HUD (17)
Surah Huud Ayat 77 - 83
KISAH LUTH BERSAMA KAUMNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Luth bersama kaumnya menunjukkan hal-hal berikut:
1. Sesungguhnya orang yang beriman cemburu kepada _hurumaat_ Allah dan selalu mendahulu terjadinya bencana dengan mempersiapkan diri sebelum turunnya, maka Luth merasa resah dan susah dengan kedatangan utusan malaikat itu (yaitu malaikat adzab yang telah menyampaikan berita gembira sebelumnya kepada Ibrahim tentang kelahiran anak). Dia pun merasa sempit dadanya dengan kedatangan mereka dan merasa tidak senang seraya berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit."
HUD (16)
Surah Huud Ayat 69 - 76
KISAH IBRAHIM DAN KABAR GEMBIRA DENGAN LAHIRNYA ISHAQ DAN YA'QUB
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah ini menunjukkan hal-hal berikut ini.
l. Antara malaikat dan para nabi saling memberikan salam, dimana malaikat memberikan salam kepada Ibrahim dengan ucapan mereka _"Salaaman",_ seperti yang kamu katakan mereka mengucapkan sesuatu yang baik maka Ibrahim membalasnya dengan penghormatan yang lebih baik, seraya dia berkata, _" Salamun'alaikum."_
2. Ayat ini menunjukkan bahwa adab menerima tamu adalah menyegerakan penyuguhan makanan untuk tamu, yaitu dengan menyuguhkan langsung apa yang ada dan mudah disaji, kemudian setelah itu dilanjutkan dengan menyuguhkan yang lainnya jika dia punya tanpa mencari-cari yang tidak ada dan tidak mampu bahkan memberatkannya.
HUD (15)
Surah Huud Ayat 61 - 68
KISAH NABI SHALIH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Shalih bersama kaumnya Tsamud menunjukkan beberapa ibrah dan nasihat sebagai berikut:
1. Sesungguhnya keingkaran dan kekafiran kaum Tsamud terhadap tanda-tanda Allah dan tidak taatnya mereka kepada perintah rasul mereka merupakan sikap dan tindakan kaum tersebut karena mereka lebih mengutamakan untuk mengikuti nenek moyang dan orang-orang terdahulu. Walaupun Shalih a.s adalah seorang dari mereka baik secara nasab dan keturunan atau secara kabilah, dia menyampaikan dalil yang kongkrit dan sempurna atas kewajiban menyembah kepada Allah dan mengesakan-Nya, berupa dalil penciptaan manusia di bumi ini, dan menjadikan mereka sebagai yang memakmurkannya.
2. Sesungguhnya beristighfar (meminta ampun) dari dosa dan bertobat dari kesalahan adalah sebab cepatnya dikabulkannya doa karena sesungguhnya Allah SWT sangat dekat kepada para hamba-Nya, Maha Penyayang kepada mereka, mengabulkan doa orang-orang yang punya hajat dan orang yang terjepit, sangat dekat dalam mengijabahi orang-orang yang memohon kepada-Nya.
HUD (14)
Surah Huud Ayat 50 - 60
KISAH HUD
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Hud bersama kaumnya ini menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Hud memfokuskan dakwahnya dalam dua macam _taklif_ yaitu dakwah kepada tauhid dan ibadah hanya kepada Allah SWT Yang Esa, _istighfar_ kemudian tobat, dan perbedaan antara keduanya bahwa _istighfar_ adalah meminta ampunan dan itu menjadi zat yang diminta. Adapun tobat adalah sebab kepada ampunan itu, dan itu dapat dilakukan dengan menolak atau menanggalkan apa saja yang bertentangan dengan maghfirah itu, dan maghfirah dikedepankan penyebutannya; karena dia merupakan tujuan yang dicari, sementara tobat adalah sebab untuk sampai kepadanya. Pada awal-awal surah ini telah dijelaskan tentang perbedaan ini.
Halaman 46 dari 186