*ALI 'IMRAN (17)*
*ALI 'IMRAN 52-58*
*KISAH NABI ISA DENGAN KAUMNYA YANG BERIMAN DAN YANG KAFIR*
*Sebab Turunnya Ayat 58*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Hasan al-Bashri*, ia berkata, "Suatu ketika, Rasulullah saw datang kepada dua pendeta Najran, lalu salah satunya berkata kepada beliau, "Siapakah bapak Isa?" Namun, Rasulullah saw. tidak tergesa-gesa untuk langsung menjawabnya, hingga beliau meminta jawabannya terlebih dahulu kepada Allah SWT, lalu turunlah kepada beliau ayat 58-60 dari surah Ali 'Imran ini." Di dalam pembahasan sebab turunnya ayat 59 dan 60, akan dibahas tentang penjelasan riwayat-riwayat lainnya.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Para pembawa dakwah perbaikan dan reformasi, terutama para Nabi selalu dihadapkan pada berbagai bentuk gangguan, permusuhan, penolakan, penentangan, intimidasi, pengusiran dan usaha-usaha pembunuhan. Akan tetapi, hikmah Tuhan menghendaki kebaikan tidak akan bisa redup dan hilang. Maka, oleh karena itu, Allah SWT akan selalu mempersiapkan orang-orang yang menjadi pengikut setia dan pendukung bagi para pembawa dakwah perbaikan dan reformasi.
Seorang pemimpin perlu untuk mengenali dan mengetahui siapa saja orang-orang yang benar-benar ikhlas dan setia untuk menjadi pengikut dan pendukungnya, seperti yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s. yang berusaha mengenali para pengikut setia dan para penolongnya. Agar ketika berada dalam kondisi krisis dan sulit, maka ia bisa mengandalkan mereka, sehingga mereka akan membantu memikul beban dakwah. Inilah yang dimaksud oleh ayat (مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ) "siapakah yang menjadi penolong-penolongku -di dalam menegakkan agama- Allah SWT?."
Ketika kaum bani Israel mengusir Nabi Isa a.s. dan ibundanya, Maryam, maka ia Kembali lagi kepada mereka bersama al-Hawaariyyuun dan menyampaikan dakwah kepada mereka dengan terang-terangan. Hal ini menyebabkan mereka ingin membunuhnya dan mereka pun mengadakan konspirasi untuk itu. Ini adalah tipu daya dan konspirasi mereka. Adapun yang dimaksud dengan makrullaah (tipu daya Allah SWT) menurut al-Farra' adalah menipu dan memperdayakan hamba dengan membiarkannya pada keadaannya tanpa ia sadari. Sedangkan menurut az-Zajjaj, yang dimaksud dengan makrullaah adalah menghukum mereka atas tipu daya yang mereka lakukan. Berarti hal ini masuk kategori menyebutkan sebab, tetapi yang dimaksudkan adalah akibatnya, seperti ayat:
_"Allah akan memperolok-olokan mereka"_ *(al-Baqarah: 15)*
_"sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka."_ *(an-Nisaa': 142)*
Bentuk susunan bahasa seperti masuk kategori ungkapan _al-Musyaakalah_ (penyesuaian). Ini adalah pendapat yang masyhur, maksudnya pendapat mayoritas ulama.
Yang benar menurut para ulama, yang masuk kategori ulama _muhaqqiquun_ adalah bahwa Allah SWT. mengangkat Nabi Isa a.s, ke langit tidak dalam keadaan mati dan tidur. Pada akhir zaman, ia akan turun kembali ke bumi. Di dalam shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, *"Rasulullah saw bersabda:*
وَاللَّهِ لَيَنْزِلَنَّ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا، فَلَيَكْسِرَنَّ الصَّلِيبَ، وَلَيَقْتُلَنَّ الْخِنزِيرَ، وَلَيَضَعَنَّ الْجِزْيَةَ، وَلَتُتْرَكَنَّ الْقِلَاصُ فَلَا يُسْعَى عَلَيْهَا، وَلَتَذْهَبَنَّ الشَّحْنَاءُ وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ، وَلَيَدْعُوَنَّ إِلَى الْمَالِ فَلَا يَقْبَلُهُ أَحَدٌ
_"Sungguh demi Allah, putra Maryam akan turun ke bumi menjadi seorang penguasa yang adil, maka sungguh, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (maksudnya tidak menerima jizyah dari orang-orang kafir, ia hanya mau menerima Islam). Kala itu, unta-unta muda dibiarkan begitu saja, tidak ada satu pun orang yang menginginkannya, perasaan marah, saling benci, saling dendam dan saling hasud hilang orang-orang diajak kepada harta, namun tidak ada seorang pun yang bersedia menerimanya."_
*(HR. Muslim No. 155, Al-Bukhari No. 2222, dan Ahmad No. 9349)*
Adapun maksud dibersihkannya Nabi Isa a.s. dari orang-orang kafir adalah menyelamatkannya dari apa yang mereka tuduhkan kepadanya, atau menyelamatkannya dari rencana dan konspirasi jahat yang ingin mereka timpakan kepadanya.
Sedangkan tentang ayat (وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ) _"dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat"_ dalam hal ini ada dua pandangan. *Adh-Dhahhak dan Muhammad bin Aban* berkata, "Yang dimaksud orang-orang yang mengikuti Nabi Isa a.s. adalah _al-Hawaariyyuun_." Sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw bukan kepada Nabi Isa a.s. Adapun yang dimaksud _al-Fauqiyyah_ (unggul atau menang) di sini adalah dengan hujjah, bukti dan dalil. Namun, ada pula yang mengatakan unggul dan menang ini adalah dengan kekuatan dan kekuasaan.
Pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud keunggulan di sini adalah keunggulan dengan hujjah, dalil dan bukti akan kebenaran Islam dalam arti umum, yaitu agama yang dibawa oleh semua Nabi, diyakini oleh para pengikut Nabi Isa a.s., para pengikut Nabi Musa a.s. dan para pengikut Nabi Muhammad saw. adalah pendapat yang lebih kuat. Hal ini seperti ayat:
_"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi."_ *(An-Nuur: 55)*
Adapun bentuk balasan orang-orang kafir adalah, di akhirat disiksa dengan api neraka, sedangkan di dunia adalah dibunuh, disalib, ditawan, menjadi orang yang hina. Sedangkan balasan bagi orang-orang yang beriman yang beramal saleh adalah kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian di dunia, sedangkan di akhirat adalah surga. Mereka meraih dua kebahagiaan, dunia dan akhirat.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
