*ALI 'IMRAN (17)*
*ALI 'IMRAN 52-58*
*KISAH NABI ISA DENGAN KAUMNYA YANG BERIMAN DAN YANG KAFIR*
*Sebab Turunnya Ayat 58*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Hasan al-Bashri*, ia berkata, "Suatu ketika, Rasulullah saw datang kepada dua pendeta Najran, lalu salah satunya berkata kepada beliau, "Siapakah bapak Isa?" Namun, Rasulullah saw. tidak tergesa-gesa untuk langsung menjawabnya, hingga beliau meminta jawabannya terlebih dahulu kepada Allah SWT, lalu turunlah kepada beliau ayat 58-60 dari surah Ali 'Imran ini." Di dalam pembahasan sebab turunnya ayat 59 dan 60, akan dibahas tentang penjelasan riwayat-riwayat lainnya.
*ALI 'IMRAN (16)*
*ALI 'IMRAN 45-51*
*KISAH NABI ISA A.S.*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menjelaskan tentang sebuah berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada bunda Maryam a.s., yaitu bahwa akan dilahirkan dari dirinya seorang putra yang agung dan memiliki perkara yang besar. Wujud putra tersebut adalah dengan kata dari Allah SWT yaitu, _"kun fayakuunu."_ (jadilah! maka jadilah sesuatu itu). Nama putra tersebut adalah Al-Masih, ia akan menjadi orang terkenal yang diketahui oleh setiap Mukmin.
*ALI 'IMRAN (15)*
*ALI 'IMRAN 42-44*
*KISAH MARYAM*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini mengandung penjelasan tentang dimuliakannya sayyidah Maryam a.s. atas kaum wanita seluruh alam menurut pendapat az-Zajjaj dan yang lainnya. Namun, menurut kebanyakan ulama tafsir, ayat ini menunjukkan bahwa sayyidah Maryam a.s. dimuliakan atas seluruh kaum wanita yang semasa dengannya. Di dalam ayat, kata _al-Ishthifaa'_ (pemilihan) disebut sebanyak dua kali, karena memang keduanya memiliki maksud yang berbeda. _Al-Ishthifaa'_ pertama adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sedangkan yang kedua adalah untuk melahirkan Nabi Isa a.s..
*Imam Muslim dan al-Jamaa'ah* kecuali Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Musa r.a., ia berkata, *"Rasulullah saw bersabda:*
*ALI 'IMRAN (14)*
*ALI 'IMRAN 38-41*
*KISAH NABI ZAKARIYA DAN NABI YAHYA (DOA NABI ZAKARIYA AGAR DIKARUNIAI ANAK YANG SALEH DAN KELAHIRAN NABI YAHYA)*
*[Bagian 2]*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
*Kisah Nabi Zakariya a.s.:*
*Nabi Zakariya a.s*. disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak delapan kali, yaitu di dalam surah Ali 'Imran, surah al-An'aam, surah Maryam dan di dalam surah al-Anbiyaa'.
Diketahui bahwa Nabi Zakariya a.s. adalah ayah Nabi Yahya a.s. yang memiliki peran atau andil di dalam berkhidmah di al-Haikal. Ia adalah seorang Lewi dan ia adalah suami _khaalah_ (bibi dari ibu) Maryam. Ketika Nabi Zakariya a.s. menyaksikan ayat-ayat Allah SWT yang begitu luar biasa mengagumkan, pemuliaan-Nya terhadap Maryam dan memberinya rezeki tanpa ia harus berkerja dan bersusah payah mencarinya, maka ketika itu, Nabi Zakariya a.s. berdoa kepada Allah SWT meminta agar dirinya dikaruniai anak yang baik (saleh) dan diberkahi yang nantinya akan menjadi pemimpin bagi bani Israel. Karena dirinya merasa khawatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bani Israel yang diakibatkan oleh para bawahannya yang tidak memiliki komitmen memegang syariat dengan baik. Lalu istrinya pun mengandung janin yang bernama Yahya dan ia digembirakan bahwa anaknya tersebut nantinya akan menjadi seorang Nabi. Allah SWT memberitahukan kepadanya bahwa ayat atau tanda kalau istrinya sudah hamil adalah ia tidak bisa bicara dengan orang lain selama tiga hari, ia hanya bisa berbicara dengan mereka dengan menggunakan bahasa isyarat. Nabi Zakariya a.s. dan putranya, Nabi Yahya a.s. terbunuh secara bersamaan di dalam sebuah tragedi.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 193 dari 248