HUD (21)
Surah Huud Ayat 103-109
[Bagian 1/2]
IBRAH DALAM KISAH-KISAH AL-QUR’AN BERUPA ADANYA BALASAN DI AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat itu menunjukkan hukum-hukum berikut ini:
1. Kebenaran para nabi dalam apa yang mereka beritakan berupa cerita tentang umat-umat yang terdahulu dan hal-hal gaib yang akan terjadi, baik di alam dunia maupun di alam akhirat seperti terjadinya adzab dan siksa, al-hasyr (kebangkitan) dan hisab (إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ), maksudnya ibrah dan nasihat bagi orang takut adzab hari Kiamat, dan firman-Nya (مَّجْمُوعٌۭ لَّهُ ٱلنَّاسُ) menunjukkan kepastian adanya _al-hasyr_. Kata _al-jam'u_ artinya _al-hasyru_ yaitu mereka akan dikumpulkan pada hari Kiamat, yaitu hari yang disaksikan orang-orang yang baik dan jahat dan juga disaksikan oleh penghuni langit.
HUD (20)
Surah Huud Ayat 100-102
IBRAH DARI KISAH-KISAH UMAT YANG ZALIM DI DUNIA
ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌۭ وَحَصِيدٌۭ ١٠٠
*Artinya*: _Itu adalah sebagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah._
وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍۢ ١٠١
*Artinya*: _Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, pada waktu azab Tuhan-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka._
HUD (19)
Surah Huud Ayat 96-99
KISAH MUSA BERSAMA FIR’AUN DAN PEMIMPIN KAUMNYA
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍ ٩٦
*Artinya*: _Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,_
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَآ أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍۢ ٩٧
*Artinya*: _kepada Firʻaun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Firʻaun , padahal perintah Firʻaun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar._
HUD (18)
Surah Huud Ayat 84-95
KISAH SYU’AIB
TAFSIR DAN PENJELASAN
Kami telah mengutus kepada penduduk Madyan saudara mereka dalam kabilah Syu'aib dari keturunan paling terhormat. Dia berkata, "Wahai kaumku, sembahlah Allah Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya." Ini adalah perintah kepada tauhid yang merupakan asal keimanan, kemudian dia melarang mereka untuk tidak berlaku curang dalam takaran dan timbangan, dia berkata dalam firman Allah SWT (وَلَا تَنقُصُوا۟ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ ۚ) maksudnya adalah janganlah kalian mengurangi hak-hak orang dalam takaran dan timbangan, seperti firman Allah SWT,
Halaman 45 dari 186