YUUNUS (28)
Surah Yuunus Ayat 71-73
KISAH NUH A.S. BERSAMA KAUMNYA
۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةًۭ ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ وَلَا تُنظِرُونِ ٧١
*Artinya*: _Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nūḥ di waktu dia berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian, janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku._
فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ ٧٢
*Artinya*: _Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun darimu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)"._
فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَعَلْنَـٰهُمْ خَلَـٰٓئِفَ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ ٧٣
*Artinya*: _Lalu, mereka mendustakan Nūḥ, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
'Ibrah dari kisah Nuh: Allah SWT menyebutkan dalam surah ini kisah Nuh a.s. dengan dua tujuan:
1. _Pertama_ agar kisah itu menjadi ibrah bagi mereka orang-orang yang kafir, yang membangkang dan lari dari tauhid dan iman kepada kenabian karena sesungguhnya Allah SWT telah mempercepat pembinasaan kaum Nuh dengan menenggelamkan mereka disebabkan mereka keras kepala dalam kekafiran dan pembangkangan.
_Kedua_ sesungguhnya peringatan dengan adzab dan siksa itu pasti terjadi, dan orang-orang kafir Mekah pernah minta dipercepat turunnya adzab yang disampaikan oleh Rasulullah saw. untuk mereka. Mereka berkata kepada beliau, "kamu bohong, sesungguhnya adzab itu tidak bakal datang kepada kami." Allah SWT menyebutkan kisah Nuh agar beliau dapat menerangkan kepada mereka bahwa apa yang telah adzab yang diingatkan oleh Nuh kepada kaumnya akhirnya benar-benar terjadi persis seperti yang telah disampaikan kepada mereka, begitu juga setiap adzab yang kamu ingatkan kepada mereka.
2. Mengamati sikap yang ada dengan membandingkan antara sikap-sikap itu: sikap Nuh dan sikap kaumnya, sikap Nuh a.s. adalah sikap seorang Mukmin yang kukuh dan teguh yang tidak takut pada bentuk kesusahan apa pun dan tidak mengenal keraguan, dan takut mati dalam menjalankan dakwahnya, berani menantang orang banyak apa yang mereka ingini untuk diperbuat terhadap dirinya. Sikap kaumnya adalah sikap penakut yang lemah, malu-malu dan ragu-ragu yang tidak bisa mengambil keputusan yang tegas dalam perkara Nuh yang memang selalu dijaga oleh kewibawaan iman dan sebagaimana dijaga dari segala bentuk tipu daya dan kejahatan mereka.
3. Kalimat dan perkataan Nuh kepada mereka yang kafir Kalimat dan perkataan Nuh terdiri dari susunan kalimat syarat dan balasan, adapun yang syarat, di dalamnya ada dua hal Pertama: (إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى) jika berat bagi kalian tinggalku ini yaitu berat dan susah karena dia tinggal bersama mereka selama sembilan ratus lima tahun dan karena apa yang telah dibuat-buat oleh orang-orang kafir berupa keyakinan yang salah dan aqidah serta manhaj yang batil, kebanyakan orang yang membuat-buat aliran dalam agama berat baginya untuk menggantinya.
Hal yang Kedua: (وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah karena sesungguhnya orang yang tamak dan lupa daratan dengan kenikmatan dunia, dia akan selalu lari dan jauh dari perkara ketaatan kepada Allah dan mencegah diri dari kemaksiatan dan kemunkaran.
Adapun balasan atas syarat itu, yaitu ada lima perkara:
_Pertama_: (فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ) maka kepada Allah-lah aku bertawakal yaitu bahwa kemarahan kalian yang memuncak kepadaku dengan kalian menyakiti aku membuat aku tidak membalas kejahatan itu kecuali dengan aku bertawakal kepada Allah SWT dan ini merupakan tawakal kepada Allah darinya dalam menolak kejahatan yang ada dan menunjukkan bahwa dia memang selamanya bertawakal kepada Allah SWT.
