YUUNUS (7)
SURAH YUUNUS: 13-14
SUNNATULLAH DALAM MEMBINASAKAN UMAT YANG ZALIM DAN KAFIR SERTA PENGANGKATAN KHALIFAH SETELAH MEREKA
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا۟ ۙ وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ ١٣
*Artinya*: _Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa._
ثُمَّ جَعَلْنَـٰكُمْ خَلَـٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ ١٤
*Artinya*: _Kemudian, Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menunjukkan prinsip-prinsip berikut.
1. Sesungguhnya pembinasaan umat yang zalim terdahulu ataupun yang sekarang ada¬ lah disebabkan kezaliman. Kezaliman ini berupa kekafiran dan kemusyrikan ataupun sikap melampaui batas seseorang dan penguasa.
2. Ayat ini merupakan ancaman bagi penduduk Mekah yang kafir dan orang-orang semisal mereka yang mendustakan Rasulullah saw. dan Allah SWT Mahakuasa untuk membinasakan umat yang mendustakan Muhammad saw. Akan tetapi hikmah-Nya yang membiarkan mereka karena Allah SWT Maha mengetahui bahwa di antara mereka bisa ada yang beriman atau akan keluar dari keturunan mereka yang beriman. Begitulah keadaan umatumat yang sekarang ini, kita menyaksikan pada setiap umat ada tren yang mengarah kepada keimanan ribuan dari mereka kepada aqidah Islam dan syari'atnya.
3. Ayat ini sebagai bantahan terhadap orangorang yang sesat yang mengatakan bahwa hidayah dan keimanan itu bisa dibuat.
4. Kekhalifahan di atas bumi harus disertai dengan amal saleh, dan Allah SWT menjadi satu kaum sebagai khalifah setelah umat yang lain untuk melihat bagaimana mereka berbuat dan beramal, apakah baik atau buruk. Allah akan memperlakukan mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka, dan sebagaimana bahwa Allah SWT Maha mengetahui apa yang akan terjadi di waktu mendatang di seluruh pelosok alam ini dan pada makhluk ciptaan-Nya. Ini dimaksudkan sebagai bentuk dalil indrawi yang dapat disaksikan oleh manusia melalui amal perbuatan mereka yang nyata, maka dari itu para ulama tafsir seperti ar-Raazi mengatakan, “Bukanlah makna dari ayat ini bahwa Allah SWT tidak mengetahui keadaan makhluk ciptaan-Nya sebelum me¬ reka ada, tetapi yang dimaksudkan di sini adalah bahwa Allah SWT akan memperlakukan para hamba-hamba-Nya perlakuan orang yang menuntut pengetahuan dengan apa yang akan terjadi dari mereka untuk memberikan balasan sesuai perbuatan mereka, seperti firman-Nya,
_"Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."_ *(al-Mulk: 2)*====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
