Surah Huud Ayat 116-119

HUD (26)

Surah Huud Ayat 116-119

SEBAB KEHANCURAN NEGERI-NEGERI DAN UMAT-UMAT TERDAHULU

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍۢ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ ١١٦

*Artinya*: _Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa._

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍۢ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ ١١٧

*Artinya*: _Dan Tuhan-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan._

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ١١٨

*Artinya*: _Jikalau Tuhan-mu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,_

إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ ١١٩

*Artinya*: _kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhan-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhan-mu (keputusan-Nya) telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut.

1. Kewajiban _an-nahyu 'an al-munkar wal fasaad_ (mencegah kemungkaran dan kerusakan), sebagaimana firman Allah SWT _"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, memerintahkan (berbuat) yang ma'ruf dan mencegah dari hal yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"_ *(Ali 'Imraan: 104).* Dalam hadits shahih _"Sungguh, apabila manusia melihat kemungkaran dan tidak mengubahnya atau ragu, Allah akan meratakan mereka dengan siksa-Nya."_

2. Orang-orang yang shalih di setiap waktu senantiasa melarang kerusakan di muka bumi seperti kaum *Nabi Yunus* dan pengikut para nabi. Para penegak kebenaran tersebut selalu selamat dari adzab Allah SWT.

3. Kemewahan biasanya selalu mengajak kepada _israaf_ (berlebihan) dan akan membawa kepada kefasikan, maksiat, juga kezaliman. Kata _mutrif_ adalah orang yang hidup bergelimangan dengan kenikmatan dan keluasan rezeki.

4. Kezaliman atau kejahatan sama seperti syirik dan kafir. Membuat rasa sakit serta bahaya kepada sesama manusia merupakan penyebab datangnya siksa di dunia dan akhirat. Akan tetapi, kemaksiatan adalah faktor utama diturunkannya adzab yang membinasakan di dunia daripada syirik meskipun adzab syirik lebih pedih balasannya ketika di akhirat.

5. Allah SWT tidak akan membinasakan suatu kaum dengan hanya karena mereka kafir. Akan tetapi, Allah akan membinasakan mereka ketika mereka telah menggabungkan antara kekafiran dengan berbuat kerusakan dan kezaliman dalam _mu'amalah_ dan hubungan kemasyarakatan. Sebagaimana Allah membinasakan kaum *Nabi Syu'aib* yang telah mengurangi ukuran dan timbangan dan kaum *Nabi Luth* yang telah berbuat homoseksual.

6. Allah SWT Mahakuasa untuk menjadikan manusia semuanya umat yang satu dalam keimanan atau kekufuran. *Ad-Dhahhak* berpendapat tentang ayat (وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ) kalaulah Tuhanmu berkehendak Dia akan menjadikan manusia semuanya pemeluk satu agama, orang yang sesat atau orang yang mendapat petunjuk. *Sa'id bin Jubair* mengatakan bahwa maksudnya dalam satu agama yaitu agama Islam, dan ini merupakan pendapat yang _hasan_ (baik). Adapun tentang firman-Nya (وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ) *Mujahid dan Qatadah* berkata, _"Maksudnya dalam agama yang berbeda-beda."_

Tإentang firman-Nya (وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ) *Hasan Muqaatil dan Atha'* berpendapat bahwa isyarat pada kata (ذَالِكَا)  tertuju kepada kata _al -ikhtilaaf,_ maka maknanya adalah karena perselisihan itulah Dia menciptakan mereka. Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah dan ad-Dhahhak berkata, _"Maksudnya, karena rahmat-Nya Dia menciptakan mereka."_

*Imam ath-Thabari* dan yang mengikut dengannya, yaitu *al-Qurtubi* memilih bahwa isyarat tersebut tertuju kepada _al-ikhtilaaf dan ar-rahmah,_ dan ini lebih utama dari segi susunan karena bersifat umum. Maksudnya, ketika disebutkan Allah menciptakan mereka. Huruf lam pada kata (وَلِذَٰلِكَ) untuk menerangkan akibat dan hal menjadi sebagaimana telah kami jelaskan.

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa isyarat pada kata (وَلِذَٰلِكَ) adalah isyarat yang umum, yaitu perkataan *Imam Malik*. *Asyhab* berkata, _"Aku bertanya kepada *Imam Malik* tentang ayat ini. Kemudian dia menjawab bahwa Allah menciptakan mereka agar menjadi sebuah kelompok di dalam surga dan kelompok di dalam neraka."_ Maksudnya, Allah menciptakan orang yang suka berselisih untuk berselisih dan orangyang dirahmati untuk Allah beri rahmat. Ibnu Abbas juga berpendapat sebagaimana telah terdahulu bahwa Allah menciptakan mereka menjadi dua kelompok, kelompok yang dirahmati dan kelompok yang tidak dirahmati.

7. _Ahlus Sunnah_ berdalil dengan ayat (إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ) bahwa hidayah dan iman tidak ada kecuali dengan pengadaan dan ciptaan Allah. Karena rahmat bukan ungkapan tentang pemberian kekuasaan dan akal, pengutusan rasul, penurunan kitab, dan penghilangan uzur. Karena semua itu ada pada orang-orang kafir sehingga tidak ada kata lain kecuali mengatakan bahwa di dalam rahmat itu Allah telah ciptakan hidayah dan ma'rifah. *(Tafsir ar-Raazi: 1B/77-78).*

8. Merupakan sebuah ketetapan yang telah pasti dan Allah juga telah mengabarkan dan menakdirkan bahwa Allah akan memenuhi neraka-Nya dan memenuhi surga-Nya. Allah SWT berfirman, (وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ)  _"Dan telah sempurna kalimat (keputusan) Tuhanmu bahwa Dia akan memenuhi neraka Jahannam."_ *Imam Bukhari* meriwayatkan dari *Abu Hurairah*, bahwa Nabi saw. bersabda tentang surga dan neraka (وَلِكُلِّ وَا حِدَةٍ مَلَوؤُهَ) _"Dan bagi setiap satu darinya akan dipenuhi."_ ====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login