SURAH YUNUS
MAKKIYYAH, SERATUS SEMBILAN AYAT
SEBAB PENAMAAN SURAH
Dinamakan *Surah Yuunus* karena di dalamnya ada kisah nabiyullah Yunus. Sebuah kisah yang sangat menarik, baik dari sisi pribadinya yang pernah ditelan ikan paus atau dari sisi keistimewaan kaumnya dari antara umat-umat lainnya yaitu Allah mencabut adzab-Nya atas mereka pada saat mereka beriman dan bertobat dengan benar.
*PEMBAHASAN SURAH*
Surah ini mempunyai keistimewaan dengan berbicara tentang tujuan utama dari risalah Al-Qur’an yaitu menegakkan ketauhidan Allah dan menghancurkan kemusyrikan, menetapkan nubuwwah (kenabian), _ba'ts_ dan _ma'aad_ (dibangkitkannya manusia), ajakan untuk beriman kepada ar-risalah assamawiyyah dengan Al-Qur’anul 'Azhim sebagai risalah penutupnya, dan itulah yang menjadi topik pembahasan surah-surah makiyyah pada umumnya.
*HUBUNGAN SURAH YUNUS DENGAN SURAH AT TAUBAH*
*Surah at-Taubah* yang terdahulu ditutup dengan menyebutkan sifat-sifat Rasulullah saw. Surah ini dimulai dengan penghapusan keraguan dan ketidakyakinan terhadap diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw. untuk memberikan berita gembira dan peringatan. Sebagian besar ayat-ayat dalam surah yang terdahulu menerangkan kondisi dan sikap orang-orang munafik terhadap Al-Qur'an, sementara dalam surah ini menyebutkan kondisi orang-orang kafir dan munafik dan perkataan mereka tentang Al-Qur'an.
Hubungan surah ini dengan surah sebelumnya sangatlah jelas, yaitu surah yang terdahulu menyebutkan sifat-sifat Rasulullah saw yang harus dipercayai, kemudian surah ini menyebutkan kitab yang Allah SWT turunkan dan Nabi yang Allah SWT utus. Sesungguhnya sikap orang-orang yang sesat adalah mendustai kitab-kitab Allah SWT.
Perlu diperhatikan di sini bahwa tak ada ketentuan syarat adanya _tanaasub_ (persesuaian) jelas antara surah-surah dalam Al-Qur'an dan juga antara ayat-ayat dalam satu surah, karena terkadang memang banyak sekali tujuan sehingga pembicaraan harus berpindah dari masalah aqidah ke masalah ibadah terus ke masalah akhlah perumpamaan,
kisah dan hukum muamalat. Hal itu menjadi usluub keutamaan Al-Qur'an untuk menarik perhatian jiwa ketika membacanya dan tidak bosan. Ternyata usluub ini telah menjadi sangat disenangi dalam masyarakat secara umum seperti terlihat antusias mereka pada penuturan riwayat dan kisah-kisah perumpamaan untuk menarik perhatian orang-orang yang melihatnya, orang-orang yang membaca dan mendengarnya, melalui _istithraadaat_ (peralihan pembicaraan dari satu masalah ke masalah yang lain) serta analisis beberapa problema tambahan.
Namun terkadang di sana memang ada at-tanaasub (persesuaian) antar surah, seperti pada surah-surah _thawaasiin_ dan _hawaamiim_ dan antara surah _al-Mursalaat_ dengan surah _an-Naba_'. Terkadang juga ada sebuah pemisah antara keduanya seperti surah _al-Humazah_ dan surah _al-Lahab_ padahal topik kedua surah itu adalah satu.
*KANDUNGAN SURAH*
*Surah Yuunus* berbicara tentang risalah-risalah _Ilahiyyah,_ tentang ketuhanan dan sifat-sifat-Nya, tentang kenabian dan kisah-kisah sebagian para Nabi, tentang sikap orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an, ba'ats dan ma'ad.
1. Surah ini dimulai dengan ketetapan adanya _sunnatullah_ pada makhluk ciptaan-Nya yaitu mengutus seorang rasul kepada setiap umat dan Allah menutup kerasulan dengan mengutus Nabi saw.. Hal itu yang membuat orang-orang musyrik merasa aneh atas diangkatnya beliau menjadi Rasul, _"Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka:"Berilah peringatan kepada manusia."_ *(Yuunus: 2)*
2. Kemudian surah ini berbicara tentang penetapan adanya Tuhan melalui tanda-tanda-Nya di jagat raya ini ( اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ) kemudian mengingatkan tempat kembalinya semua makhluk kepada-Nya dengan kebangkitan dan pemberian balasan (اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًاۗ ) dan terbaginya umat manusia kepada orang-orang Mukmin dan kafir dan balasan dari mereka masing-masing. Mengingatkan orang-orang yang membangkang dengan kehancuran umat-umat yang zalim .(وَلَقَدْ اَهْلَكْنَا الْقُرُوْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوْاۙ )
3. Surah ini menjelaskan aqidah orang-orang musyrik dan menyebutkan lima _syubhat_ orang-orang yang mengingkari kenabian dan kerasulan, mengajak mereka berdialog dengan dialog yang rasional, lantas menetapkan bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah dan Nabi saw, yang kekal sepanjang zaman (وَمَا كَانَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ أَن يُفْتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ) memberikan dalil bahwa Al-Qur'an datang dari Allah SWT dengan menantang orang-orang musyrik yang pada saat itu adalah pakar dalam al-bayaan dan sangat fasih dalam berbahasa dan _balaghah_ untuk mereka membuat satu surah seperti surah dalam Al-Qur'an (أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّثْلِهِۦ) dan menyebutkan sikap orang-orang musyrik dari Al-Qur'an (وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ )
4. Surah ini menyebutkan tanda-tanda kekuasaan Ilahiyyah yang sangat luar biasa yang menunjukkan keagungan Allah SWT dan kewajiban untuk beriman kepada-Nya, karena Dia-lah sumber kehidupan, rezeki dan kenikmatan, _"Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkanyang mati dariyang hidup, dan siapakah yang mengatur segala untsan?" Maka mereka menjawab, 'Allah." Maka katakanlah, "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"_ *(Yuunus: 31)*
5. Surah ini juga menyebutkan secara singkat ibrah dan pelajaran dan penetapan kebenaran Al-Qur'an, kisah-kisah sebagian para nabi, seperti kisah Nuh ketika mengajak dan mengingatkan umatnya, kisah Nabi Musa bersama Fir'aun, permintaan bantuan Fir'aun kepada para penyihir untuk menentang dakwah Musa, sikap Musa terhadap kaumnya, doa keburukan Musa atas Fir'aun, selamatnya Bani Israil dan tenggelamnya Fir'aun di laut, dan kisah Yunus bersama kaumnya. Dengan demikian, yang disebutkan dalam surah ini ada tiga kisah.
6. Surah ini ditutup dengan apa yang sebutkan dalam ayat 57 (يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ) yaitu dengan mengikuti risalah Al-Qur'an dan syari'at Allah karena di dalamnya ada kebaikan bagi manusia (قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ)dan (وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَٱصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ).===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
