HUD (9)
Surah Huud Ayat 25 - 31
KISAH NUH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut ini:
1. Dakwah Nuh kepada kaumnya sama seperti dakwah semua nabi yang lainnya yaitu mengajak penyembahan hanya kepada Allah SWT dan taat hanya kepada-Nya dengan tidak menyekutukan-Nya dan meninggalkan penyembahan berhala.
2. Terus-menerus dalam kekafiran atau menyembah kepada berhala, dipastikan mendapat siksa yang sangat pedih, menyakitkan, dan menyusahkan di akhirat.
3. Sesungguhnya yang paling dominan dalam penolakan kaum Nuh adalah mereka dari para pemuka dan orang-orang terhormat sama seperti penolakan orang-orang pendusta dan pembangkang lainnya berlandaskan pada uzur dan alasan yang lemah, yang paling utama dari alasan mereka adalah kesombongan terhadap manusia lainnya yang mereka anggap sebagai orang-orang miskin dan lemah yang memang biasanya mereka lebih dominan dalam mengikuti yang benar, seperti firman Allah SWT:
HUD (8)
Surah Huud Ayat 18 - 24
ORANG-ORANG KAFIR DAN ORANG-ORANG MUKMIN SERTA BALASAN AMAL PERBUATAN MEREKA MASING-MASING
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengandung hal-hal berikut:
1. Tidak ada orang yang paling zalim pada dirinya sendiri dari orang-orang yang mengada-ada dusta terhadap Allah SWT maka mereka menisbahkan kalam-Nya kepada yang lain selain Dia. Mereka mengatakan bahwa Dia mempunyai sekutu dan anak, dan mereka berkata kepada para berhala, _"Mereka adalah para pemberi syafaat kami di sisi Allah SWT."_
2. Ketika orang-orang kafir dan munafik dihadapkan kepada Tuhan mereka, para saksi mereka berkata, _"Mereka adalah orang-orang yang telah berdusta terhadap Allah SWT."_ . Ingatlah kutukan Allah ditimpakan atas orang-orang yang zalim, yaitu mereka akan jauh dari Allah, dan akan mendapat murka-Nya serta tidak mendapatkan rahmat dari-Nya karena mereka telah menempatkan ibadah bukan pada tempatnya yang benar.
HUD (7)
Surah Huud Ayat 17
ORANG-ORANG YANG MENGINGINKAN AKHIRAT
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌۭ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًۭا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍۢ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ ١٧
*Artinya*: _Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur`ān) dari Tuhan-nya dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad)1# dari Allah dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al-Qur`ān. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur`ān, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān itu. Sesungguhnya (Al-Qur`ān) itu benar-benar dari Tuhan-mu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman._
1#- Ada yang menafsirkan "saksi" di sini dengan Jibril ‘Alaihissalām ada pula yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "saksi" di sini ialah Al-Qur`ān itu sendiri karena Al-Qur`ān itu adalah suatu mukjizat yang tidak dapat dibantah atau dibatalkan.
HUD (6)
Surah Huud Ayat 15 - 16
BARANGSIAPA YANG HANYA MENGINGINKAN DUNIA SAJA, DIA TTDAK AKAN MENDAPATKAN AKHIRAT
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ١٥
*Artinya*: _Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan._
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَـٰطِلٌۭ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٦
*Artinya*: _Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan1#._
1#- Maksudnya, apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat nanti.
Halaman 48 dari 186