IBRAAHIIM (4)
ANCAMAN ORANG-ORANG KAFIR TERHADAP PARA RASUL DENGAN PENGUSIRAN ATAU MURTAD, DAN WAHYU BAHWA KESUDAHAN YANG BAIK ADALAH MILIK PARA NABI
Surah Ibraahiim Ayat 13-18
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada kita sejumlah faedah sebagai berikut.
1. Intimidasi dan ancaman orang-orang kafir kepada para rasul dengan ancaman pengusiran dari negeri atau dipaksa untuk masuk ke dalam millah paganisme, adalah tidak memiliki arti apa-apa di hadapan ancaman Allah SWT. Ancaman mereka pasti sirna begitu saja, sedangkan ancaman Allah SWT pasti akan terwujud. Ini sudah menjadi sunnatullah yang berlaku pada para rasul dan hamba-hamba-Nya.
2. Kelayakan mendapatkan kemenangan atas para musuh tergantung pada syarat rasa takut dan khidmat pada keagungan dan kebesaran Allah SWT. Selain itu, tergantung pada kedudukan pada hari penghisaban di akhirat, takut pada adzab, pembalasan, dan hukuman-Nya.
3. Baik apakah yang meminta pertolongan dan kemenangan atas musuh adalah para rasul, kaum kafir, ataukah keduaduanya, namun yang pasti adalah bahwa pertolongan dan kemenangan pada akhirnya untuk orang-orang yang bertakwa dan para rasul. Mereka-lah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman kepada Allah SWT, Tuhan mereka Yang mereka mintai pertolongan. Sedangkan kegagalan dan kebinasaan adalah bagi orang-orang yang kafir, sombong, dan tidak menaati Allah SWT. Hal ini juga layak untuk mereka yang membangkang dan menolak kebenaran. Mereka kafir kepada Allah SWT, mengelak, dan tidak menaatiNya, serta menyimpang dari manhaj dan jalan kebenaran.
4. Sebagaimana kebinasaan di dunia layak untuk orang-orang kafir, adzab dan siksaan di neraka Jahannam siap menyambut mereka. Setelah binasa dan celaka di dunia, adzab di akhirat pun akan mereka terima.
5. Air penghuni Jahannam adalah nanah penduduk neraka yang mengalir dari tubuh mereka. Di dalamnya, orang kafir meminumnya seteguk demi seteguk bukan sekaligus, karena rasanya yang begitu menjijikkan dan sangat panas serta sangat menyakitkan ketika ditelan. Hampir-hampir ia tidak ingin menelannya, namun akhirnya tetap ia telan dengan begitu susah payah dan sangat terpaksa,
_"Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan (adzab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi."_ *(al-Hajj: 20-21)*
Berbagai penyebab kematian mendatanginya dari berbagai penjuru, dari kanan dan kirinya, dari atas dan bawah, dari depan dan belakang. Namun itu sama sekali tidak membuatnya mati,
_“Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hambahamba-Nya (dengan adzab itu). 'Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku.”_ *(az-Zumar: 16)*
Di hadapannya ada adzab yang sangat keras, bertubi-tubi, dan sambung menyambung tanpa sedikit pun mengendur. Itulah gambaran adzab orang-orang kafir secara lahir dan batin. _Pertama_, *(مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ)* _Kedua_,
(يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا) (وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍۢ صَدِيدٍۢ)* _Ketiga_, *(يُسِيغُهُۥ وَيَأْتِيهِ ٱلْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍۢ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍۢ ۖ)*, _Keempat_, *(وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٌۭ)*
Amal-amal baik yang selama ini dikerjakan oleh orang-orang kafir ketika di dunia, sama sekali tidak berguna dan berfaedah di akhirat. Amal baik mereka, seperti memberi makan orang yang kelaparan, memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pertolongan, amal kebajikan, sedekah, silaturahim, berbakti kepada kedua orang tua. Semua amal baik ini tidak ada pahalanya bagi orang-orang kafir karena telah diruntuhkan oleh kekafirannya. Itu adalah sebuah kerugian yang sangat besar.
Dalam ayat ini, Allah SWT membuat perumpamaan tentang amal-amal orang kafir, yaitu amal-amal itu terhapus dan lenyap seperti lenyapnya abu yang ditiup oleh angin kencang di hari yang berangin kencang. Itu tidak lain disebabkan mereka mempersekutukan Allah SWT, sehingga amal-amal itu tidak memenuhi syarat utama diterimanya suatu amal, yaitu iman kepada Allah SWT semata tiada sekutu bagi-Nya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
