ALI 'IMRAN (37)
ALI 'IMRAN 121-129
PERANG UHUD
PENGORGANISASIAN PASUKAN ISLAM DAN MENGINGATKAN KEMBALI KEPADA KEMENANGAN PADA PERANG BADAR
[Bagian 1]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Sebab turunnya ayat 121:*
Ayat ini turun pada kejadian perang Uhud. *Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya'la* meriwayatkan dari *Miswar bin Makhramah*, ia berkata, "Saya bertanya kepada _khaalku_ (paman dari ibu), *Abdurrahman bin Auf r.a.*, "Ceritakan kepadaku tentang kisahmu pada perang Uhud".
Lalu ia berkata, "Bacalah ayat setelah ayat 120 surah Ali 'Imran, maka kamu akan mendapati kisah kami pada perang Uhud." Maksudnya adalah mulai dari ayat, (وَإِذْ غَدَوْتَ) (ayat 121) sampai ayat, (ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةًۭ) (ayat 154) maksudnya, ayat-ayat setelah ayat 120 yang berjumlah kurang lebih 60 ayat.
*2. Sebab turunnya ayat 128:*
*Imam Ahmad dan Imam Muslim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.* bahwa pada perang Uhud, gigi depan Rasulullah saw. mengalami keretakan, kepala beliau yang mulia terluka sampai darahnya menetes di wajah beliau. Lalu beliau berkata:
_"Bagaimana akan selamat sebuah kaum yang berani melakukan hal ini terhadap Nabi mereka, padahal ia mengajak mereka kepada Tuhan mereka." Lalu turunlah ayat ini."_
*Imam Ahmad dan Imam Bukhari* meriwayatkan dari *Ibnu Umar r.a.*, ia berkata, "saya mendengar *Rasulullah saw bersabda:*
_"Ya Allah, laknatilah si Fulan, ya Allah, laknatilah Harits bin Hisyam, ya Allah, laknatilah Suhail bin Amr ya Allah, laknatilah Shafwan bin Umayyah." Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini, kemudian setelah itu, tobat mereka semua diterima oleh Allah SWT."_
*Imam Bukhari* juga meriwayatkan hadits yang sama dari *Abu Hurairah r.a*.. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Cara menyinkronkan kedua hadits ini adalah bahwa setelah apa yang Rasulullah saw. alami pada perang Uhud, maka di dalam shalat, beliau mendoakan tidak baik atas orang-orang yang tersebutkan di dalam hadits di atas. Lalu turunlah ayat ini berkaitan dengan dua hal yang dijelaskan oleh kedua hadits di atas, yaitu luka yang dialami oleh Rasulullah saw. pada perang Uhud dan doa beliau yang tidak baik atas mereka. Intinya adalah bahwa ayat ini turun pada kejadian perang Uhud, namun tidak menutup kemungkinan ayat ini bersifat lebih umum mencakup kejadian-kejadian yang lain yang terjadi setelah perang Uhud. Adapun apa yang diriwayatkan oleh *Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.* bahwa Rasulullah saw. berhenti dari mendoakan tidak baik (melaknati) terhadap Ra'i dan Dzakwan setelah turunnya ayat ini, maka di dalam sanad riwayat ini terdapat _'illat,_ yaitu _al-Idraaj_ dari perkataan az-Zuhri dari orang yang menyampaikan kepadanya, yaitu kandungan hadits, (sampai Allah SWT menurunkan ayat 128). Karena kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim ini berlangsung setelah kejadian perang Uhud.
*PETIKAN KISAH TENTANG PERANG BADAR DAN UHUD*
*1. Perang Badar*
Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah. Perang Badar terjadi setelah kaum Muslimin melakukan usaha penghadangan kafilah dagang pimpinan Abu Sufyan yang kembali dari Syam membawa harta benda dan dagangan. Waktu itu, memang sedang terjadi perang antara kaum Muslimin dan kaum kafir Quraisy di Makkah. Penghadangan tersebut bertujuan untuk melakukan embargo ekonomi terhadap kaum kafir Quraisy dan meminta ganti harta kekayaan kaum Muslimin di Makkah berupa harta benda, tanah dan harta kekayaan lainnya yang diambil alih kepemilikannya oleh kaum kafir Quraisy.
