*THAAHAA (13)*
*KISAH NABI MUSA*
*TEGURAN KERAS NABI MUSA KEPADA NABI HARUN KARENA BANI ISRA'IL MENYEMBAH PATUNG LEMBU, DAN DILEMPARKANNYA PATUNG TERSEBUT KE DALAM LAUT SERTA PENGESAAN TUHAN YANG HAQ*
*Surah Thaahaa Ayat 90-98*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut.
1. Nabi Harun sangat mengingkari perbuatan Samiri dan para pengikutnya yang menyembah patung lembu sebelum kembalinya Nabi Musa, namun mereka membangkang peringatan dari Nabi Harun, bahkan mereka hampir membunuhnya, dan mereka pun terus menyembah patung lembu tersebut hingga Nabi Musa kembali. Mereka ingin melihat apakah Nabi Musa menyetujui apa yang mereka lakukan atau tidak.
*THAAHAA (12)*
*KISAH NABI MUSA*
*PERBINCANGAN ALLAH DENGAN NABI MUSA PADA WAKTU YANG TELAH DIJANJIKAN DAN FITNAH SAMIRI YANG MENJADIKAN PATUNG LEMBU SEBAGAI TUHAN*
*Surah Thaahaa Ayat 83-89*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:
1. Nabi Musa tergesa-gesa sehingga meninggalkan tujuh puluh pemimpin dari kaumnya karena rindu kepada Allah dan karena ingin mendengar Kalam-Nya. Hal ini dia lakukan berdasarkan ijtihad darinya, akan tetapi ijtihadnya tersebut dia salah, sehingga dia layak mendapatkan teguran. Kemudian tergesa-gesa, walaupun secara umum tercela, akan tetapi di dalam masalah agama ia terpuji.
*THAAHAA (11)*
*KISAH NABI MUSA*
*DITENGGELAMKANNYA FIR'AUN DAN BALA TENTARANYA DI LAUT, DAN NIKMAT ALLAH KEPADA BANI ISRAIL*
*Surah Thaahaa Ayat 77-82*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada beberapa hal berikut:
1. Allah SWT memberi anugerah kepada Bani Isra'il dengan menyelamatkan mereka dari kezaliman Fir'aun dan kaumnya. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa untuk membuat sebuah jalan yang kering, tanpa lumpur dan air; di tengah laut. Yaitu dengan memukulkan tongkatnya pada laut tersebut lalu laut itu terbelah dan menjadi kering karena berbagai sebab yang telah Allah siapkan, seperti dengan adanya angin. Nabi Musa tidak khawatir akan tersusul oleh Fir'aun dan tentaranya, juga tidak takut akan tenggelam di dalam laut.
2. Fir'aun ikut masuk ke laut setelah mengutus satu kelompok dari bala tentaranya untuk menyusul Bani Isra'il. Ketika dia melihat tidak terjadi apa-apa pada mereka, maka dia memerintahkan seluruh bala tentaranya untuk melanjutkan perjalanan di bawah pimpinannya ke dalam laut. Fira'un bersama bala tentaranya berusaha menyusul Bani Isra'il, kemudian air laut menenggelamkan mereka semua dan tidak ada seorang pun yang selamat.
*THAAHAA (10)*
*KISAH NABI MUSA*
*PERTANDINGAN ANTARA NABI MUSA DENGAN PARA PENYIHIR, SERTA KEIMANAN MEREKA KEPADA ALLAH SWT*
*Surah Thaahaa Ayat 65-76*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulan sebagai berikut:
1. Etika yang baik akan membawa faedah di dunia dan akhirat. Ketika Nabi Musa memberi pilihan kepada para penyihir apakah dia melempar tongkatnya terlebih dahulu ataukah mereka yang melempar tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terlebih dahulu, maka hal itu membuat mereka mendapatkan taufik untuk beriman. Ketika Nabi Musa membiarkan mereka melempar tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terlebih dahulu dan jumlah mereka adalah banyak, Nabi Musa ditolong oleh Allah. Sehingga tongkatnya yang berubah menjadi ular menelan semua tali dan tongkat yang mereka lemparkan. Dan ketika itu kemunculan mukjizat lebih terasa, lebih sempurna, dan lebih jelas.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 45 dari 248