ALI 'IMRAN (41)
ALI 'IMRAN 130-136
PERINTAH BAGI KAUM MUKMININ UNTUK MENGERJAKAN KEBAIKAN DAN MENINGGALKAN KEMUNGKARAN SERTA BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAAT DAN BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN KEMAKSIATAN
[Bagian 2/2]
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat 134 mengandung penjelasan tentang sifat-sifat orang saleh dan bertakwa, yaitu, bersedekah dalam segala keadaan, baik ketika sedang dalam keadaan lapang dan makmur maupun sedang dalam keadaan sempit, baik sedang dalam keadaan sehat maupun sedang dalam keadaan sakit, menahan amarah dan menyembunyikannya di dalam hati meskipun mampu untuk meluapkannya. Al-Ghaizh adalah dasar dari perasaan al-Ghadhab, perbedaan di antara keduanya adalah, kalau al-Ghaizh tidak tampak pada anggota tubuh sedangkan al-Ghadhab sebaliknya, tampak pada anggota tubuh dan memang harus seperti itu disertai dengan adanya reaksi tertentu. Oleh karena itu, di dalam sebuat ayat ditemukan al-Ghadhab dinisbatkan kepada Allah SWT karena ini merupakan ungkapan tentang perbuatan Allah SWT terhadap orangorang yang dimurkai- Nya.
ALI 'IMRAN (40)
ALI 'IMRAN 130-136
PERINTAH BAGI KAUM MUKMININ UNTUK MENGERJAKAN KEBAIKAN DAN MENINGGALKAN KEMUNGKARAN SERTA BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG TAAT DAN BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN KEMAKSIATAN
[Bagian 1/2]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Sebab turunnya ayat 130:*
*Al-Faryabi* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia berkata, "Mereka melakukan transaksi jual beli tidak secara tunai. Kemudian ketika telah jatuh tempo pembayarannya, maka mereka menambah harta yang harus dibayar dengan mengundur atau memberikan tenggang waktu tempo pembayaranya lagi. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini."
ALI 'IMRAN (39)
ALI 'IMRAN 121-129
PERANG UHUD
PENGORGANISASIAN PASUKAN ISLAM DAN MENGINGATKAN KEMBALI KEPADA KEMENANGAN PADA PERANG BADAR
[Bagian 3/3]
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Inti dari apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayat ini adalah seperti berikut:
1. Manusia dalam segala hal mutlak harus melakukan ikhtiar dan usaha serta menjalankan kewajiban dan tugas-tugas yang memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi mereka (_al-Akhdzu bil asbaab_), baik dalam keadaan aman maupun ketika dalam keadaan perang. Di antaranya adalah mempersiapkan kekuatan, memobilisasi pasukan dan mengatur barisan prajurit.
ALI 'IMRAN (38)
ALI 'IMRAN 121-129
PERANG UHUD
PENGORGANISASIAN PASUKAN ISLAM DAN MENGINGATKAN KEMBALI KEPADA KEMENANGAN PADA PERANG BADAR
[Bagian 2/3]
*PETIKAN KISAH TENTANG PERANG BADAR DAN UHUD*
*2. Perang Uhud*
Kekalahan telak kaum kafir pada perang Badar membuat kebencian mereka kepada kaum Muslimin semakin memuncak. Lalu salah seorang pemuka kaum Quraisy, Abu Sufyan berusaha mengagitasi dan memprovokasi orang-orang musyrik untuk melakukan perlawanan dan mengobarkan perang terhadap Rasulullah saw. Kemudian mereka mulai melakukan mobilisasi kekuatan dengan mengumpukan harta serta membentuk pasukan yang berjumlah tiga ribu personil. Di antara mereka terdapat 700 personil yang mengenakan baju besi dan 200 tentara berkuda yang di antaranya adalah prajurit berkuda yang terkenal, yaitu Shafwan bin Umayyah.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 187 dari 248