*ALI 'IMRAN (16)*
*ALI 'IMRAN 45-51*
*KISAH NABI ISA A.S.*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menjelaskan tentang sebuah berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada bunda Maryam a.s., yaitu bahwa akan dilahirkan dari dirinya seorang putra yang agung dan memiliki perkara yang besar. Wujud putra tersebut adalah dengan kata dari Allah SWT yaitu, _"kun fayakuunu."_ (jadilah! maka jadilah sesuatu itu). Nama putra tersebut adalah Al-Masih, ia akan menjadi orang terkenal yang diketahui oleh setiap Mukmin.
Di dunia ini, ia memiliki kedudukan dan derajat tinggi di mata Allah SWT karena Allah SWT akan memberinya wahyu berupa syariat dan akan menurunkan kepadanya sebuah kitab suci dan hikmah. Di akhirat, ia juga memiliki kedudukan tinggi, ia diizinkan Allah SWT untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang memang telah diizinkan kepadanya oleh Allah SWT untuk memberi mereka syafaat.
Nabi Isa a.s. menyerukan untuk hanya menyembah Allah SWT semata, tiada sekutu bagi-Nya tatkala ia masih kecil juga tatkala ia sudah dewasa ketika Allah SWT memberi wahyu kepadanya. Nabi Isa a.s. adalah orang yang baik perkataan dan perbuatannya. Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, *"Rasulullah saw. bersabda:*
_"Tidak ada seseorang yang berbicara Ketika masih bayi kecuali Isa dan bayi yang terdapat di dalam kisah Juraij."_
*Imam Muslim dan Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw. beliau bersabda,*
_"Tidak ada seseorang yang marnPu berbicara ketika masih bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa, bayi (yang terdapat di dalam kisah) Juraij dan seorang bayi lain."_
Pembatasan hanya pada tiga bayi yang disabdakan oleh Rasulullah saw. ini bersifat nisbi pada waktu tertentu. Kemudian pada kesempatan yang lain, Allah SWT memberitahukan kepada beliau tentang bayi-bayi lainnya yang bisa berbicara yang kesemuanya berjumlah tujuh bayi, yaitu bayi yang menjadi saksi bagi Nabi Yusuf a.s., bayi Siti Masithah, Isa, Yahya, bayi yang disebutkan di dalam kisah Juraij, bayi yang tersebutkan di dalam kisah seseorang yang sombong dan sewenang-wenang dan bayi yang disebutkan di dalam kisah _al-Ukhduud._ Kisah _al-Ukhduud_ seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan yang lainnya adalah seperti berikut: ada seorang wanita bersama bayinya yang masih menyusu dihadapkan untuk dipaksa melompat ke dalam api yang sedang membara karena ia memegang teguh keimanannya. Ketika hendak melompat, sang ibu merasa ragu dan berhenti, lalu bayi yang dibawanya tiba-tiba berkata kepadanya, "Wahai ibu, bersabarlah, karena sesungguhnya ibu berada di dalam kebenaran."
Ayat (كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ) _"begitulah, Allah SWT menciptakan apa yqng dikehendaki-Nya"_ menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Agung lagi Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin bagi-Nya. Pesan ini dikuatkan oleh ayat.
Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya mengatakan kepadanya: _"Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu."_ *(Al-Baqarah: 117)*
Tidak ada sesuatu wujud yang dikehendaki-Nya terlambat. Akan tetapi, langsung terwujud setelah adanya perintah tanpa ada renggang waktu sedikit pun. *Allah SWT berfirman:*
_"Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata."_ *(al-Qamar: 50)*
Maksudnya, Kami tidak perintah kepada sesuatu yang Kami kehendaki kecuali hanya sekali tanpa harus mengulanginya. Maka sesuatu tersebut langsung wujud dengan sangat cepat, seperti kejapan mata.
Ayat-ayat ini juga menjelaskan tentang keistimewaan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Nabi Isa a.s. serta mukjizat-mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Semua ini merupakan ciptaan Allah SWT secara langsung. Maksudnya adalah sebuah sunnah yang baru, berbeda dengan semua apa yang kita saksikan sehari-hari
berupa nasihat, peringatan dan keagungan. Nabi Isa a.s. adalah salah satu rasul yang diutus kepada kaum bani Israel. Diriwayatkan bahwa ia menerima wahyu ketika dirinya baru berusia 30 tahun. Masa kenabiannya hanya tiga tahun, kemudian setelah itu, ia dirala' atau diangkat ke langit.
Dakwah yang dibawa oleh Nabi Isa a.s. tidak berbeda dengan dakwah para Nabi yang lain, seperti yang dijelaskan oleh ayat-ayat ini, yaitu ia mengajak untuk bertakwa kepada Allah SWT dan menaati-Nya di dalam risalah yang ia terima dari-Nya. Ia memerintahkan kepada tauhid dan pengakuan akan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Ini adalah jalan yang lurus, maksudnya jalan terdekat untuk bisa sampai kepada Allah SWT.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
