SURAH ALI 'IMRAN 59-63

*ALI 'IMRAN (18)*

*ALI 'IMRAN 59-63*

*BANTAHAN TERHADAP ANGGAPAN BAHWA ISA ADALAH TUHAN DAN _AL-MUBAAHALAH_*

*Sebab Turunnya Ayat*

Para ulama tafsir menjelaskan, bahwa utusan kaum Nasrani Najran berkata kepada Rasulullah saw., "Kenapa kamu telah berani mencaci dan menghina Isa." Lalu beliau berkata, "Memang, apa yang telah aku katakan?" Mereka berkata, "Kamu telah mengatakan bahwa Isa adalah seorang hamba." Beliau berkata, "Benar, sesungguhnya Isa adalah hamba Allah SWT utusan-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam al-Adzraa' al-Batuul (wanita yang masih perawan)." Mendengar hal tersebut, mereka langsung marah dan berkata,"Apakah kamu pernah melihat seorang pun yang dilahirkan tanpa ayah? Jika kamu memang orang yang benar, maka beritahukan kepada kami misalnya atau sepadannya." Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Sesungguhnya keajaiban-keajaiban makhluk, penciptaan seluruh alam dan perkara penciptaan semua ini menunjukkan dan membuktikan akan wujud Sang Khaliq, yaitu Allah SWT seperti yang dijelaskan oleh ayat:

_"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka terjadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti."_ *(al-An'aam: 73 )*

Di antara ciptaan Allah SWT adalah menciptakan manusia berdasarkan proses normal yang biasa berlaku, yaitu melalui ayah dan ibu, maupun melalui proses yang tidak biasa, seperti penciptaan Adam, Hawa dan Isa. Titik persamaan di antara ketiganya adalah bahwa mereka sama-sama diciptakan tanpa ayah. Hal ini guna membantah utusan kaum Nasrani Najran yang mengingkari perkataan Rasulullah saw tentang Isa, yaitu bahwa Isa adalah hamba Allah SWT dan kalimat-Nya.

Lalu mereka berkata, "Kalau begitu, coba beritahukan kepada kami siapa yang diciptakan tanpa ayah?" Lalu Rasulullah saw berkata kepada mereka, "Adam, siapakah ayahnya? Apakah kalian merasa heran terhadap proses penciptaan Isa yang tanpa ayah? Adam justru diciptakan tanpa ayah dan ibu."

Ayat _al-Mubaahalah_ adalah batas penentu berakhirnya perdebatan, karena laknat yang ditimbulkan dari mubaahalah benar-benar akan terbukti menimpa pihak yang berdusta. Ayat _al-Mubaahalah_ ini merupakan salah satu tanda kenabian Rasulullah saw karena beliau mengajak mereka untuk bermubaahalah. Namun, mereka tidak berani melayaninya dan lebih memilih untuk berdamai dan membayar jizyah setelah pimpinan dan penasihat mereka, al-Aaqib mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka melayani ajakan Rasulullah saw. tersebut untuk mengadakan mubaahalah, maka mereka akan mendapatkan bencana besar karena Muhammad saw memang seorang Nabi dan Rasul. Ia berkata kepada kaumnya, "Kalian juga telah mengetahui bahwa Muhammad telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu yang pasti di dalam perkara Isa." Lalu mereka pun mengurungkan niat mereka untuk bermubaahalah dengan Rasulullah saw. dan mereka pun lebih memilih kembali pulang serta berdamai dengan keharusan membayar jizyah kepada Rasulullah saw. berupa dua ribu hullah, seribu dibayarkan pada bulan Shafar sedangkan sisanya yang seribu lagi dibayarkan pada bulan Rajab sebagai ganti mereka tidak bersedia masuk Islam.

Ayat, (تَعَالَوْا۟ نَدْعُ أَبْنَآءَنَا وَأَبْنَآءَكُمْ) _"kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian"_ dan sabda Rasulullah saw tentang cucu beliau, Hasan, _"Sesungguhnya putraku ini akan menjadi sayyid (seorang pemimpin)"_ menunjukkan kekhususan penyebutan Hasan dan Husain sebagai dua putra (cucu) Rasulullah saw tidak yang lainnya. Hal ini berdasarkan sabda beliau:

إِنَّ كُلَّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ يَنْقَطِعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا سَبَبِي وَنَسَبِي

_"Sesungguhnya setiap hubungan kekerabatan dan setiap hubungan nasab kelak di hari Kiamat akan terputus kecuali kerabat dan nasabku."_
 *(HR. Ahmad No. 11135, Al-Thabrani dalam Al-Kabir No. 12506, dan Al-Hakim No. 4716, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)*====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login