALAM MENDUSTAKAN PARA NABI
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْمُعْتَدِينَ ٧٤
*Artinya*: _Kemudian sesudah Nūḥ, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya 1#. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas._
1#- Maksudnya, mereka sebelum diutus rasul biasa mendustakan yang hak.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 95 dari 248