AL-AN'AAM (8)
AL-AN'AAM: 25-26
BEBERAPA SIKAP ANGKUH ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP AL-QUR'AN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Ayat 25:*
*Ibnu Abbas* berkata, "Abu Sufyan bin Harb, Walid bin Mughirah, Nadhr bin Harits, Utbah, dan Syaibah anak-anak Rabi’ah, Umayyah dan Ubayy anak-anak Khalaf mendengarkan Rasulullah saw.. Lalu, mereka berkata kepada an-Nadhr, 'Wahai Abu Qutailah, apa yang dikatakan Muhammad?’ Dia berkata, 'Demi Allah, aku tidak mengetahui apa yang dia katakan. Hanya saja aku melihatnya menggerakkan kedua bibirnya mengatakan sesuatu. Dia hanya mengucapkan dongeng-dongeng orang-orang dahulu sebagaimana aku pernah ceritakan kepada kalian tentang umat abad-abad yang lampau." Nadhr memang banyak bercerita tentang umat abad-abad yang lampau. Dia menceritakan hal itu kepada suku Quraisy dan mereka merasakan keindahannya. Dengan demikian, Allah menurunkan ayat ini.
AL-AN'AAM (7)
AL-AN'AAM: 20-24
PENGETAHUAN AHLI KITAB MENGENAI NABI MUHAMMAD SAW., SIKAP DUSTA MEREKA TERHADAP ALLAH DAN PENGINGKARAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP KEMUSYRIKAN MEREKA DI AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menampilkan dua contoh atau dua sikap dari orang-orang kafir.
*Pertama*, Ahli Kitab — orang-orang Yahudi dan Nasrani — mengetahui sifat Nabi Muhammad saw., kebenaran agamanya, kejujurannya, dan risalahnya. Namun, mereka adalah kaum yang membangkang, menjerumuskan diri sendiri, dan menyia-nyiakan kemaslahatan mereka.
*Kedua*, orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala. Di antara mereka ada yang menjadikan Isa sebagai tuhan atau anak Allah. Mereka adalah kaum yang zalim karena membuat-buat kedustaan terhadap Allah dengan menisbahkan kepada-Nya apa yang bukan hak-Nya juga karena pengingkaran mereka terhadap mukjizat dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan Allah dan kebenaran Muhammad saw.. Pada hari Kiamat, mereka semua, baik orang-orang musyrik. Ahli Kitab maupun orang-orang munafik, akan dikumpulkan. Mereka ditanya dengan pertanyaan penghinaan dan pengingkaran yang mengungkap kejelekan bukan meminta penjelasan mengenai sekutu Allah yang mereka sangka sebagai pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah.
AL-AN'AAM (6)
AL-AN'AAM: 17-19
KEKUASAAN ALLAH DALAM MENYINGKAP BAHAYA DAN KESAKSIANNYA ATAS KEBENARAN NABI SERTA BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG MUSYRIK MENGENAI PAHAM _POLITEISME_
Sebab Turunnya Ayat 19
*Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas,* dia berkata, "An-Nahham bin Zaid, Qarum bin Ka’b, Bahri bin Umar mendatangi Rasulullah kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, kami tidak mengetahui ada Tuhan selain Allah.’ Lalu beliau bersabda, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah karena itulah aku diutus dan untuk itulah aku berdakwah." Lalu, Allah menurunkan ayat itu sesuai ucapan mereka (قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَـٰدَةًۭ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ).
AL-AN'AAM (5)
AL-AN'AAM: 12-16
DALIL-DALIL LAIN MENGENAI PEMBUKTIAN KEESAAN DAN HARI KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengukuhkan pokok-pokok aqidah yang mencakup tauhid, hari kebangkitan, balasan, dan kenabian. Ini adalah dalildalil yang dijadikan sebagai hujjah untuk membungkam orang-orang musyrik yang ingkar. Pertama-tama dengan menampilkan pengakuan akan adanya Allah yang mereka mengakui hal itu dan mengakui bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah. Kalaupun mereka tidak mengakui hal itu, ada hujjah yang akan membantah pengingkaran mereka.
Halaman 106 dari 186