AT-TAUBAH (32)
SURAH AT-TAUBAH: 81-82
KEGEMBIRAAN ORANG-ORANG MUNAFIK YANG TIDAK IKUT BERJIHAD DI PERANG TABUK
فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ ٨١
*Artinya:* _Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah, "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas(nya)", jika mereka mengetahui._
فَلْيَضْحَكُوا۟ قَلِيلًۭا وَلْيَبْكُوا۟ كَثِيرًۭا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ٨٢
*Artinya:* _Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan._
*Sebab Turunnya Ayat (81)*
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, dia mengatakan bahwa, "Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk berangkat perang dan ketika itu sedang musim panas. Lalu sejumlah orang mengatakan bahwa, "Wahai Rasulullah, cuaca sangat panas dan kami tidak dapat pergi, karena kami tidak pergi berperang dalam cuaca panas." Lalu Allah menurunkan ayat (قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ).
*Ibnu Jarir* meriwayatkan juga dari *Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi*, dia mengatakan bahwa, "Rasulullah saw. pergi ke Tabuk ketika cuaca sangat panas. Lalu seorang lakilaki dari Bani Salamah mengatakan bahwa. Janganlah kalian berangkat perang dalam cuaca panas. Lalu Allah menurunkan ayat (قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ).
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan terbatasnya pandangan manusia, karena pada umumnya mereka hanya memandang kepada kondisi saat ini dan realitas yang sedang jalani. Mereka tidak memandang kepada masa depan dan berbagai peristiwa yang dihasilkannya.
Orang-orang munafik senang dengan ketidaksertaan mereka dalam peperangan dan merasa tenang di Madinah karena tidak berimannya mereka terhadap manfaat jihad dan ketidaksukaan mereka terhadap jihad. Hal tersebut terjadi karena jihad membuat mereka tidak dapat merasakan kenikmatan berteduh di bawah naungan pohon-pohon dan memetik buah-buahan.
Akan tetapi, Al-Qur’an mencela mereka dan mengingatkan akal mereka, yaitu bahwa panasnya neraka yang akan menjadi tempat mereka disebabkan tertinggalnya mereka dari jihad melawan para musuh dan membela Islam, adalah jauh lebih panas daripada panasnya musim panas di dunia.
Kemudian, Allah SWT mengancam mereka bahwa apabila mereka bersenang-senang sebentar di dunia, hendaklah mereka kelak akan banyak menangis dan bersedih di Jahannam. Mereka akan sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai balasan bagi apa yang mereka lakukan.
Ancaman ini tidaklah terbatas pada orang-orang munafik, tetapi mencakup para hamba saleh yang merasakan rasa takut yang sangat kuat dari Allah SWT. *At-Tirmidzi* meriwayatkan bahwa *Nabi saw. bersabda:*
"لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا، وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصُّعُدَاتِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللهِ، وَلَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ"
_“Seandainya kalian tahu apa yang saya ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis, dan niscaya kalian akan pergi ke jalan-jalan memohon kepada Allah SWT, Andai saya hanya sebatang potong yang dipotong.”_ *(HR at-Tirmidzi)*
Hal ini bukan berarti tertawa ringan dilarang karena Aliahlah yang membuat orang tertawa dan menangis. Akan tetapi, banyak tertawa dan selalu melakukannya hingga ia menjadi hal yang dominan pada seseorang, hal ini tercela dan dilarang. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan pengangguran. Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa banyak tertawa dapat mematikan hati.
*Kesimpulan:* Orang-orang munafik telah melakukan tiga pelanggaran berat, yaitu: tertinggal di Madinah tidak ikut dalam Perang Tabuk, benci dengan jihad dan membujuk teman-teman mereka untuk tidak berjihad. Akibatnya, mereka pantas mendapatkan neraka Jahannam. Dengan demikian, apabila mereka bersenang-senang dan banyak tertawa sepanjang hidup mereka, itu hanyalah sedikit karena kenikmatan dunia hanyalah sedikit, sedangkan kesedihan dan tangisan mereka di akhirat akan banyak karena di akhirat mereka akan mendapatkan hukuman yang abadi, tidak pernah terputus sama sekali. Hal ini disebabkan kemunafikan yang mereka lakukan ketika di dunia.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
