YUUNUS (29)
Surah Yuunus Ayat 74
KEBIASAAN UMAT-UMAT TERDAHULU DALAM MENDUSTAKAN PARA NABI
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْمُعْتَدِينَ ٧٤
*Artinya*: _Kemudian sesudah Nūḥ, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya 1#. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas._
1#- Maksudnya, mereka sebelum diutus rasul biasa mendustakan yang hak.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini menunjukkan pada hal berikut ini.
1. Pendustaan kepada para nabi telah menjadi kebiasaan di tengah umat manusia, disebabkan pengaruh apa yang telah ada pada mereka sebelum diutusnya para rasul itu berupa watak kekafiran yang melekat dalam diri mereka.
2. Kunci mati atau menutup hati maknanya adalah ungkapan tentang pembangkangan dan penolakan serta sikap mengecewakan.
3. Allah SWT telah membinasakan umat-umat yang mendustakan para rasul dan menyelamatkan mereka beriman bersamanya.
4. Ahlus Sunnah mengambil dalil dari ayat ini bahwa Allah SWT bisa jadi tidak memberikan nikmat iman kepada orang yang mukallaf disebabkan pembangkangan dan watak kekafirannya serta pendustaannya kepada para rasul itu.
5. Dalam ayat ini ada dalil yang menunjukkan bahwa perbuatan itu terjadi dengan kekuasaan Allah SWT dan usaha hamba yaitu bahwa Allah SWT menciptakan kekuasaan bagi manusia dan hamba itu menggunakannya sesuai dengan apa yang dipilihnya baik berupa kebaikan maupun kejahatan.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
