AL-BAQARAH (33)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 158 - 162]
SA'I ANTARA SHAFA DAN MARWAH, DAN SANKSI ATAS PENYEMBUNYIAN AYAT-AYAT ALLAH
Ayat ini menunjukkan bahwa sa'i antara Shafa dan Marwah termasuk bagian dari rangkaian amal-amal haji dan umrah. Akan tetapi para ulama kita berbeda pendapat dalam menentukan sifat syar'inya.
Menurut jumhur (Malik, Syafi'i, dan Ahmad), ia adalah rukun. Barangsiapa tidak melakukan sa'i, ia harus menunaikan haji lagi pada tahun depan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Shafiyyah binti Syaibah:
"Laksanakanlah sa'i sebab Allah telah mewajibkan sa'i atas kalian."
AL-BAQARAH (32)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 153 - 157]
SABAR ATAS COBAAN
Surah al-Baqarah Ayat 153-157
Dunia adalah negeri ujian dan cobaan. Ujian itu ada yang baik dan ada yang buruk. Allah Ta'ala berfirman,
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (al-Anbiyaa': 35)
Dia berfirman pula,
"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (al-Anfaal: 17)
AL-BAQARAH (31)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 148 - 152]
PERSELISIHAN TENTANG KIBLAT DAN SEBAB-SEBAB PENGALIHANNYA
Surah al-Baqarah Ayat 148-152
Menghadap ke kiblat adalah sarana untuk menyatukan umat. Tujuan sebenarnya adalah keikhlasan ibadah kepada Allah, tempat mana pun yang menjadi arah menghadap dalam Shalat. Karena itu, perselisihan paham di antara para pengikut berbagai agama itu tidak boleh dieksploitasi. Manusia harus berlomba-lomba mengerjakan kebajikan dan perbuatan-perbuatan mulia. Mereka juga harus taat menjalani semua perintah Allah. Pergantian perintah-perintah, dengan pertama-tama menghadap ke arah Baitul Maqdis kemudian ke arah Ka'bah sebagai perintah finalnya, tidak lain merupakan ujian belaka untuk mengetahui siapa-siapa yang beriman dengan tulus dan mengungkap orang-orang yang dusta, membedakan antara yang kotor dan yang baik, yang muslim dan yang munafik. Jadi, pengalihan kiblat itu bukan bencana, melainkan nikmat yang sangat besar.
AL-BAQARAH (30)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 144 - 147]
PENGALIHAN KIBLAT
Surah al-Baqarah Ayat 144-147
Kaum muslimin sepakat—berdasarkan ayat ini—bahwa menghadap kiblat adalah syarat sahnya shalat kecuali dalam keadaan khauf (takut) dan dalam shalat sunnah di atas kendaraan (hewan tunggangan, kapal, atau pesawat terbang), di mana kiblat dalam keadaan takut adalah arah yang aman, sementara pada saat mengendarai kendaraan kiblatnya adalah arah yang dituju oleh kendaraan itu.
Halaman 174 dari 186