Surah Yuunus Ayat 104-107

YUUNUS (38)

Surah Yuunus Ayat 104-107

IKHLAS BERIBADAH KARENA ALLAH SWT DAN MEMBUANG JAUH KEMUSYRIKAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat ini menunjukkan dua perkara. 

_Pertama_, pengkhususan ibadah hanya kepada Allah SWT dan membuang jauh kemusyrikan. _Kedua_, penjelasan bahwa pemberi musibah dan manfaat adalah Allah SWT, sehingga wajib beribadah hanya kepada-Nya.

Adapun pengkhususan beribadah dan ikhlas dalam melakukannya dengan sempurna, Allah SWT telah memilih dan meminta enam kaidah yang dipahami dari tiga ayat pertama di atas, yaitu sebagai berikut.

1. Larangan mutlak dan _qath'i_ beribadah kepada selain Allah SWT dalam bentuk dan cara bagaimanapun.

2. Beribadah hanya kepada Allah SWT dan tidak kepada selain-Nya; karena Dialah yang menghidupkan dan mematikan juga hanya kepada-Nya tempat kembali.

3. Pembenaran atau iman yang sempurna yang tidak tercampur dengan keraguan apa pun terhadap ayat-ayat Allah.

4. Istiqamah terhadap perintah agama dengan menunaikan kewajiban dan menjauhkan keburukan, juga dengan meninggalkan semua kecondongan dari selain agama dan syari’at, maka firman-Nya (وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًۭا) sebagaimana *ar-Raazi* berkata Adalah isyarat untuk lebih menyelami cahaya iman dan menolak dengan sepenuh jiwa dari selainnya. 

5. Menjauhkan semua bentuk kemusyrikan yang benar-benar jelas menyembah patung dan semisalnya, hal ini dipahami dari ayat (وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ) juga menjauhkan yang disebut dengan kemusyrikan tersembunyi, yaitu ria, dan ini yang dimaksud dari firman-Nya

6. Larangan menyembah apa pun selain Allah SWT yang tidak dapat meberikan manfaat juga mudharat, tidak bisa memberi faedah sedikit pun, tidak bermanfaat di sisi Allah sedikit pun dan juga tidak memberi manfaat bagi yang menyembah dan yang meminta kepadanya. Perumpamaan menyembah dan mengagungkan kepada yang bukan pemilik keagungan dan kebesaran seperti itu adalah kezaliman yang nyata, karena telah menyembah yang tidak layak disembah, menghilangkan dan membuat sia-sia usaha, juga tidak ada yang diperoleh sedikit pun dari ibadahnya.

Adapun manfaat dan bencana serta mengambil kebaikan dan menolak keburukan, yaitu tidak mengharapkan kebaikan dari selain Allah SWT, tidak meminta penolakan musibah kepada selain Allah, tidak ada pemberi karunia selain Allah, dan tidak ada yang dapat menghilangkan keburukan selain Allah Azza wa Jalla. Dialah Allah SWT Maha Pengampun dalam kondisi apa pun bagi siapa saja yang memohon ampun kepada-Nya, Maha Pengasih bagi siapa saja yang bertobat dan kembal kepada-Nya, meskipun tergolong maksiat dan dosa besar seperti syirik. Pada firman Allah SWT (....وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ) terdapat penjelasan bahwa kebaikan dan keburukan, manfaat dan mudharat, semuanya kembali hanya kepada Allah SWT, tidak seorang pun yang bersekutu kepada-Nya pada yang demikian itu, hanya Dialah yang patut disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka ayat ini adalah sebagai penegas ayat yang sebelumnya dan pelengkap yang di dalamnya, juga sebagai bukti bagi siapa saja yang memiliki akal sehat bahwa yang patut disembah hanyalah Allah SWT, yang mengangkat musibah dan keburukan, dan yang memberi karunia dan kebaikan. *Al-Hafiz Ibnu 'Asakir* meriwayatkan dari *Anas bin Malik* bahwa *Rasulullah saw. bersabda*:

_“Mohonlah kebaikan waktumu seluruhnya, dan carilah anugrah Tuhanmu, sungguh Allah memiliki anugrah yang banyak dari rahmat-Nya, Dia memberikannya bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan mohonlah agar Dia menutup keburukan-keburukanmu serta memelihara keelokanmu.”_

_Maghfirah_ (ampunan) dan rahmat Allah SWT mencakup semua yang bertobat dan yang bertawakal kepada-Nya, dosa apa pun yang telah diperbuat, bahkan dosa syirik sekalipun, sungguh Allah SWT akan menerima tobatnya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login