AL-BAQARAH (25)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 122 - 126]
ALLAH MENGINGATKAN TENTANG NIKMAT-NYA DAN MENAKUT-NAKUTI TERHADAP AKHIRAT
Surah al-Baqarah Ayat 122-123
Ayat ini mengukuhkan apa yang telah disebutkan dalam permulaan surah ini, guna mendorong kaum Yahudi dan lainnya untuk mengikuti Rasulullah saw., sang nabi yang buta huruf, yang ciri-cirinya sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Taurat. Ayat ini menyuruh mereka untuk melakukan faktor-faktor yang dapat membangkitkan iman. Ia mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat duniawi dan keagamaan yang telah dianugerahkan Allah kepada para leluhur mereka, menghapus kedengkian kepada saudara sepupu mereka (bangsa Arab) atas rezeki yang diberikan Allah kepada mereka, yaitu berupa pengutusan nabi penutup dari kalangan mereka, dan hendaknya kedengkian itu tidak mendorong mereka untuk menentang dan mendustakannya.
AL-BAQARAH (24)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 119 - 121]
PERINGATAN AGAR TIDAK MENGIKUTI KAUM YAHUDI DAN NASRANI
Surah al-Baqarah Ayat 119-121
Agama Allah dan aturan-aturan yang dibebankan-Nya kepada manusia adalah mudah, tidak sulit. Cirinya yang utama ada dua: masuk akal (logis), dan pelaksanaan kewajiban disesuaikan dengan kemampuan, tidak menyusahkan. Misi para nabi bukanlah untuk memaksa manusia supaya beriman dan menerima akidah yang benar, melainkan terbatas pada penyampaian dan penjelasan. Barangsiapa ingin beriman, silakan, dan barangsiapa ingin kafir, juga silakan. Setelah menyampaikan, Nabi saw. tidak dimintai pertanggungjawaban atas mereka, beliau tidak dihukum lantaran kafirnya orang yang kafir sesudah beliau memberi kabar gembira dan peringatan.
AL-BAQARAH (23)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 116 - 118]
KEBOHONGAN-KEBOHONGAN AHLI KITAB DAN KAUM MUSYRIKIN DENGAN MENISBATKAN ANAK KEPADA ALLAH DAN MEMINTA-NYA BERBICARA DENGAN MANUSIA
Untuk menjawab panggilan iman diperlukan pemfungsian akal, keterbukaan pikiran, kejernihan jiwa, dan pemahaman tentang fakta-fakta alam meskipun secara sederhana. Juga perlu membebaskan diri dari tendensi-tendensi dan hawa nafsu pribadi, serta tidak melawan. Apabila faktor-faktor ini telah terpenuhi, cahaya iman segera menyinari hati sehingga jiwa penuh dengan kegembiraan, kebahagiaan, dan ketenangan.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (ar-Rad: 28)
AL-BAQARAH (22)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 111 - 115]
KAUM YAHUDI DAN NASRANI: PANDANGAN MASING-MASING TENTANG LAWANNYA
Surah al-Baqarah Ayat 111-113
Masing-masing kelompok dari kaum Ahli Kitab seharusnya beriman kepada kitab kelompok lain, kemudian mereka semua beriman kepada Al-Qur'an, sebab mereka mengetahui pokok-pokok agama dan wahyu, mengakui prinsip kenabian, dan memercayai adanya Tuhan: berbeda dengan orang-orang kafir bangsa Arab, yang musyrik dan menyembah berhala, sebab mereka tidak punya kitab suci.
Halaman 176 dari 186