AL-BAQARAH (14)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 63 - 73]
SEBAGIAN KEJAHATAN KAUM YAHUDI DAN HUKUMAN MEREKA
Surah al-Baqarah Ayat 63-66
Ayat-ayat ini menunjukkan tiga hal: diangkatnya gunung Thur, diubahnya mereka menjadi kera, dan nasihat bagi para pendurhaka yang melanggar perintah-perintah dan larangan-larangan Allah.
Tentang pengangkatan gunung Thur di atas kaum Yahudi seperti payung, itu menjadi peringatan untuk menakut-nakuti mereka. Ayat ini menafsirkan makna firman Allah Ta'ala:
AL-BAQARAH (13)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 61 - 62]
KETAMAKAN KAUM YAHUDI, SEBAGIAN KEJAHATAN MEREKA, DAN HUKUMAN MEREKA
Surah al-Baqarah Ayat 61
Meninggalkan makanan yang paling baik (yaitu manna dan salwa) dan meminta makanan yang lebih rendah kualitasnya dari itu (seperti bawang merah, bawang putih, adas, mentimun, dan sejenisnya) menjadi bukti bahwa nafsu manusia terkadang ingin menukar barang yang enak dengan barang yang jelek, mengganti barang berkualitas tinggi dengan barang berkualitas rendah. Hasan al-Bashri berkata: "Kaum Yahudi adalah sebusuk-busuknya para penggemar bawang bakung, bawang merah, dan 'adas. Mereka cenderung kepada sifat asli mereka, watak mereka merindukan apa yang sudah menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka berkata: Kami tidak bisa tahan dengan satu macam makanan saja.” Perkataan mereka "kami tidak bisa tahan” menunjukkan bahwa mereka membenci makanan itu. Tidak mensyukuri nikmat menandakan akan hilangnya nikmat itu. Jadi, seakan-akan mereka meminta agar nikmat tersebut dihilangkan dan didatangkan nikmat yang lain.
SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (6)
D. AL-QUR'AN ADALAH KALAM ALLAH, DAN DALIL-DALIL KEMUKJIZATANNYA
Al-Qur'anul 'Azhiim-baik suara bacaan yang terdengar maupun tulisan yang tercantum dalam mushaf-adalah kalam Allah Yang Azali, Mahaagung, dan Mahatahu: tak ada sedikit pun dari Al-Qur'an yang merupakan kalam makhluk, tidak Jibril, tidak Muhammad, tidak pula yang lain manusia hanya membacanya dengan suara mereka. *Allah Ta'ala berfirman:*
"Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas” (asy-Syuaraa': 192-195)
Read more: AL-QUR'AN ADALAH KALAM ALLAH, DAN DALIL-DALIL KEMUKJIZATANNYA
AL-BAQARAH (12)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 49 - 60]
SEPULUH NIKMAT ALLAH TA'ALA KEPADA KAUM YAHUDI
Surah al-Baqarah Ayat 49-54
Setiap tiran yang lalim pasti akan mengalami hari naas, seperti kematian Fir'aun yang tenggelam di laut, dan pasti akan datang kemenangan bagi orang yang tertindas, seperti selamatnya Bani Israel yang ditindas oleh Fir'aun dan para pengikutnya. Keselamatan ini dirayakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Hari Asyura, atau tanggal 10 Muharram, menjadi hari puasa syukur. Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa setelah Rasulullah saw. datang di Madinah beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura. Beliau lantas menanyai mereka, "Hari apa ini sehingga kalian berpuasa?” Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang agung. Pada hari inilah Allah dulu menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya. Musa kemudian berpuasa pada hari ini sebagai ungkapan syukur, maka kami pun berpuasa pada hari ini” Rasulullah saw. bersabda, "Kami lebih patut untuk menghormati Musa daripada kalian.” Beliau akhirnya berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabat berpuasa. Kata Tirmidzi: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia pernah berkata: "Berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh. Lakukan yang berbeda dengan kaum Yahudi.” Hadits ini dijadikan hujjah oleh Imam Syafi'i, Ahmad bin Hambal, dan Ishaq.
Halaman 180 dari 186