_Kedua_: ( فَأَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ) karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu yaitu teguhkanlah tekad kalian atas perkara yang memang kalian kehendaki terhadap diriku, dan upayakanlah usaha keras kalian dalam menipu daya aku bersama para sekutu-sekutu berhala kalian yang selalu kalian sebut sebagai tuhan. Dan dalam hal ini ada sebuah tantangan keras terhadap rencana dan tipu daya mereka.
_Ketiga_: (ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً) Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan yaitu jadikanlah keputusan kalian itu jelas dan nyata tanpa ditutup-tutupi seperti yang kalian kehendaki. Dalam hal ini menunjukkan kesiapan untuk menghadapi segala keputusan mereka dengan terang-terangan dan berani, dengan jiwa besar dan penuh kesabaran.
_Keempat_: (ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ) maksudnya yaitu lakukanlah keinginan untuk menyakiti diriku sesuai dengan ancaman kalian kepadaku, dan ini merupakan dalil tentang penolakan dan ketidakpedulian dengan keputusan yang akan mereka ambil dan lakukan.
_Kelima_: (وَلَا تُنظِرُونِ) yaitu janganlah kalian menunda-menunda setelah kalian memberitahukannya kepadaku sesuai dengan apa yang telah kalian sepakati, dan ini merupakan keberanian yang luar biasa karena dia tidak butuh pada peringatan atau penundaan. Dan ini pun merupakan tanda-tanda kenabian, karena sesesungguhnya Allah SWT telah memberitahukan mereka bahwa tak ada satu kejahatan yang akan sampai kepadanya karena Allah SWT-lah Yang menjaga para nabi-Nya.
4. Seorang nabi dalam dakwahnya tidak meminta upah dari siapa pun (فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ) para ulama tafsir berpendapat, ini merupakan isyarat bahwa nabi tidak mengambil dari mereka harta apa pun atas dakwah yang dilakukannya kepada mereka ke agama Allah SWT dan selama manusia itu bersih dari ketamakan harta, maka kata-katanya lebih membekas di dalam hati. Begitulah sirah semua para nabi.
5. Ketetapan pada prinsip (إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ) di sini ada dua pendapat.
_Pertama_- Sesungguhnya kalian entah kalian menerima agama Islam atau kalian tidak menerimanya, sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang memeluk agama Islam.
_Kedua_- Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berserah diri dalam resiko apa pun yang menimpa diriku demi dakwah ini. *Imam ar-Raazi* berkata, "Pendapat ini lebih tepat dengan kondisi ini, karena sesuai dan sejalan dengan firman Allah SWT yang sebelumnya (ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ)
6. Akibat kisah ini antara Nuh dan kaumnya.
Dari dialog yang begitu tajam antara Nuh dan kaumnya yang kafir ada beberapa hasil yang sangat penting. Adapun bagi Nuh dan para pengikutnya, ada dua perkara yaitu bahwa Allah SWT telah menyelamatkan mereka dari orang-orang yang kafir dan menjadikan mereka sebagai khalifah yang berarti bahwa mereka menggantikan mereka yang telah binasa tenggelam.
Bagi mereka yang kafir yaitu bahwa Allah SWT telah menenggelamkan mereka dengan badai topan dan membinasakan mereka. Kisah ini merupakan sebuah penghalang bagi orang-orang melanggar perintah agama agar mereka takut akan turun kepada mereka seperti apa yang telah diturunkan kepada kaumnya Nuh, dan sebagai ajakan kepada orang-orang yang beriman untuk terus tetap dalam iman.
Cara seperti ini dalam hal _targhib_ (ajakan) dan ancaman, jika disampaikan dalam bentuk cerita tentang orang-orang yang terdahulu, akan lebih mengena ketimbang dalam bentuk ancaman langsung. Dan penjabaran tentang kisah ini disebutkan dalam surah lainnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
