AL-AN'AAM (20)
AL-AN'AAM: 63-64
KEKUASAAN ILAHI MENYELAMATKAN DARI KEZALIMAN
قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةًۭ لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ ٦٣
*Artinya:* _"Katakanlah (Muhammad), 'Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?' (Dengan mengatakan), 'Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur._
قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍۢ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ ٦٤
*Artinya:* _Katakanlah (Muhammad), 'Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya”_
AL-AN'AAM (19)
AL-AN'AAM: 59-62
KESEMPURNAAN ILMU ALLAH SWT DAN KEKUASAAN-NYA TERHADAP HAMBA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan beberapa hal berikut:
1. Allah SWT mengetahui alam gaib dan alam yang zahir, baik secara global maupun parsial. Secara khusus. Dia mengetahui lima hal yang tidak diketahui oleh lainnya, yaitu mengetahui hari Kiamat, mengetahui waktu dan intensitas turunnya hujan, mengetahui apa yang terjadi dalam rahim dengan segala sifat-sifat dan karakteristik tertentu, mengetahui masa depan, dan mengetahui ajal manusia.
Ilmu Allah SWT meliputi segala yang bergerak dan yang diam, benda mati, hewan, tumbuhan, rahasia manusia, lintasan pikiran, dan bisikan hati.
AL-AN'AAM (18)
AL-AN'AAM: 56-58
MENCEGAH DEBAT KUSIR ANTARA NABI SAW. DENGAN ORANG-ORANG MUSYRIK
Sebab Turunnya Ayat 57
*Al-Kalabi* menjelaskan sebab turunnya ayat 57 berkenaan dengan *an-Nadhr bin al-Harits* dan para pembesar Quraisy yang berkata, "Wahai Muhammad, datangkanlah adzab kepada kami yang telah kau janjikan kepada kami.” Mereka mengatakan hal tersebut dengan nada mengejek. Oleh sebab itu, turunlah ayat ini.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Kebenaran dan kebatilan tak akan bisa bersatu sebab sebuah kebenaran berdiri tegak di atas dalil-dalil dan logika, sedangkan kebatilan bersumber dari syahwat dan hawa nafsu. Oleh sebab itu, mustahil bagi Rasulullah untuk mengikuti hawa nafsu kaumnya dalam menyembah berhala dan paganisme karena hal itu hanya berdasarkan pada hawa nafsu dan taklid buta, bukan berdasar pada argumen dan dalil yang benar. Mereka adalah kaum yang memahat patung dan sebuah tindakan yang buruk manakala ada seseorang yang menyembah hasil karyanya sendiri.
AL-AN'AAM (17)
AL-AN'AAM: 54-55
DI ANTARA BENTUK KASIH SAYANG ALLAH SWT
Sebab Turunnya Ayat
*Ikrimah* mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang Nabi saw. dilarang oleh Allah SWT untuk mengusirnya. Ketika Nabi saw. melihat mereka, beliau mendahului mereka untuk melakukan salam. Beliau bersabda, _"Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan orang-orang dari kalangan umatku agar aku memulai mengulurkan salam kepada mereka.”_
*Mahan al-Hanafi* mengatakan "Ada sekelompok orang yang mendatangi Nabi saw. dan berkata, ‘Kita telah melakukan suatu dosa besar. Lalu, dengan tanpa ragu Nabi saw. menjawab mereka. Ketika mereka pergi berlalu dari Nabi saw., turunlah ayat (وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا )
Halaman 103 dari 186