Penghadangan tersebut merupakan sebuah kejadian yang sangat besar bagi penduduk Makkah, mereka merasa eksistensi mereka terancam dan menyadari akan kekuatan kaum Muslimin di Madinah. Perasaan marah, benci dan kesombongan yang mendorong perbuatan dosa memenuhi dada mereka. Lalu mereka segera melakukan mobilisasi kekuatan yang mereka miliki dari kabilah-kabilah Arab yang ada. Waktu itu, tidak ada seorang pun dari kaum Quraisy yang absen dari barisan pasukan yang ada, kecuali hanya sedikit saja. Jumlah personil mereka waktu itu lebih dari seribu personil, di antara mereka ada para pasukan berkuda dan para prajurit yang dikenal dengan keberanian dan kepiawaian berperang.
Ketika mendengar berita tersebut, Rasulullah saw langsung mengajak para sahabat bermusyawarah. Singkat cerita, kemudian beliau berangkat untuk menghadapi kaum kafir Makkah dengan hanya membawa 313 personil.
Di antara mereka, hanya ada dua personil penunggang kuda dan 70 personil naik unta, sedangkan sisanya, semuanya pergi dengan berjalan kaki dengan persiapan dan perlengkapan yang sangat tidak memadahi.
Kedua pasukan pun bertemu di Badar; nama sebuah sumur yang terletak antara kota Makkah dan Madinah milik seorang laki-laki bernama Badar; sehingga selanjutnya tempat tersebut dikenal dengan nama Badar. Namun menurut pendapat kebanyakan ulama, Badar adalah nama sumber air yang terdapat di daerah tersebut, sehingga selanjutnya nama Badar digunakan sebagai sebutan tempat di mana sumber air tersebut berada.
Singkat cerita, perang pun berakhir dengan kemenangan gemilang di pihak kaum Muslimin dan kekalahan yang pahit di pihak kaum kafir. Perang Badar adalah sebuah perang penentu bagi nasib kedua belah pihak ke depan dan mampu menimbulkan gaung yang luar biasa di kalangan bangsa Arab. Oleh karena itu, Allah SWT menyebut perang Badar dengan sebutan, _"yaumul furqaan,"_ di dalam firman-Nya,
_"jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."_ *(al-Anfaal: 41)*
Pada perang Badar; golongan beriman yang berjumlah sedikit menang telak atas golongan kafir yang berjumlah banyak,
_"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya"._ *(Ali 'Imran: 123)*
Pada perang Badar, Allah SWT menurunkan bantuan kepada kaum Mukminin berupa pasukan malaikat yang ikut berperang bersama kaum Muslimin. Pada perang Badar, tampak jelas sekali ketabahan, kegigihan dan keberanian yang langka yang dibuktikan oleh kaum Muslimin. Pada perang Badar; Rasulullah saw. ikut terjun ke tengah-tengah pertempuran.
Ada sembilan pertempuran yang di dalamnya Rasulullah saw. ikut terjun langsung ke medan peperangan. Di jantung peperangan Badar dan ketika bertemunya dua senjata, tampak jelas sekali unsur keimanan, akidah dan sikap tawakal kepada Allah SWT. Hal ini terjadi berkat doa Rasulullah saw. yang beliau panjatkan sesaat sebelum pertempuran dimulai,
اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَّنِي، اللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِسْلَامِ، فَلا تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ
_"Ya Allah, realisasikanlah apa yang Engkau janjikan kepadaku, ya Allah, jika Engkau membinasakan golongan dari umat Islam ini, maka setelah itu Engkau tidak lagi disembah di bumi ini."_
*(HR. Muslim no. 1763, Ahmad no. 2183, dan lainnya)*
Beliau memanjatkan doa ini terus-menerus hingga rida' beliau terjatuh dari pundak. Melihat hal tersebut, lalu sahabat Abu Bakar r.a. mengambil rida' tersebut dan meletakkannya kembali ke atas pundak beliau. Lalu Abu Bakar r.a. selalu berada di belakang beliau dan merasa iba melihat beliau yang terus-menerus memohon dan memanjatkan doa meminta pertolongan. Lalu Allah SWT menurunkan ayat,
_"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut_. *(al-Anfaal: 9)*.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
