SURAH ALI 'IMRAN 1 - 6

ALI 'IMRAN (1)


ALI 'IMRAN 1 - 6

SEBAB TURUNNYA AYAT


*Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Ishaq dan Ibnu Mundzir* meriwayatkan bahwa ayat permulaan surah Ali 'Imran ini sampai pada ayat delapan puluhan turun berkaitan dengan utusan kaum Nasrani tanah Najran yang datang kepada Rasulullah saw. Mereka terdiri dari sekitar 60 orang 14 di antaranya adalah para tokoh terkemuka mereka, di antaranya adalah, pimpinan menteri dan tokoh cendikiawan. Mereka datang menemui Rasulullah saw. untuk melakukan perdebatan seputar Isa bin Maryam. Mereka berkata kepada Rasulullah saw. "Siapakah ayah Isa?" Ada tiga orang dari mereka yang berbicara, terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah Tuhan, karena ia bisa menghidupkan orang yang telah mati." Terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah putra Tuhan, karena ia tidak memiliki ayah!' Dan terkadang mereka berkata, "Isa adalah salah seorang dari yang tiga, karena Allah SWT berfirman, _"qulnaa wa fa'alnaa"_ (maksudnya dengan menggunakan dhamiir mutakallim ma'al ghair, yaitu naa) seandainya Dia satu, maka tentu Dia berfirman, _"qultu wa fa 'altu"_ dengan menggunakan dhamiir mutakallim wahdah, yaitu tu. 



Mereka berkata dusta terhadap Allah SWT lalu Rasulullah saw. berkata kepada mereka, "Bukankah kalian tahu bahwa tidak ada seorang anak kecuali ia menyerupai ayahnya?" Mereka menjawab, "Benar." Lalu beliau berkata, "Bukankah kalian tahu bahwa Tuhan kita Maha Hidup kekal dan tidak akan mati, sedangkan Isa telah mengalami kefanaan?" Mereka berkata, "Benar." Beliau berkata, "Bukankah kalian tahu bahwa Tuhan kita terus-menerus mengatur segala sesuatu dengan menjaga dan memberinya rezeki?" Mereka berkata, "Benar." Beliau berkata,'Apakah Isa memiliki sesuatu dari semua itu?" Mereka berkata. "Tidak." Beliau berkata, "Bukankah kalian tahu sesungguhnya Tuhan kita membentuk Isa di dalam rahim sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, Tuhan kita tidak makan, tidak minum dan tidak buang hajat?" Mereka berkata, "Benar." Beliau berkata, "Bukankah kalian tahu bahwa Isa dikandung oleh ibunya seperti umumnya wanita lain yang mengandung anak, kemudian melahirkannya seperti umumnya kaum wanita melahirkan anaknya, kemudian Isa diberi makan seperti umumnya bayi-bayi yang lain, kemudian Isa makan, minum dan buang hajat?" Mereka berkata, "Benar." Beliau berkata, "Lalu bagaimana bisa kalian memiliki anggapan terhadap Isa seperti itu (maksudnya menganggapnya sebagai Tuhan)?" Lalu mereka pun terdiam, lalu Allah SWT menurunkan ayat permulaan surah Ali 'Imran sampai pada ayat delapan puluhan lebih.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT adalah Yang menurunkan kitab-kitab samawi kepada para Nabi. Kitab-kitab samawi tersebut saling membenarkan dan menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Karena kitab-kitab samawi tersebut tujuannya adalah sama, yaitu membimbing dan menunjukkan umat manusia kepada yang hak, penegasan akan keesaan Tuhan dan pengakuan akan wujud-Nya. Menurunkan kitab-kitab samawi, menciptakan manusia di dalam rahim, mengetahui rahasia langit dan bumi tanpa ada sesuatu apa pun yang samar dan tersembunyi dari-Nya baik yang bersifat global maupun terperinci, ketiga hal ini merupakan dalil dan bukti yang kuat dan pasti yang mengukuhkan bahwa sifat ketuhanan hanya milik Allah SWT semata tanpa ada satu pun dari makhluk-Nya yang menjadi sekutu bagi-Nya. Tidak seperti anggapan orang-orang yang sesat yang memiliki anggapan ada seorang manusia yang diciptakan, lemah dan butuh kepada Sang Pencipta dalam segala urusannya, mereka menganggapnya sebagai tuhan. Maha suci Allah SWT tiada Tuhan selain Dia, tidak ada pencipta dan pembentuk kecuali Dia. Semua ini menjadi dalil akan keesaan-Nya, lalu bagaimana mungkin Isa a.s. adalah tuhan yang menciptakan dan membentuk padahal ia adalah seorang manusia yang diciptakan dan dibentuk?!===

Tafsir Al Munir

KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login