YUUNUS (6)
SURAH YUUNUS: 11-12
MANUSIA SELALU MEMINTA DISEGERAKAN KEBAIKAN DAN KEJAHATAN SAAT KONDISI MARAH
۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِ لَقُضِىَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ ١١
*Artinya*: _Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami bergelimangan di dalam kesesatan mereka._
وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًۭا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّۢ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٢
*Artinya*: _Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut ini.
1. Allah SWT Mahalembut, Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hambaNya, tidak mengabulkan doa keburukan mereka atas diri mereka atau atas harta dan anak-anak mereka pada saat emosi dan marah. Kalaulah Allah mempercepat siksa itu bagi mereka sebagaimana mereka minta dipercepat pahala dan kebaikan, mereka pasti mati. Sesungguhnya manusia diciptakan di dunia ini sebagai makhluk yang lemah dan itu kebalikan dari penciptaan mereka nanti di hari Kiamat. Yang pada saat itu mereka diciptakan untuk kekal.
Ayat ini menghinakan akhlak tercela pada sebagian manusia. Mereka selalu berdoa dalam kebaikan dan memintanya untuk cepat dikabulkannya, kemudian terkadang akhlak buruk itu mengajak mereka untuk berdoa keburukan, dan jika itu dikabulkan bagi mereka, pasti binasa. Dari hikmah Allah SWT adalah menjadikan Nabi saw. jaminan aman bagi umat beliau baik Arab maupun bangsa lain. Barangsiapa yang kafir Allah akan menyiksanya dengan memerangi mereka atau menangguhkannya sampai datang hari Kiamat nanti, dan inilah makna dari firman-Nya (فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ).
2. Allah tidak menyegerakan siksa bagi manusia karena barangkali ada yang bertobat dari mereka, atau mungkin ada yang terlahir dari mereka seorang Mukmin. Allah SWT telah menyayangi alam ini semua dengan Nabi saw. maka Allah SWT mengangkat adzab pembinasaan dari semua umat karena Nabi saw. adalah rahmatan lil 'aalamin.
3. Manusia pada saat menghadapi situasi kritis, tidak ada tempat pelarian di depannya kecuali Allah SWT dan dia akan berdoa memohon kepada-Nya untuk mengangkat bahaya yang dia hadapi. Akan tetapi dia begitu cepat untuk melupakan Tuhannya, dia tidak ingat lagi kemurahan Allah kepadanya. Apabila dia selamat dan Allah telah mengangkat bahaya darinya, dia terus dalam kekafirannya, tidak bersyukur dan tidak mau sadar untuk kembali ke jalan-Nya.
4. Sebagaimana dijadikan baik bagi manusia untuk berdoa pada saat kesusahan dan meninggalkannya pada saat senang, juga dijadikan baik bagi orang-orang musyrik perbuatan mereka yaitu kekafian dan kemaksiatan, dan yang menjadikannya baik, bisa itu adalah Allah SWT dengan kekecewaan dan daya khayal, dan bisa juga adalah setan dengan segala bisikannya. Penyesatan setan adalah ajakannya untuk melakukan kekafiran kepada Allah SWT.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
