HUD (13)
Surah Huud Ayat 48 - 49
PELAJARAN DARI KISAH NUH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:
1. Keselamatan dan rasa aman, penghormatan, dan keberkahan serta kesenangan semua itu dari Allah SWT kepada setiap orang yang Mukmin laki-laki dan perempuan sampai hari Kiamat kelah dan itu dimulai dari sejak Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya.
2. Kesenangan dan pemanfaatan nikmat di dunia ini, dan adzab di akhirat bagi setiap orang yang kafir laki-laki dan perempuan sampai hari Kiamat mulai dari keturunan orang-orang yang beriman di zaman Nuh dan keturunan umat-umat sesudah mereka.
3. Cerita tentang Nuh dan kisahnya bersama kaumnya merupakan berita-berita penting yang tidak diketahui oleh Nabi Muhammad saw. yang Allah SWT wahyukan dan beritahukan kepada beliau, dimana sebelumnya beliau dan juga kaum beliau tidak mengetahui sama sekali, dan tak ada seorang pun yang mengetahui perihal badai topan itu, dan kisah yang benar dan mendetail itu tidak diketahui sama sekali oleh Nabi saw. dan juga kaum beliau.
4. Maksud dan tujuan dari penyebutan kisah Nuh dalam surah Yuunus adalah untuk mengetahui sisi kesamaan antara kaum Nuh dan kaumnya Muhammad, yaitu bahwa kaum Nuh telah mendustakan Nuh karena dia telah mengancam mereka dengan diturunkannya adzab atas mereka, dan mereka meminta untuk disegerakan adzab itu, kemudian pada akhirnya adzab itu benar-benar terjadi. Begitu juga kaum Muhammad saw. telah meminta untuk disegerakan turunnya adzab seperti yang terjadi pada kaum Nuh. Sisi kesamaan dalam surah Yuunus adalah meminta disegerakan turunnya adzab.
Dalam surah Huud, Allah SWT kembali menyebutkan kisah ini dengan maksud dan tujuan lain yaitu menerangkan bahwa orang-orang kafir yang selalu menyakiti rasul terjadi di zaman Nuh, dan ketika Nuh bersabar, dia mendapat kemenangan.
Karena itu, hendaklah kamu wahai Muhammad berlaku seperti itu agar kamu mendapatkan tujuanmu, dan kamu telah mengetahui buah kesabaran Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya. Adapun akibat kekafiran kaumnya, sisi kesamaannya adalah penyiksaan dan sesungguhnya bersabar atas hal itu akan mengajak kepada kemenangan.
5. Bersabar atas kesulitan dan kendala dalam menyampaikan risalah llahiyah, dan penyiksaan dari kaum yang serukan, merupakan kunci kelapangan, dan merupakan jalan keberhasilan dan kemenangan, sebagaimana bersabarnya Nuh dan Muhammad dan ulul 'azmi dari para rasul, Nuh telah bersabar dari penyiksaan kaumnya, kemudian Allah SWT menolongnya atas mereka. Begitu juga Nabi saw. telah bersabar atas penyiksaan bangsa Arab yang kafir; Allah SWT pun menolong dan memuliakan beliau serta memberi kemenangan kepada beliau dengan kemenangan yang pasti dan tidak dapat tertandingi.
6. Sesungguhnya kesudahan yang baik di dunia dengan keberhasilan dan di akhirat dengan kemenangan bagi orang-orang yang bertakwa dari perbuatan kemusyrikan dan durhaka, yang selalu menjalankan perintah-perintah Allah dan patuh kepada hudud dan hukum-hukum-Nya serta taat kepada syari'at-Nya.
7. Disebutkannya kisah Nuh ini menunjukkan kenabian Muhammad saw. dan sebelumnya beliau tidak mengetahui sama sekali dan juga tidak ada seorang pun dari kaum beliau yang tahu tentang kisah yang tertata rapi dan sangat sempurna dari kisah Nuh dan kaumnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
