Surah al-Hijr Ayat 16-25

AL HIJR (3)

BEBERAPA BENTUK PERWUJUDAN KUASA ALLAH SWT BERUPA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI, PENIUPAN ANGIN, MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN, PENGETAHUAN YANG _KOMPREHENSIF_ DAN _HASYR_

Surah al-Hijr Ayat 16-25

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas memaparkan sejumlah bukti petunjuk tauhid yang ada di langit dan bumi. Pertama, disebutkan bukti-bukti petunjuk yang ada di langit, kemudian, bukti-bukti petunjuk yang ada di bumi. Bukti-bukti petunjuk tersebut adalah sebagai berikut.

1. Penciptaan bintang-bintang yang besar, planet-planet, gugusan bintang yang menjadi tempat peredarannya. Jumlahnya ada dua belas rasi bintang yang sudah dikenal dalam ilmu astronomi.

2. Langit dijaga dari usaha setan yang terkutuk untuk mendekatinya. Kata rajiim artinya adalah _marjuum_, (yang dilempar) dari akar kata _ar-Rajm_ yang berarti melempar dengan batu, atau dengan mulut dalam bentuk caci maki. Juga bisa berarti melaknat. *Al-Kisa'i menuturkan, setiap kata _rajiim_ dalam Al-Qur’an, itu bermakna caci maki.

Setiap setan yang berupaya ingin mencuri-curi sesuatu dari ilmu gaib, ia akan dilempar dengan pecahan bintang yang menyala, lalu membakar dan membunuh setan tersebut, sebelum ia sempat menyampaikan apa yang ia curi itu kepada orang lain.

3. Bumi diciptakan terhampar dalam bentuk yang sesuai dan memungkinkan sebagai tempat kehidupan manusia. Bumi distabilkan dengan gunung-gunung yang kukuh, agar tidak berguncang dan bergoyang. Di bumi terdapat berbagai tumbuhan yang beragam yang diciptakan dengan kadar ukuran tertentu sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan. Di bumi juga terdapat sarana penghidupan dan kebutuhan hidup, seperti sumber-sumber makanan dan minuman yang menjadi kebutuhan dasar hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Di bumi juga terdapat berbagai macam hewan, binatang, kendaraan, dan binatang ternak yang memiliki manfaat yang bermacam-macam dan Allah-lah Yang memberinya rezeki.

4. Allah SWT adalah Sang Pemilik segala sesuatu. Dia mengadakannya, menciptakannya, membentuknya, dan mengaruniainya menurut kehendak-Nya dengan kadar ukuran tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan makhluk. Tidak ada satu pun dari rezeki makhluk dan manfaat-manfaat mereka melainkan di sisi Allah SWT terdapat khazanahnya. Seperti hujan yang diturunkan dari langit, yang dengannya segala tumbuh-tumbuhan ditumbuhkan. Akan tetapi, Allah SWT tidak menurunkannya melainkan menurut kehendak-Nya dan sesuai dengan kadar kebutuhan. Hal ini sebagaimana firman-Nya:

_"Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba- Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki."_ *(asy-Syura: 27)*

5. Di alam ini, Allah SWT menyiapkan sarana rezeki. Di antaranya, Allah SWT menjadikan angin sebagai Iawaaqih, yang membawa awan mendung dan membantu proses penyerbukan. Dengan angin itu, Allah SWT menurunkan hujan sebagai pasokan air minum manusia dan binatang, untuk kebutuhan irigasi tanaman, buah-buahan, dan pepohonan. Allah-lah Yang menyimpan stok air di awan dan di dalam tanah. Dia Yang Menghidupkan dan Mematikan dan Pewaris alam semesta. Tidak ada satu pun makhluk yang tersisa di dalamnya dan hanya Dia Yang Mahakekal.

6. Allah SWT Maha Mengetahui segala makhluk yang terdahulu dan yang akan datang terkemudian hingga hari Kiamat. Allah SWT akan mengumpulkan umat manusia untuk menjalani hisab dan menerima balasan.

Dari ayat *(وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَـْٔخِرِينَ)*, Para fuqaha mengambil dua kesimpulan hukum fiqih.

_Pertama_, keutamaan awal waktu dalam shalat dan keutamaan shaf pertama dalam shalat berjamaah. *Rasulullah saw*. dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh *Ahmad, Bukhari, Muslim,* dan *Nasa'i* dari *Abu Hurairah r.a*., Rasulullah saw. bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

_“Seandainya orang-orang mengetahui sesuatu di dalam adzan dan shaff pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya melainkan harus mengundinya, niscaya mereka akan mengundinya”_

Barisan awal dekat imam hanya diisi orang-orang dewasa yang cerdas, sebagaimana sabda *Rasulullah saw* yang diriwayatkan oleh *Muslim, at-Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud*, dan *Ibnu Majah* dari *Ibnu Mas'ud r.a.,*

لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلَامِ وَالنُّهَى

_“Hendaklah yang berada di dekatku (dalam shalat) adalah orang-orang yang sudah dewasa dan berakal cerdas.”_

Itu adalah hak yang tetap bagi mereka berdasarkan perintah sang pemilik syara’

_Kedua_, keutamaan barisan terdepan dalam peperangan. Orang yang berada di barisan terdepan, berarti ia telah menjual dirinya kepada Allah SWT. Dalam pertempuran, tidak ada seorang pun yang berani berada di depan Rasulullah saw. karena beliau adalah orang yang paling berani. *Al-Barra' r.a*. berkata, "Sungguh demi Allah, ketika pertempuran berkecamuk hebat, kami berlindung kepada Rasulullah saw., dan sesungguhnya orang yang pemberani di antara kami adalah orang yang berada paling depan, dan ia adalah Rasulullah saw."_

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login