ALI 'IMRAN (2)
ALI 'IMRAN 7 - 9
AL-MUHKAM DAN AL-MUTASYAABIH DI DALAM AL-QUR'AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ayat-ayat Al-Qur'an adalah ayat-ayat muhkam, hanya sebagian saja yang berupa ayat-ayat mutasyaabih. Ayat ini juga menjelaskan bahwa maksud yang terkandung di dalam ayat-ayat mutasyaabih hanya diketahui oleh Allah SWT dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Allah SWT mengajarkan kepada mereka dua doa agar mereka terjaga dan terlindungi dari _az-Zaigh_ (kecondongan kepada kesesatan) di dalam memahami ayat-ayat mutasyaabih, yaitu do'a, (رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ) dan do'a (رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ). Adapun orang-orang yang hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat _mutasyaabih_ dan membuat-buat ta'wilnya secara tidak benar untuk menimbulkan fitnah dan kesesatan.
ALI 'IMRAN (1)
ALI 'IMRAN 1 - 6
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Ishaq dan Ibnu Mundzir* meriwayatkan bahwa ayat permulaan surah Ali 'Imran ini sampai pada ayat delapan puluhan turun berkaitan dengan utusan kaum Nasrani tanah Najran yang datang kepada Rasulullah saw. Mereka terdiri dari sekitar 60 orang 14 di antaranya adalah para tokoh terkemuka mereka, di antaranya adalah, pimpinan menteri dan tokoh cendikiawan. Mereka datang menemui Rasulullah saw. untuk melakukan perdebatan seputar Isa bin Maryam. Mereka berkata kepada Rasulullah saw. "Siapakah ayah Isa?" Ada tiga orang dari mereka yang berbicara, terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah Tuhan, karena ia bisa menghidupkan orang yang telah mati." Terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah putra Tuhan, karena ia tidak memiliki ayah!' Dan terkadang mereka berkata, "Isa adalah salah seorang dari yang tiga, karena Allah SWT berfirman, _"qulnaa wa fa'alnaa"_ (maksudnya dengan menggunakan dhamiir mutakallim ma'al ghair, yaitu naa) seandainya Dia satu, maka tentu Dia berfirman, _"qultu wa fa 'altu"_ dengan menggunakan dhamiir mutakallim wahdah, yaitu tu.
*=== SURAH ALI 'IMRAN ===*
*Surah Ali 'Imran* adalah surah yang ketiga, surah Ali 'Imran termasuk surah *Madaniyah*. Jumlah ayatnya ada 200 ayat. Surah ini turun setelah surah al-Anfaal.
*TINGKAT INTENSITAS HUBUNGAN SURAH ALI 'IMRAN DENGAN SURAH AL-BAQARAH*
Ada beberapa titik temu, persamaan dan komparasi di antara kedua surah ini, al-Baqarah dan Ali 'lmran, yaitu:
AL-BAQARAH (110)
AL BAQARAH 285 - 286
IMAN KEPADA RISALAH PARA RASUL DAN PEMBEBANAN PERINTAH SESUAI DENGAN BATAS KEMAMPUAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kedua ayat ini mengandung beberapa penjelasan berikut:
1. Keimanan merupakan sebuah kesatuan yang utuh tidak boleh terbagi-bagi, jadi seorang Mukmin wajib beriman kepada semua yang diwahyukan oleh Allah SWT. Kaum Mukminin, mereka beriman bahwa Allah SWT Maha Esa, Dia-lah Tuhan Yang hanya kepada-Nya bergantung segala sesuatu, tiada Tuhan selain Dia dan tiada Penguasa selain Dia. Kaum Mukminin, mereka beriman dan membenarkan seluruh para Nabi, rasul dan kitab-kitab yang diturunkan dari langit kepada para hamba-Nya yang menjadi rasul dan Nabi, mereka tidak membedakan di antara para rasul dan Nabi dengan cara beriman kepada sebagian dari mereka dan mengingkari sebagian yang lain. Akan tetapi, bagi mereka semua rasul dan Nabi semuanya benar terpercaya, lurus, mendapat petunjuk dan memberi petunjuk ke jalan kebaikan. Kaum Mukminin tidak seperti kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya beriman kepada sebagian Nabi dan kufur terhadap sebagian yang lain.
Halaman 154 dari 186