AL-BAQARAH (6)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 30 - 33]
MANUSIA DIJADIKAN SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI DAN DIAJARI BANYAK BAHASA
Surah al-Baqarah Ayat 30-33
Pertama : Ayat-ayat ini menunjukkan pemuliaan manusia yang dijadikan Allah sebagai khalifah di bumi ini dalam menjalankan perintah-perintah-Nya di antara sesama umat manusia. Ini dikuatkan dengan firman-Nya :
"Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi.” (Shaad: 26)
AL-BAQARAH (5)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 28 - 29]
TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH DENGAN MENCIPTAKAN MANUSIA, MEMATIKANNYA, DAN MENCIPTAKAN BUMI DAN LANGIT
Surah al-Baqarah Ayat 28-29
Cap kekafiran melekat pada setiap orang yang tidak mengakui kenabian Muhammad saw. dan ajaran yang dibawanya meskipun mereka beriman kepada kitab samawi terdahulu, sebab mereka tidak mengakui bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah, dan siapa pun yang beranggapan bahwa Al-Qur'an adalah perkataan manusia berarti dia menyekutukan Allah serta melanggar "janji". Mazhab Mu'tazilah berpendapat: Ayat _"Mengapa kalian kafir kepada Allah”_ *(al-Baqarah: 28)* menunjukkan bahwa kekafiran itu terjadi dari pihak manusia sendiri.
AL-BAQARAH (4)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 25 - 27]
GANJARAN ORANG-ORANG BERIMAN YANG BERAMAL SALEH
Surah al-Baqarah Ayat 25
Berita-berita yang menggembirakan dan merangsang hati kembali disebutkan Al-Qur'an, bahwa surga, tempat kesenangan yang abadi, itu disediakan bagi orang-orang beriman yang beramal saleh. Iman semata tidak cukup. Ia harus dibarengi dengan ketaatan dan amal saleh. Kenikmatan surga tiada batasnya dan rezekinya tiada putus-putusnya. Dengan ayat ini dan ayat-ayat lainnya, Allah semat-mata ingin memudahkan bagi kita untuk memahami apa-apa yang disediakan-Nya di dalam surga. Karena watak manusia biasanya terkait dengan hal-hal yang bersifat materi, Allah merangsang mereka dengan sesuatu yang disukai oleh jiwa mereka, sehingga Dia menjanjikan kepada mereka benda-benda konkret, yang diungkapkan secara ringkas dalam ayat lain,
SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (5)
B. CARA PENULISAN AL-QUR'AN DAN RASM UTSMANI
Rasm adalah cara menulis kata dengan huruf-huruf ejaannya, dengan memperhitungkan permulaan dan pemberhentian padanya 8#.
=========
8# Yang dimaksud dengan "permulaan dan pemberhentian” adalah memulai dan mengakhiri bacaan. Sejalan dengan definisi ini, huruf hamzah washl ditulis karena ia dibaca pada saat permulaan, sedangkan bentuk tanwin dihapus karena ia tidak dibaca pada saat berhenti di akhir kata. (Penj.)
Inspirasi Qur'ani
Halaman 225 dari 248