SURAH AL-BAQARAH 127 - 132

AL-BAQARAH (26)


FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 127 - 132]

PEMBANGUNAN KA'BAH SERTA DOA IBRAHIM DAN ISMA'IL
Surah al-Baqarah Ayat 127-129

Doa-doa ini mengajarkan kepada kita agar pada saat usai mengerjakan amal apapun kita memohon supaya amal-amal itu diterima oleh Allah, berdoa agar diri kita dan anak cucu kita diberi kesalehan supaya Islam tetap lestari sepanjang masa dan agar terlihat ketundukan kepada Sang Pencipta langit dan bumi. Allah Ta'ala menjadikan manasik haji sebagai tempat-tempat untuk membebaskan diri dari dosa dan untuk memohon rahmat dari Allah. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim dan putranya, Isma'il, dengan mengutus penutup para nabi, yaitu Muhammad saw., sebagai rasul dari bangsa Arab. Rasulullah saw. pernah bersabda:


"Aku adalah doa kakekku, Ibrahim, berita gembira saudaraku, Isa, dan mimpi ibuku.”

Allah telah memuliakan bangsa Arab. Dengan Islam Dia menjadikan mereka bangsa yang terbaik dan-suatu ketika-pernah memegang tampuk pimpinan dan kekuasaan di seluruh penjuru dunia. Dari kalangan mereka, serta dari kaum muslimin non-Arab, terdapat orang-orang yang menjadi kebanggaan sejarah dalam hal keadilan, politik, kehakiman, ilmu, pemikiran, sastra, dan peradaban.

Ka'bah dibangun dengan tanah liat dan batu. Keadaannya tetap demikian sampai saat suku Quraisy memugarnya. Mereka membangunnya kembali dan meninggikannya 20 hasta dari permukaan tanah. Peletakan Hajar Aswad dilaksanakan oleh Nabi saw. pada saat beliau masih muda dan belum diangkat menjadi rasul. Waktu itu orang-orang Quraisy bersepakat untuk menerima keputusan dari orang pertama yang mendatangi mereka, ternyata yang muncul saat itu adalah Rasulullah saw., maka mereka pun meminta beliau untuk memberi keputusan, lalu beliau meletakkan Hajar Aswad di atas sehelai kain kemudian menyuruh kepala setiap suku memegang tepian kain itu, kemudian beliau maju dan mereka menyodorkan Hajar Aswad itu kepada beliau, dan akhirnya beliaulah yang meletakkannya. Mereka tidak memasukkan Hijr Isma'il dalam bangunan Ka'bah di bagian utara karena mereka kekurangan biaya. Nabi saw. pernah bermaksud merenovasi Ka'bah lagi, tetapi-sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah r.a.- beliau bersabda:*

"Seandainya bukan karena kaummu masih belum lama meninggalkan kekafiran, tentu aku sudah memugar Ka'bah dan mendirikannya lagi di atas pondasi Ibrahim (sebab suku Quraisy dulu masih belum sempurna ketika membangun Ka'bah), dan tentu aku buat sebuah pintu belakang padanya.”

Dalam riwayat Bukhari berbunyi:

"..... tentu kubuat dua pintu belakang padanya.”

Kemudian, ketika tentara Syam memerangi Abdullah ibnuz Zubair pada masa Dinasti Umayyah dan Ka'bah hampir roboh akibat kebakaran yang mereka timbulkan, Ibnuz Zubair memugarnya dan membangunnya lagi sesuai dengan yang diberitahukan Aisyah kepadanya. Ia menambahkan lima hasta dari Hijr Isma'il ke dalam bagian Ka'bah. Panjang Ka'bah adalah delapan belas hasta: jadi, ia menambahkan sepuluh hasta pada panjangnya. Ia pun membuat dua pintu pada Ka'bah, satu untuk masuk dan satu lagi untuk keluar, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.

Namun setelah Ibnuz Zubair terbunuh, al-Hajjaj memugar Ka'bah lagi. Bagian Hijr yang ditambahkan Ibnuz Zubair ke dalam bangunan Ka'bah dikembalikannya ke kondisi sebelumnya, begitu pula pintu yang dibukanya ditutup dan dikembalikan seperti keadaan semula. Hal ini atas perintah Khalifah Abdul Malik.

Konon Harun ar-Rasyid pernah menyampaikan kepada Malik bin Anas bahwa ia bermaksud meruntuhkan bangunan yang dilakukan oleh al-Hajjaj pada Ka'bah, ia hendak mengembalikan Ka'bah pada bentuk bangunan yang dibuat Ibnuz Zubair yang didasarkan atas riwayat dari Nabi saw.. Namun Imam Malik berkata kepadanya, "Saya ingatkan Anda kepada Allah, wahai Amirul Mukminin, janganlah Anda jadikan Ka'bah ini mainan para raja, di mana kalau mereka ingin memugarnya maka mereka akan melakukannya, sehingga lenyaplah perbawanya dari hati manusia.”

