YUUNUS (31)
Surah Yuunus Ayat 79-82
BAGIAN KEDUA: FIR’AUN MENDATANGKAN PARA PENYIHIR UNTUK MELAWAN SERUAN MUSA A.S.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ini adalah sebuah pertarungan antara yang hak dan yang batil, antara mukjizat dan sihir, dan mukjizat itu adalah ayat atau tanda-tanda llahiyah di luar kebiasaan yang ada yang dengannya Allah SWT mendukung kebenaran para nabi dan supaya manusia mendapat kepuasan hati untuk memercayai da’wah dan seruannya. Adapun sihir itu adalah pemutarbalikan dan penipuan yang tidak ada kebenarannya sama sekali, maka dia tidak akan bisa berbuat apa-apa di hadapan sesuatu yang hakiki yang tidak ada di dalamnya sedikit pun bentuk pemutarbalikan kebenaran.
Dan makna ini terkandung dalam ayat (إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ ٱلْمُفْسِدِينَ) maksudnya bahwa tipu daya sihir tidak bisa membuat kemudharatan kepada seseorang. Maka dari itu para ulama berpendapat "Tak ada yang terkena sihir kecuali Allah SWT akan menjaganya dari sihir itu.”
Strategi Musa dengan dia mempersilakan para penyihir-penyihir itu untuk memulai melemparkan merupakan kecakapan dan keyakinan penuh dengan apa yang dia miliki berupa mukjizat dan tanpa mempedulikan para pesihir, karena semua apayang mereka lakukan berupa memutar-balikkan penglihatan manusia sehingga membuat mereka takut ketika para penyihir itu melemparkan tali dan tongkat mereka. Semua itu akan terlihat ketidakbenarannya dan kebatilannya dengan dia melemparkan tongkatnya yang berubah menjadi ular besar dan memakan semua tali-tali dan tongkat mereka, dan benar apa yang Musa katakan sebelum pertarungan ini ( مَا جِئْتُم بِهِ ٱلسِّحْرُ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبْطِلُهُۥٓ ۖ). "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya."
Saat itu para penyihir baru sadar kekalahan mereka dan baru tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Musa bukanlah bentuk sihir karena sesungguhnya mereka adalah orangorang yang paling tahu tentang seni sihir, makanya mereka tidak menentangnya dan Allah SWT melapangkan hati mereka untuk beriman. Saat itu akal dan pikiran mulai terbangun di dalam diri mereka sehingga mereka pun tidak takut dengan ancaman Fir'aun, mereka mengumumkan keimanan mereka kepada Tuhannya Musa dan Harun, sementara Fir’aun dan para pemukanya gagal dan mereka adalah orang-orang yang merugi, mereka pasti dijebloskan ke dalam neraka karena sikap keras mereka untuk tetap kafir.
KESIMPULAN
Yang dapat diambil inti sarinya dari ayat ini adalah bahwa sihir adalah pemutarbalikan dan penipuan yang batil, dan Allah SWT akan memperlihatkan kebaikan itu dan akan memusnahkan kebatilan meskipun orang-orang yang berdosa tidak menyukainya yaitu mereka yang tetap dalam kekafiran dan kezaliman.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
