YUUNUS (5)
SURAH YUUNUS: 7 - 10
ORANG-ORANG MUKMIN DAN KAFIR SERTA BALASAN BAGI MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:
1. Bagi orang-orang kafir dan pembangkang adalah adzab neraka sebab apa yang telah mereka kerjakan atau apa yang mereka lakukan berupa kekafiran, pendustaan, dan perbuatan maksiat. Mereka telah disifati oleh Allah SWT dengan empat sifat. _Pertama_, sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharap pertemuan dengan Kami, atau orang-orang yang tidak takut adzab dan tidak mengharapkan pahala.
_Kedua_, mereka yang merasa puas dengan kehidupan dunia dan ridha dengan kehidupan dunia ketimbang akhirat dan mereka hanya mengerjalan perkara keduniaan. _Ketiga_ mereka yang merasa tentram dengan kehidupan dunia, mereka senang dan nyaman di dalamnya.
_Keempat_ mereka orang-orang yang lengah akan ayat-ayat kebesaran Kami yaitu mereka yang mengambil ibrah dan tidak bertafakkur dengan dalil ayat-ayat tersebut.
2. Bagi orang-orang Mukmin yang benar yang melakukan amal saleh adalah surga yang penuh kenikmatan, mengalir dari bawah mereka atau bawah taman-taman mereka sungai-sungai atau mereka dibuat senang dengannya, mereka terus memuji Allah SWT di dalam surga dengan membacakan _subhanakallahumma_ dan memuji-Nya dengan _alhamdulillahirrobbil'alamiin_. Kebahagiaan selalu menyelimuti mereka, kemegahan selalu mengisi hati mereka dan kegembiraan selalu menaungi mereka, salam penghormatan Allah bagi mereka, atau salam penghormatan para malaikat atau salam penghormatan sesama mereka adalah salaam.
Tasbih, tahmid, dan tahlil sering dinamakan juga doa. *Imam Muslim dan Bukhari* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas* bahwa Rasulullah saw. setiap merasa resah selalu membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung dan Mahalembut. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik Arasy Yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik langit, bumi, dan Arasy Yang Mulia.”
4. *Ath-Thabari* mengatakan, "Dahulu orang-orang salaf senantiasa membaca doa ini, dan mereka menamakannya sebagai doa karb” Doa ini datangnya dari ahli surga dan bukan merupakan ibadah atas mereka karena di surga itu tidak ada lagi _taklif_, melainkan mereka terilhami doa ini dan selalu membacanya karena merasa nikmat dan tanpa taklif.
Barangsiapa yang hendak makan atau minum, hendaknya memulai makannya atau minumnya dengan menyebut nama Allah, dan hendaknya dia menyudahinya dengan memuji-Nya sebagai bentuk meng¬ ikuti ahli surga. Disebutkan dalam _Shahih Muslim_ dari *Anas bin Malik* berkata, Rasulullah saw. bersabda.
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَىٰ عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، وَأَنْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
_"Sesungguhnya Allah pasti meridhai hamba yang apabila dia memakan makanan, dia memuji-Nya atas makanan itu, dan dia meminum minuman, dia memuji-Nya atas minuman itu”_ *(HR Muslim)*
5. Dianjurkan bagi orang yang berdoa untuk membacakan di akhir doanya seperti yang dikatakan oleh ahli surga -وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ-
6. Keimanan dan amal saleh merupakan jalan bagi manusia ke surga. Allah SWT akan memberikan petunjuk dan jalan yang benar karena keimanan kepada jalan istiqamah yang mengantarkan untuk mendapatkan pahala atas amal perbuatan.
Bisa juga yang Allah kehendaki dari firman-Nya yaitu di akhirat dengan cahaya keimanan mereka ke jalan surga, seperti firman Allah SWT:
_“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka."_ *(al-Hadiid: 12)*
Dalam hal ini ada hadits Nabi saw.
_"Sesungguhnya orang Mukmin apabila keluar dari kuburnya, amal ibadahnya digambarkan dalam bentuk hasanah dan berkata kepadanya. Aku adalah amal ibadah kamu,' maka amal ibadah itu menjadi cahaya dan penuntun ke surga, dan orang yang kafir apabila keluar dari kuburnya, amal perbuatannya digambarkan dalam bentuk kejahatan, dan berkata kepadanya. Aku adalah amal perbuatan kamu' maka dia pun membawa dan memasukkannya ke neraka”_
Bagi orang Mukmin hendaklah terus memperbanyak dan menambah amal saleh agar mendapatkan tempat di surga karena untuk mendapatkan surga bukan sebatas pengakuan beragama Islam atau dengan angan-angan manis, seperti firman Allah SWT,
_"(Pahala dari AllahJ itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan ia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. Barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."_ *(an-Nisaa': 123-124)*
Iman adalah pengetahuan dan hidayah yang datang dari pengetahuan itu. Maksudnya adalah pengetahuan tentang sifat-sifat Allah SWT dan bukan pengetahuan tentang zat-Nya karena hal itu sesuatu yang mustahil.
Amal saleh merupakan bentuk perbuatan yang mengajak jiwa untuk meninggalkan keduniaan dan mencari akhirat. Dan amal perbuatan yang tercela adalah kebalikan dari amal saleh itu.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
