AL HIJR (9)
AL HIJR (8)
KISAH PENDUDUK AIKAH, KAUM NABI SYU AIB A.S. DAN PENDUDUK AL-HIJR, BANGSA TSAMUD
Surah al-Hijr Ayat 78-86
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ini adalah dua di antara kisah umat-umat terdahulu yang telah punah, yang zalim dan mendustakan para rasul mereka. Kisah-kisah mereka begitu menggetarkan jiwa, menggerakkan emosi, dan menggugah kesadaran untuk bersegera menuju ke pangkuan keimanan dan kesalehan amal.
Penduduk _al-Aikah_ (kaum Nabi Syu'aib a .s.) benar-benar telah mendustakan rasul mereka, yaitu Nabi Syu’aib a.s., padahal mereka dalam keadaan bergelimangan kenikmatan, kekayaan alam dan kesenangan. Mereka adalah para pemilik hutan, kebun-kebun dan pepohonan yang menghasilkan buah-buahan.
AL HIJR (7)
KISAH TAMU NABI IBRAHIM DAN INFORMASI PEMBINASAAN KAUM LUTH*
Surah al-Hijr Ayat 51-77
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah di atas menunjukkan sejumlah hal berikut.
1. Sebagai pelajaran etika bagi tamu untuk mengucapkan salam ketika mengunjungi orang lain.
2. Menggambarkan berbagai perasaan dan kecurigaan seseorang yang didatangi tamu ketika ia menolak untuk mencicipi suguhan yang ia hidangkan kepadanya.
3. Kabar gembira yang disampaikan malaikat kepada Nabi Ibrahim a.s. tentang kelahiran Ishaq menjadi sebab berbagai ketakutan dan kekhawatiran hilang diganti dengan perasaan tenang dan damai.
AL HIJR (6)
MAGHFIRAH DAN ADZAB
Surah al-Hijr Ayat 49-50
Sebab Turunnya Ayat
*Thabrani* meriwayatkan dari *Abdullah bin Zubair r.a.*, ia berkata, "Suatu ketika, Rasulullah saw. melewati sekelompok sahabat yang sedang tertawa-tawa. Lalu, beliau berkata kepada mereka, "Apakah kalian masih bisa tertawa-tawa, sementara penyebutan surga dan neraka berada di antara kalian?" Lalu turunlah ayat ini *(۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٤٩ وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ ٥٠)*
Keterangan serupa juga diriwayatkan oleh *Ibnu Mardawaih* dari jalur lain dari salah seorang sahabat *Rasulullah saw*., ia berkata, "Rasulullah saw. melihat ke arah kami melalui pintu masuk Bani Syaibah. Lalu beliau berkata, _"Aku tidak melihat kalian tertawa-tawa."_ Kemudian, beliau pun berlalu pergi, kemudian kembali lagi, lalu bersabda, "Aku pergi keluar, hingga ketika aku berada di Al-Hijr, Malaikat Jibril a.s. datang, lalu berkata, "Ya Muhammad, sesungguhnya Allah SWT berfirman, _"Janganlah kamu membuat hamba-hamba-Ku pesimis dan putus asa, *(۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٤٩ وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ ٥٠)*
Halaman 27 dari 186