IBRAAHIIM (1)
TUJUAN DARI PENURUNAN AL-QUR'AN, CELAAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR, DAN PENJELASAN BAHWA RASUL DATANG DENGAN BAHASA KAUMNYA
Surah Ibraahiim Ayat 1-4
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dari ayat-ayat di atas bisa dipahami sejumlah hal sebagai berikut:
1. Ayat (كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ) merupakan dalil bahwa Al-Qur'an diturunkan dari sisi Allah SWT, bahwa tugas dan fungsi Al-Qur'an adalah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan-kegelapan kekafiran, kesesatan dan kebodohan, menuju kepada cahaya terang keimanan, petunjuk dan pengetahuan, dengan taufik dan belas kasih Allah SWT kepada mereka. Ini merupakan sebuah nikmat bagi Rasulullah saw. karena beliau dipercaya mengemban tugas dan jabatan yang agung ini. Juga sebuah nikmat bagi manusia karena Allah SWT mengutus kepada mereka seseorang yang menyelamatkan dan mengentaskan mereka dari kegelapan-kegelapan kekafiran, menuju kepada cahaya terang keimanan.
SURAH IBRAAHIIM
MAKKIYYAH, LIMA PULUH DUA AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan surah Ibraahiim, karena memuat sebagian dari kisah yang menyangkut kehidupan Nabi Ibrahim a.s. di Mekah, hubungannya dengan masyarakat Arab dan Isma'il, bahwa Nabi lbrahim a.s. dan Nabi Isma'il membangun Ka'bah, mereka berdua berdoa kepada Allah SWT memohon hidayah, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah SWT memohon agar diri dan anak cucunya dijauhkan dari menyembah berhala, memohon supaya Allah SWT mengaruniai rezeki buah-buahan kepada istri dan putranya; Isma'il r.a. yang ia tinggalkan di Mekah, serta menjadikan dirinya dan keturunannya sebagai orang-orang yang menegakkan shalat. Kisah ini disebutkan dalam ayat 35 sampai 41.
AR-RA'D (13)
TUGAS RASUL ADALAH MENYAMPAIKAN SYARI'AT, ALLAH SWT MENJADI SAKSI UNTUKNYA, YANG MELAKUKAN HISAB, DAN PEMBERI PUTUSAN DI ANTARA PARA HAMBA SERTA MENGGAGALKAN MAKAR ORANG-ORANG KAFIR
Surah Ar-Ra'd Ayat 40-43
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:
1. Tugas Rasul hanya sebatas menyampaikan risalah kepada umat saja, bukan menjadi tugas dan kewajiban beliau untuk menjadikan mereka mendapatkan petunjuk dan menjadi baik.
2. Allah Yang mewujudkan kejadian-kejadian, merealisasikan janji dan ancaman, menurunkan adzab yang keras kapan pun sekehendak-Nya. Mungkin saja itu terjadi semasa Rasulullah saw masih hidup atau setelah beliau wafat.
AR-RA'D (12)
DESKRIPSI SURGA, SIKAP AHLI KITAB TERHADAP KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN SEJUMLAH OPINI-OPINI SESAT
Surah Ar-Ra’d Ayat 35-39
Turunnya Ayat 38
*Al-Kalbi* menuturkan, orang-orang Yahudi menjelekkan Rasulullah saw. dan berkata, "Kami melihat orang ini tidak memiliki kerjaan lain selain urusan perempuan dan kawin. Seandainya benar ia adalah seorang nabi sebagaimana yang ia klaim, tentu urusan kenabian sudah menyita semua waktu dan pikirannya hingga tidak sempat memikirkan urusan perempuan." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًۭا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَٰجًۭا وَذُرِّيَّةًۭ ۚ)
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia berkata, "Ketika turun ayat (وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ), maka orang-orang Quraisy berkata, "Hai Muhammad, kami melihat kamu sudah tidak memiliki apa-apa lagi, semuanya telah selesai." Lalu *Allah SWT* menurunkan ayat (يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ)
Halaman 32 dari 186