IBRAAHIIM (9)
BUKTI-BUKTI PETUNJUK ATAS WUJUD ALLAH SWT DAN TAUHID YANG TERDAPAT DI ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA
Surah Ibraahiim Ayat 32-34
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menerangkan kepada kita hal-hal sebagai berikut.
1. Allah SWT benar-benar telah membeberkan banyak sekali bukti petunjuk tentang wujud-Nya, kuasa-Nya, ilmu-Nya, dan keesaan-Nya. Di antaranya sepuluh bukti petunjuk yang disebutkan dalam ayat di atas, mulai dari penciptaan langit dan bumi, penurunan hujan dari awan mendung dan seterusnya.
IBRAAHIIM (8)
SIKAP KUFUR NIKMAT DAN MENGADA-ADAKAN TANDINGAN-TANDINGAN BAGI ALLAH SWT, ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR DENGAN BERSENANG-SENANG DENGAN KESENANGAN DUNIA, SERTA PERINTAH KEPADA ORANG-ORANG MUKMIN UNTUK MENEGAKKAN SHALAT DAN BERINFAK
Surah Ibraahiim Ayat 28-31
Sebab Turunnya Ayat 28
*Ibnu Abbas* mengatakan, yang dimaksud dengan kalimat *(۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ )* adalah kaum kafir Mekah. *Al-Hakim, Ibnu Jarir, Thabrani* dan yang lainnya meriwayatkan dari *Umar bin Khathab* dan *Ali bin Abi Thalib*, mereka berdua berkata tentang orang-orang yang menukar nikmat Allah SWT, “Mereka adalah dua kaum yang paling bejat dari bangsa Quraisy, yaitu _Bani al-Mughirah_ dan _Bani Umayyah_. Adapun _Bani al-Mughirah_, Allah SWT telah membasmi mereka pada Perang Badar. Sedangkan _Bani Umayyah_, mereka diberi penangguhan untuk bersenang-senang sampai beberapa waktu."
IBRAAHIIM (7)
PERUMPAMAAN KALIMAT YANG BAIK DARI GOLONGAN YANG BERBAHAGIA, DAN GAMBARAN KALIMAT YANG BURUK DARI GOLONGAN YANG CELAKA
Surah Ibraahiim Ayat 24-27
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Kalimat _thayyibah_, yaitu keimanan, atau *kalimat tauhid* _laa ilaaha illallaahu Muhammadur Rasuulullaahi_ atau orang Mukmin itu sendiri, adalah kalimat yang kukuh, baik, dan bermanfaat. *Anas* meriwayatkan dari *Rasulullah saw.*, beliau bersabda:
مَثَلُ الإِيمَانِ كَشَجَرَةٍ ثَابِتَةٍ، فَالإِيمَانُ أَصْلُهَا، وَالصَّلَاةُ جِذْعُهَا، وَالزَّكَاةُ أَغْصَانُهَا، وَالصِّيَامُ فُرُوعُهَا وَأَفْنَانُهَا، وَالصَّبْرُ عَلَى الْأَذَى فِي سَبِيلِ اللَّهِ نُمُوُّهَا، وَحُسْنُ الْخُلُقِ أَوْرَاقُهَا، وَاجْتِنَابُ الْمُحَرَّمَاتِ ثِمَارُهَا.
_“Perumpamaan iman adalah seperti sebuah pohon yang kukuh . Keimanan adalah ibarat akar-akarnya, shalat adalah batangnya, zakat adalah cabang-cabangnya, puasa adalah dahan dan ranting-rantingnya, tabah dan tegar menghadapi berbagai gangguan dan tekanan di jalan Allah SWT adalah pertumbuhannya, akhlak yang baik adalah daun-daunnya, menghindari hal-hal yang diharamkan Allah SWT adalah buahnya."_
IBRAAHIIM (6)
DIALOG DI ANTARA ORANG-ORANG YANG CELAKA PADA HARI ADZAB, PERDEBATAN ANTARA SETAN DENGAN PARA PENGIKUTNYA, DAN KEBERUNTUNGAN MENDAPATKAN SURGA BAGI ORANG-ORANG YANG BAHAGIA
Surah Ibraahiim Ayat 21-23
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dari ayat-ayat di atas bisa dipahami sejumlah hal seperti berikut.
1. Mencela, menentang, dan saling menyalahkan terjadi di antara para penghuni neraka. Percakapan antara para pemuka dan pengikut menggambarkan para pemuka yang tidak kuasa sedikit pun untuk mewujudkan apa pun bagi para pengikut mereka di dunia. Mereka tidak mampu sedikit pun menyelamatkan diri mereka dari adzab Allah SWT dan tidak pula bisa mewujudkan satu manfaat pun bagi diri mereka, apalagi memberikan manfaat pada orang lain. Semua pelaku kekufuran dan maksiat tidak akan menemukan jalan untuk melarikan diri dan berlindung dari adzab dan hukuman Allah SWT. Baik mereka sabar dalam menjalani adzab, maupun mengeluh, sama saja bagi mereka, tidak ada bedanya.
Halaman 30 dari 186