HUD (4)
Surah Huud Ayat 8 - 11
SIKAP ORANG MUKMIN DAN KAFIR KETIKA MENDAPAT NIKMAT DAN ADZAB
وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍۢ مَّعْدُودَةٍۢ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ٨
*Artinya*: _Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" Ingatlah, pada waktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya._
وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِنَّا رَحْمَةًۭ ثُمَّ نَزَعْنَـٰهَا مِنْهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٌۭ كَفُورٌۭ ٩
*Artinya*: _Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih._
HUD (3)
Surah Huud Ayat 6 - 7
KARUNIA, ILMU, DAN KEKUASAAN ALLAH
۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ ٦
*Artinya*: _Dan tidak ada suatu binatang melata 1# pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya 2#. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ)._
1#- Maksud "binatang melata" di sini ialah segenap makhluk Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang bernyawa.
2#- Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan "tempat berdiam" di sini ialah dunia dan "tempat penyimpanan" ialah akhirat. Menurut sebagian ahli tafsir yang lain, maksud "tempat berdiam" ialah tulang sulbi dan "tempat penyimpanan" ialah rahim.
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ ٧
*Artinya*: _Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan adalah arasy-Nya di atas air agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya1# dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Ini2# tidak lain hanyalah sihir yang nyata"._
1#- Maksudnya, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjadikan langit dan bumi untuk tempat berdiam makhluk-Nya serta tempat berusaha dan beramal agar nyata di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā .
2#- Maksud mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kata "Ini" ialah Al-Qur`ān ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit.
HUD (2)
Surah Huud Ayat 5
PENGINGKARAN ORANG-ORANG KAFIR ATAS KEBENARAN
أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا۟ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٥
*Artinya*: _Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad) 1#. Ingatlah, pada waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
1#- Maksudnya, menyembunyikan perasaan permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam.
HUD (1)
Surah Huud Ayat 1 - 4
KERAPIAN AL-QUR'AN, DAKWAH UNTUK MENYEMBAH ALLAH, TOBAT KEPADA-NYA SERTA BERIMAN KEPADA HARI KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut ini.
1. Semua ayat Al-Qur'anul Karim tersusun rapi, tidak ada cacat dan tidak ada pula yang salah. Tersusun rapi baik secara lafal maupun makna, tak ada yang bertentangan di dalamnya dan tidak pula timpang tindih, dijelaskan secara rinci, sempurna serta komprehensif semua dalil yang menunjukkan tauhid, kenabian, hari kebangkitan dan lainnya. Semua ayatnya sangat sempurna baik dari segi bentuk maupun maknanya, Al-Qur'an memberi kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Firman-Nya (ألَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَ الَّذِ ينَ مِنْ قَبْلِكُمْ) adalah dalil adanya sang Pencipta.
2. Dakwah Al-Qur'an sangat jelas mengarah kepada realisasi penyembahan terhadap Tuhan Pencipta Yang memberikan nikmat dan karunia, pengkhususan-Nya serta pengesaan-Nya dalam beribadah, tanpa ada sekutu apa pun selain-Nya. Ayat ini mengandung perintah untuk beribadah kepada Allah dan larangan beribadah kepada selain Allah SWT
Inspirasi Qur'ani
Halaman 92 dari 248