*AL-BAQARAH (57)*
*AL BAQARAH 196 - 197*
*HUKUM-HUKUM HAJI DAN UMRAH*
*[Bagian 3]*
*5. Denda bercukur dan membunuh kutu*
Apabila pelaksana ihram melanggar syarat-syarat ihram [misalnya: ia mencukur atau memendekkan rambutnya karena penyakit, atau karena ada gangguan di kepalanya (seperti: kutu, luka, pusing, dan sebagainya), atau ia memotong tiga kuku, atau mencium istrinya, atau memakai parfum atau minyak rambut], ia harus membayar fidyah, yang bisa dipilihnya antara berpuasa tiga hari, sedekah (yaitu memberi makan enam orang miskin), atau _nusuk_ #1 (yaitu menyembelih kambing).
#1: _An-Nusuk_ adalah bentuk jamak dari kata _nasiikah_ yang artinya "hewan yang disembelih seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala". Bentuk jamak dari _nasiikah_ bisa pula _nasaa'ik_. Aslinya, arti nusuk adalah _"ibadah"_.
*AL-BAQARAH (56)*
*AL BAQARAH 196 - 197*
*HUKUM-HUKUM HAJI DAN UMRAH*
*[Bagian 2]*
Dalam ayat-ayat ini Allah Ta'ala menjelaskan sebagian dari hukum-hukum haji, yaitu:
*1. Penyempurnaan haji dan umrah*
*AL-BAQARAH (55)*
*AL BAQARAH 196 - 197*
*HUKUM-HUKUM HAJI DAN UMRAH*
*[Bagian 1]*
وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَـٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ١٩٦
ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌۭ مَّعْلُومَـٰتٌۭ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ١٩٧
*AL-BAQARAH (54)*
*AL BAQARAH 190 - 195*
*PRINSIP-PRINSIP PERANG DI JALAN ALLAH*
*[Bagian 2]*
*2. Keamanan orang yang berlindung ke tanah Haram.*
*Madzhab Hanafi* berpegang pada ayat (وَلَا تُقَـٰتِلُوهُمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِن) tentang tidak boleh dibunuhnya orang kafir yang berlindung ke tanah Haram selama ia tidak bertempur di tanah Haram. Ayat ini, dengan keumumannya, juga menunjukkan bahwa apabila pembunuh berlindung ke tanah Haram, ia tidak boleh dibunuh. Hukum dua masalah ini dikuatkan dengan *firman Allah Ta'ala:*
Halaman 168 dari 186