Surah Yuunus Ayat 62-64

YUUNUS (25)

Surah Yuunus Ayat 62-64

PARA WALI ALLAH SWT SERTA SIFAT-SIFAT DAN BALASAN MEREKA

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ٦٢

*Artinya*: _Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ ٦٣

*Artinya*: _(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa._

لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ٦٤

*Artinya*: _Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat ini meletakkan batas pemisah di hadapan orang yang mengada-ada, dan menjelaskan bahwa para wali Allah SWT adalah orang-orang yang beriman dan bertakwaa. Diriwayatkan *Sa'id bin Jabiir* bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, _"Siapakah para wali Allah itu?"_ Dan beliau bersabda, _"Mereka adalah orang-orang disebut Allah dengan melihat mereka."_  *Umar bin Khaththab* berkata-dalam hadits yang diriwayatkan oleh *Abu Dawud* -aku mendengar *Rasulullah saw. pernah bersabda*:

_"Sesungguhnya dari hamba-hamba Allah, ada hamba-hamba yang mereka bukanlah para nabi dan mereka pun bukanlah para syuhada, para nabi dan para syuhada berharap mendapatkan nikmat seperti mereka di hari Kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah SWT Umar bertanya: Wahai Rasulullah saw. ceritakan kepada kami siapa mereka itu dan apa saja amal perbuatan mereka, barangkali kami dapat mencintai mereka? Beliau berkata Mereka satu kaum yang saling mencintai karena Allah SWT tanpa ada ikatan rahim di antara mereka, dan tidak pula karena harta yang mereka saling memberi, dan demi Allah, sesungguhnya wajah mereka bercahaya dan mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak merasa takut pada saat manusia merasa takut, mereka pun tidak merasa sedih di saat manusia bersedih, kemudian beliau membaca ayat "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"_ *(HR. Abu Dawud)* #

_#(Ibnu Katsir berkata Ini adalah isnad yang baik namun isnad ini terputus antara Abu Zar'ah dan Umar bin Khaththab, akan tetapi Imam Ahmad meriwayatkannya dari Abu Malik al-Asy'ari dan Ibnu Jariir meriwayatkannya dari Abu Hurairah.)_

Betapa besar dan agungnya motivasi ini untuk melakukan amal saleh dan memiliki sifat-sifat wali Allah SWT seperti yang disebutkan oleh ayat ini, yaitu yang terangkum dalam firman Allah SWT (لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ) dan dalam berita gembira itu ada sebuah isyarat akan janji untuk menolong dan memenangkan mereka dari musuh-musuh Allah SWT Kalimat _al-busyraa_ (ٱلْبُشْرَىٰ) maknanya adalah berita yang menggembirakan atau berita yang berisikan kebaikan, karunia dan pemberian balasan. _Busyraa'_ ini menggabungkan antara dua kebahagiaan di dunia dan akhirat, untuk di dunia berupa pertolongan dan kemenangan dan pujian yang baik, sementara di akhirat adalah kemenangan dan keselamatan serta mendapatkan surga dan kenikmatannya yang abadi dan kekal. Sesungguhnya janji Allah SWT tidak ada pengingkarannya dan tidak ada perubahan bagi pemberitaan-Nya, untuk itu tidak ada satu apa pun yang dapat menghapusnya dan dia pasti terjadi seperti apa yang diberitakan, betapa agungnya hal itu dan betapa mulianya hamba yang mendapat berita gembira itu dan dicintai-Nya, betapa berbahagianya mereka yang mendapat berita gembira itu, semoga Allah SWT menjadi kita termasuk dalam golongan ini.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login