Adapun tentang kiswah Ka'bah, para ulama berkata: Tidak selayaknya mengambil sedikit pun dari kiswah Ka'bah sebab benda ini adalah hadiah kepada Ka'bah, maka dari itu ia tidak boleh dikurangi sedikit pun.

KEBODOHAN ORANG YANG BENCI KEPADA AGAMA IBRAHIM
Surah al-Baqarah Ayat 130-132

Ayat-ayat ini mencela setiap orang yang berpaling dari agama Ibrahim-agama tauhid, ketundukan, dan keikhlasan kepada Allah-dan mengecam orang-orang kafir yang membenci agama ini. Islam adalah agama lama, semua nabi menyeru umat mereka kepadanya. Islam, dalam bahasa Arab, artinya tunduk kepada seseorang. Tidak setiap Islam adalah iman, tetapi setiap iman adalah Islam, karena orang yang beriman kepada Allah berarti telah tunduk kepada Allah, sedangkan tidak setiap orang yang tunduk beriman kepada Allah, sebab boleh jadi ia berbicara (mengucapkan syahadat) karena takut kepada ancaman pedang, dan hal ini bukanlah iman, dengan dalil firman Allah Ta'ala,

"Orang-orang Arab Badui itu berkata: Kami telah beriman.' Katakanlah: "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah “kami telah tunduk.” (al-Hujuraat: 14)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala menyatakan bahwa tidak setiap orang yang memeluk Islam itu beriman. Ini menunjukkan bahwa tidak setiap muslim itu mukmin, sebab imam itu ada dalam hati, sedangkan islam bersifat lahiriah. Namun kata iman terkadang dipakai dengan makna islam, serta kata islam terkadang dipakai dengan makna iman, karena masing-masing kata ini terkait erat satu sama lain. Golongan Qadariyyah dan Khawarij berpendapat bahwa islam itulah iman. Jadi, setiap mukmin adalah muslim dan setiap muslim adalah mukmin, dengan dalil firman Allah Ta'ala,

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)

Ini menunjukkan bahwa Islam itulah agama dan bahwa orang yang bukan muslim berarti bukan mukmin.

Ibrahim dan Ya'qub mewasiatkan Islam karena dialah agama yang benar. Anak-anak Ibrahim antara lain: Isma'il, yang beribukan Hajar (seorang wanita berbangsa Mesir). Ia adalah putra sulung Ibrahim yang dibawanya ke Mekah ketika ia masih bayi berumur dua tahun. Ia lahir empat belas tahun sebelum lahirnya adiknya, Ishak, dan ia meninggal dalam umur 137 tahun. Dialah putra yang disembelih, menurut pendapat yang masyhur. Anak Ibrahim yang kedua adalah Ishak: ibunya adalah Sarah, dan dialah putra yang disembelih-menurut pendapat yang lain, dan inilah pendapat yang paling benar menurut al-Qurthubi.# Dari Ishak inilah lahir bangsa Romawi, Yunani, Armenia, dan lain-lain, termasuk Bani Israel. Ishak hidup sampai umur 180 tahun. Ia meninggal di Tanah Suci (Yerusalem) dan dimakamkan di samping kuburan ayahnya, Ibrahim a.s.. Ya'qub termasuk di antara orang-orang yang diberi wasiat oleh Ibrahim.

Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Ya'qub pernah melihat kakeknya, Ibrahim, sebab ia lahir setelah Ibrahim meninggal. Ya'qub kemudian berwasiat kepada anak-anaknya sebagaimana dilakukan oleh Ibrahim. Ya'gub hidup sampai umur 147 tahun dan meninggal di Mesir. Ia berwasiat agar jenazahnya dibawa ke Tanah Suci dan dimakamkan di samping ayahnya, Ishak, maka Nabi Yusuf membawanya dan menguburkannya di sana.

Karena Islam adalah agama lama dan merupakan doa semua nabi, Ibrahim dan Ya'qub berwasiat agar anak cucunya berpegang teguh kepadanya. Keduanya berpesan, "Peluklah Islam dan berpegang teguhlah kepadanya, janganlah meninggalkannya sampai kalian mati” Ia memakai perkataan ringkas yang mengandung maksud demikian serta berisi wejangan tentang kematian, karena setiap orang pasti akan mati, hanya saja tidak tahu kapan, maka apabila sesuatu diperintahkan kepadanya, kematian tidak menjemputnya kecuali ia berada di atas sesuatu tersebut, dan ini berarti perintah itu telah tertuju sejak dikeluarkannya.

Jadi, makna lahiriah firman Allah (فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ) -yaitu larangan untuk mati kecuali dalam keadaan memeluk Islam-tidaklah dimaksud di sini. Makna yang dimaksud dari firman ini adalah perintah untuk teguh kepada Islam sampai saat kematian. Dengan demikian, ini sebetulnya adalah larangan memeluk selain agama Islam.==

Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login