ALI 'IMRAN (5)
ALI 'IMRAN 15-17
SURGA LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN KEMEWAHANNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Biasanya, pandangan manusia bersifat pendek, sementara dan temporer. Ia tidak mau memandang jauh ke depan, tidak membandingkan antara sesuatu yang langgeng dan sesuatu yang bersifat sementara. Oleh karena itu, Al-Qur'an merupakan sesuatu paling besar yang membantu akal untuk bisa tetap berpikir dengan baik, benar dan lurus. Sesungguhnya sesuatu yang bersifat langgeng, jauh lebih baik dari pada sesuatu yang akan hilang dengan cepat.
ALI 'IMRAN (4)
ALI 'IMRAN 14
KECINTAAN KEPADA _ASY-SYAHAWAAT_ (APA-APA YANG DIINGINI SESUAI TABIAT ALAMI MANUSIA) DI DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini merupakan celaan dan kecaman terhadap para kaum yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw yang dipalingkan dari mengikuti dakwah Islam oleh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin selamat dari siksa Allah SWT kelak di hari kiamat, maka ia harus menjauhi perangkap-perangkap syahwat dan hawa nafsu yang terlarang. Karena mengikuti syahwat dan hawa nafsu bisa membinasakan
seseorang dan menjerumuskannya ke dalam neraka. *Imam Muslim* meriwayatkan dari *Anas bin Malik r.a.,*
ALI 'IMRAN (3)
ALI 'IMRAN 10 - 13
NASIB ORANG-ORANG KAFIR YANG TERPEDAYA DENGAN HARTA DAN KETURUNAN SERTA CONTOH MEREKA
Sebab Turunnya Ayat 12 - 13
*Abu Dawud* meriwayatkan di dalam kitab sunannya dan Baihaqi di dalam kitab _ad-Dalaa'il_ dari *Ibnu Abbas r.a.:*
_"Ketika Rasulullah saw. berhasil menimpakan kekalahan atas pihak kaum kafir Quraisy pada perang Badar dan kembali ke Madinah, maka beliau mengumpulkan kaum Yahudi di pasar bani Qunaiqa', lalu beliau berkata, "Wahai kaum Yahudi, masuklah Islam sebelum kalian tertimpa apa yang telah menimpa kaum kafir Quraisy." Lalu kaum Yahudi berkata, "Wahai Muhammad, jangan kamu terpedaya oleh dirimu sendiri yang telah berhasil membunuh beberapa orang dari pihak kaum kafir Quraisy. Mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak memiliki kehalian berperang. Seandainya kamu berperang melawan kami, maka ketika itu kamu baru tahu siapa kami sebenarnya dan kamu baru tahu bahwa kamu belum pernah berperang melawan orang-orang seperti kami." Lalu Allah SWT menurunkan ayat "qul lilladziina kafaruu satughlabuuna," sampai "liulil abshaar."_
ALI 'IMRAN (2)
ALI 'IMRAN 7 - 9
AL-MUHKAM DAN AL-MUTASYAABIH DI DALAM AL-QUR'AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ayat-ayat Al-Qur'an adalah ayat-ayat muhkam, hanya sebagian saja yang berupa ayat-ayat mutasyaabih. Ayat ini juga menjelaskan bahwa maksud yang terkandung di dalam ayat-ayat mutasyaabih hanya diketahui oleh Allah SWT dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Allah SWT mengajarkan kepada mereka dua doa agar mereka terjaga dan terlindungi dari _az-Zaigh_ (kecondongan kepada kesesatan) di dalam memahami ayat-ayat mutasyaabih, yaitu do'a, (رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ) dan do'a (رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ). Adapun orang-orang yang hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat _mutasyaabih_ dan membuat-buat ta'wilnya secara tidak benar untuk menimbulkan fitnah dan kesesatan.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 196 dari 248